
"oi kutu buku, walaupun aku tidak terlalu perduli dengan berandal itu, setidaknya seluruh sekolah didaerah kita tau siapa itu Fariz Tom, dia adalah singanya SMA SBS, yang pernah bertarung dengan 25 orang sekaligus"
"terus?"
balasan Reyga yang datar
"aku tidak tau apa yang harus kukatakan lagi, kau benar-benar aneh, aku bahkan tidak terlalu tahu tentang dirimu"
ucap Asep sambil menghela nafasnya
"haha"
tawa kecil dari Reyga yg membuat Asep heran
"kau bilang dia singa nya? singa tidak akan tunduk karna dia pemimpinnya, tapi apa yang kau lihat tadi dikelas, apakah dia terlihat singa bagimu?"
balasan Reyga dengan nada merendahkan
"berarti dia?"
tanya Asep kepada Reyga
"ya benar, sama sepertimu, dia hanyalah orang yg bodoh"
Asep tidak pernah melihat Reyga dengan beraninya merendahkan seseorang secara frontal yang terkenal karna berandalnya, namun Asep berfikir tidak ingin menggali lebih jauh lagi, karna dia tidak ingin pertemanannya dengan Reyga terganggu
"apa kau lapar Rey?"
"kenapa? apa kau punya uang?
"hei tentu saja kau yang bayar Rey"
"dasar brengsek"
Zzz...zzz..zzz (bunyi getar hp dari Reyga)
Reyga melihat pesan di Hp nya
"Asep pulanglah terlebih dahulu, aku memiliki sedikit urusan, dan ini uang untukmu makan, belilah sesuatu dan belikan adikku makanan manis"
"wah aku merasa menjadi budakmu Rey"
ucap Asep dengan nada kecewa
"aku meminta tolong, karna kau yg akrab dengan adik dan ibuku"
Entah kenapa, Asep merasa ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh Reyga darinya, namun Asep merasa itu tidak perlu dia fikirkan, karna dia merasa Reyga bukanlah orang yang jahat
zzz....zzz...zzz ( getaran suara Hp Reyga)
Reyga membuka Hpnya
"Rey, kami sudah berkumpul"
setelah meninggalkan sekolah, Reyga langsung menuju lokasi pertemuannya yaitu lokasi Pabrik Rokok Kota SS.
tiba Reyga didepan Pabrik Rokok Kota SS, Reyga disambut dengan sekumpulan preman yang sedang menjaga daerah tersebut.
"hei bocah SMA, ngapain kamu kesini? mau beli rokok?, lebih baik kau pulang saja" ucap preman yang meremehkan Reyga
Reyga tak menghiraukan ocehan dari preman itu dan langsung membuka Hpnya dan mengirim pesan kepada seseorang.
"wah nampaknya kau tidak diajari sopan santun oleh orang tua mu ya bocah, apa kau tidak mempunyai orang tua?"
Reyga memang selalu tidak peduli pendapat orang lain tentang dirinya, tapi...
beda cerita ketika ibu dan adiknya yang menjadi bahan untuk menjelekkannya
"sebaiknya kau menutup rapat mulutmu Pak tua bau tanah" ucap Reyga yang sudah siap untuk memukul wajah preman itu
pukulan Reyga melayang ke wajah preman itu, bahkan preman itu tak sempat bereaksi.
"dasar bocah kurang ajar" ucap sekumpulan preman yang mengelilingi Reyga
"aku? kurang ajar? ini belum seberapa para calon mayat, akan kutunjukan bahwa tempat kalian pulang setelah berurusan denganku hanyalah dikuburan"
ucap Reyga dengan ekspresi tersenyum
"HEI KALIAN , DASAR ANAK BUAH BODOH, KALIAN TIDAK TAU DIA SIAPA? DIA ADALAH TAMUKU SIALAN"
ucap seseorang yang baru keluar dari Pabrik Rokok itu.
para preman itu seketika berkeringat melihat orang yang keluar dari Pabrik Rokok tersebut, dan para preman itu langsung menundukkan kepala mereka dihadapan orang tersebut.
