
Panel berpindah di kediaman David Resnakov.
"suruh David keruanganku" perintah ayah David
"baik tuan" ucap pelayannya
David yang sedang berlatih diruangan gym pribadi nya mendengar suara ketukan pintu.
"knock, knock"
"ada apa? " tanya David
"tuan memanggil anda"
"ayah? " ucap batin David
David yang mendengar ayahnya memanggilnya langsung bersiap keruangan ayahnya.
David mengetuk pintu
"knock knock, ayah ini aku"
"masuklah".
David masuk keruangan ayahnya dan langsung menghadap ayahnya dengan wajah ketakutan.
Ayahnya langsung menghampirinya.
"plakkk" suara tamparan.
"memalukan, kau babak belur dan sudah dibantu 20 orang hanya untuk menghabisi 1 orang disekolah tapi masih kalah? " ujar ayah nya
David Resnakov (Paul Resnakov).
"maafkan aku ayah"
David yang tertunduk karna tak mampu memandang wajah ayahnya yang sedang marah.
"dengan kebodohan yang kau lakukan, kau membuatku malu, bagaimana jika namaku sampai di kenal sebagai orang tua yang tidak bisa mendidik? "
David yang mendengar kemarahan ayahnya hanya bisa terdiam.
"siapa yang menghajarmu? " tanya Ayahnya
"namanya Reyga ayah"
"aku masih tidak percaya, kalian menggunakan senjata dan dia bisa menghajar kalian dengan mudah, untuk apa kau belajar bertarung jika 1 orang saja tidak bisa kau kalahkan"
"maaf ayah, aku tidak akan kejadian ini terulang lagi"
"gunakan cara apapun, jika sampai 3 hari kedepan kau tidak bisa membalas anak itu, kau akan menerima rasa sakit yang lebih dari kau dihajar oleh anak itu"
David yang terdiam berusaha untuk melihat wajah ayahnya, namun David tertunduk kembali karna takut.
"APA KAU PAHAM? " teriakan ayahnya
"baik ayah"
"pergilah, kau membuatku muak"
David meninggalkan ruangan ayahnya, amarah ayahnya yang diterima David membuat dia semakin dendam kepada Reyga
Setelah David keluar dari ruangan, ayahnya langsung menelpon kepala sekolah dari SMA SS.
"halo pak Paul, ada yang bisa kubantu"
"kepsek, aku ingin kau membantu anakku"
"Apa yang bisa ku lakukan untukmu pak Paul? "
"berikan informasi tentang murid sekolahmu yang bernama Reyga, dan berikan kepada anakku"
"baiklah pak Paul, itu mudah".
Telepon ditutup oleh Paul Resnakov.
"apa nama Resnakov tidak dia (Reyga) ketahui? Bagaiman bocah SMA berani menyenggol Resnakov, dan aku merasa tidak asing dengan wajah dan nama anak ini" ujar Paul Resnakov sembari melihat foto Reyga yang dikirim oleh kepsek lewat hp nya.
Panel berpindah ke kediaman Reyga.
Reyga turun dari kamar nya setelah selesai mandi dan ingin turun kebawah
"kakak, ayo sini makan" panggil Reyna (adiknya)
"makan saja Reyna, kakak masih kenyang"
"terus kenapa kakak turun? "
"kenapa? Kakak tidak boleh kebawah untuk melihat Reyna yang cantik ini?"
"kakak sering sekali memuji Reyna, kan Reyna jadi malu"
Reyga bertanya kepada ibu nya yang duduk disamping Reyna
"bu, dimana Hans (Pak Hamid)? "
"dia di depan, katanya mau merokok "
Reyga langsung kedepan rumahnya untuk menemui Hans.
Hans melihat tuannya keluar seketika ingin mematikan rokoknya
"santai saja Hans, jangan kau matikan"
"oh, tuan ingin bersantai juga? "
"tidak, aku hanya ingin memberi tahu sesuatu"
"apa itu tuan? "
"sebelumnya , apa kau tau ada berapa cctv disekolah kita dan lokasi cctv nya? "
hanya dengan sebuah pertanyaan, Hans langsung mengerti maksud dari Tuannya
"aku tau maksudmu tuan, baiklah besok akan kulakukan"
"senang sekali memiliki partner yang peka"
"yah, tidak mungkin juga pihak Resnakov hanya diam ketika putra nya anda hajar tuan" ujar Hans sambil tersenyum
"hmm, yah aku hanya ingin mempersiapkan bagian yang terburuknya"