"maafkan kami tuan, kami tidak tahu bahwa orang ini adalah tamu anda"
Reyga disambut dengan sangat hormat oleh orang yang baru saja keluar dari Pabrik Rokok tersebut.
ucap Reyga kepada orang tersebut (Fariz Tom)
"Maafkan aku Rey, aku sedang mencoba untuk belajar membuat ekspresi yang kau minta"
para preman tersebut seketika heran kenapa bos mereka sangat hormat dan tunduk kepada orang ini.
"Jadi, apakah yang lain sudah datang Atom?"
ucap Reyga
"ya, kami sudah menunggumu Rey"
"baguslah, karna aku sangat ingin memukul kepala kalian bertujuh itu"
ucap Reyga dengan ekspresi kesal.
Mendengar ucapan Reyga, Fariz Tom seketika berkeringat
"Ayo Rey, kita pergi"
Fariz Tom mengantar Reyga ketempat pertemuan, saat menuju ruangan pertemuan, Fariz Tom menanyakan sesuatu kepada Reyga
"Rey, bolehkah aku bertanya sesuatu?"
" Apa?"
"Rasya Septian, apakah dia bagian dari kita?"
"Dia hanyalah teman sekolah yg bodoh, dan dia tidak tau siapa aku sebenarnya"
"Apa yang membuatmu yakin Rey?"
"Apa maksudmu Tom?"
"Tidak, aku tidak ada maksud apa-apa, hanya saja terakhir kali kau dikhianati oleh yang namanya teman"
"Diamlah Tom, aku mencoba melupakan kejadian itu, jangan sampai sebelum keruangan pertemuan kau akan babak belur olehku"
"Baiklah Rey, maafkan aku karna telah mengungkit ......."
"hustt diamlah, kau jadi mirip Asep"
Sampailah keruangan pertemuan yang telah disiapkan oleh Fariz Tom.
Ada 8 kursi dan mereka yang hadir sudah berada diposisi masing-masing.
" Selamat datang Tuan " sahut 7 Orang yang menundukkan kepala mereka didalam ruangan tersebut.
"Oi Atom" Reyga memanggil Atom yg berada disampingnya
KDDBUCKKKK....(bunyi pukulan yang membuat benjol kepala Atom)
"Ada apa Rey?" ucap Atom yang tidak tahu salahnya apa
"pertemuan terakhir kali aku sudah bilang bukan? jangan memanggilku tuan, kenapa kalian bertujuh sangat tuli" Reyga bergumam dengan nada kesal
"Sebagai pemimpin kami, tidak sopan selalu menyebut nama pemimpinnya" ucap Fariz Atom
seseorang yang berada di kursi anggota menyambung ucapan Fariz Atom
"Itu benar Tuan, saya selalu tidak enak ketika memanggil nama tuan dengan panggilan yang akrab (Rey)"
"Bukankah kau sering menyebut namaku secara langsung disekolah? kenapa kau masih canggung Hans, atau biasa ku panggil Pak Hamid"
balasan Reyga kepada anggota ke 6
(Hans Danzel)
"Maaf tuan, saya masih merasa canggung ketika menyebut nama anda tuan" ucap Hans (Pak Hamid) sambil menundukkan kepalanya.
suasana didalam ruangan seperti anak-anak yang merindukan kehadiran orang tua nya.
"Apakah dari kalian bertujuh ada yang merasa keberatan saat kupanggil?" ucap Reyga kepada 7 orang yang berada didalam ruangan tersebut.
"Tidak Tuan" suara serentak dari ke 7 orang tersebut.
Ekspresi ke 7 Anggota tersebut seakan-akan menunjukan rasa antusias yang sangat tinggi kepada Reyga
"baiklah, kalian para Akuma, aku akan memberikan perintah pertamaku setelah 3 tahun kita berpisah"
ucap Reyga dengan lantang sambil memberikan ekspresi senyum tipis yang membuat para anggota lainnya sudah tidak sabar dengan perintah yang akan diberikan.
"Pertama, ada yang ingin kutanyakan, siapa saja dari kalian bertujuh yang sedang bertugas di daerah Kota SS"