
Setelah selesai berbincang terkait perkelahian yang dialami Reyga, Sam dan Tom masuk.
Sam dan Tom yang masuk langsung disapa oleh ibu Reyga dan Reyna.
"halo kakak Tom, halo Paman Sam" ucap Reyna memanggil mereka berdua.
"hai Tuan putri kecil" balasan dari Tom.
"aku masih 23 tahun loh tuan putri" balasan dari Sam yang kesal karna dipanggil Paman.
"ayo makan dulu kalian, Rey dan Asep juga sedang makan" ucap ibu Reyga memanggil Sam dan Tom.
"Terimakasih Nyonya" ucap Sam.
mereka berdua langsung menuju ruang makan
.....
"kenapa kalian lama? Apakah ada masalah? " tanya Asep kepada Sam dan Tom.
"bukan urusanmu Rasya" balasan Tom kepada Asep.
"sudah, makan lah kalian, ibuku sudah masak untuk kita" ucap Reyga.
"baik tuan".
" setelah selesai makan, kita ke halaman belakang, sambil menunggu yang lainnya"
.....
Selesai makan, mereka langsung menuju ke halaman belakang rumah, tempat dimana mereka pertama kali berkumpul.
"oi Rey, aku ingin menagih janjimu" ucap Asep
"janji?"
"kan kau sendiri yang bilang akan menjelaskan tentang perkelahian disekolah"
"oh, kau ingin tahu yang mana? "
"bagaimana kau bisa bertarung seperti itu Rey? "
"maksudmu? "
"aduh, maksudku bagaimana kau mempelajari bela diri itu, siapa yg mengajarimu, dan bagaimana kau bisa sekuat itu"
"banyak sekali pertanyaanmu brengsek, sudahlah, kau tanya saja Sam dan Tom, aku mau mandi, kalian berdua jawab semua pertanyaan teman bodohku ini, sampai dia puas"
"baik tuan"
Reyga langsung meninggalkan Asep bersama Sam dan Tom.
"Baiklah Rasya, apa yang ingin kau tahu dulu" ucap Sam kepada Asep.
" tentang pertanyaanku tadi, bisa kah kau menjawabnya? " tanya Asep
"ya tentu saja, karna aku tahu tuanku itu siapa"
"hmm, kumulai dari bagaimana tuan mempelajari bela diri, bela diri yang tuan Reyga tunjukan kepadamu saat perkelahian adalah hasil dari bimbingan ayahnya, tuan Reynold"
"ha? Ayahnya?" ucap Asep
"benar, Ayahnya lah yang mengajari Tuan Reyga bela diri, tetapi bela diri yang diajari oleh Ayahnya hanya 3, Boxing, Taekwondo, dan Brazilian Jujitsu"
"benarkah? Kenapa aku melihat Reyga menggunakan lebih dari 3 bela diri saat perkelahian disekolah tadi? " ucap Asep
"Jika kau melihat Tuan menggunakan bela diri selain 3 tadi, itu bela diri yang dia pelajari secara otodidak"
"kenapa Rey bisa seperti itu? Bukankah terlalu berlebihan? "
"aku tidak bisa menjawab hal privat seperti itu, lebih baik kau tanya langsung ke tuan Reyga"
"hmm, apa kau pernah bertarung dengan Rey? " tanya Asep ke Sam
"tentu saja pernah"
"jadi, siapa yang menang? "
Mendengar pertanyaan dari Asep, Sam langsung tertawa.
Asep terkejut dengan jawaban Sam
"wah, jadi masing-masing dari kalian pernah melawan Rey 1 lawan 1 , dan kalian kalah? "
Sam menjawab sambil tersenyum
"tidak, kami bertujuh langsung bersamaan menyerang Tuan Reyga, dan kami kalah"
"ah tidak mungkin, aku tidak percaya kalau kalian bisa kalah melawan satu orang"
Fariz Tom melontarkan pertanyaan setelah dia mendengar pendapat Asep
"apa yang membuatmu berfikir seperti itu kepada tuanku Rasya? "
"kalian saja bisa menggunakan 2 bela diri, dan kalian ada 7 orang, bagaimana kalian bisa kalah? Aku tau Rey itu tuan kalian, setidaknya jujur saja bahwa kalian pernah mengalahkan Rey" ucap Asep
"apa kau benar-benar meremehkan tuanku Rasya? ucap Fariz Tom
" hei, aku tidak meremehkan temanku, tetapi aku berfikir secara logika saja"
disaat mereka berbincang, anggota Akuma yang lainnya pun datang.
"wah, ada apa ini, kelihatannya kalian sedang membahas hal yang menarik" ucap Hans Danzel (Pak Hamid)
"kami membahas tentang Reyga pak" ucap Asep
"Asep, ketika diluar sekolah panggil saja aku Hans, jadi apa yang kalian bahas tentang tuan Rey"
Tetapi, Asep tidak mendengarkan Hans terkait dia memanggilnya Pak saat diluar sekolah
.......
Asep yg terlalu penasaran dengan Rey, langsung bertanya kepada Hans
"Pak Hans, apa kau pernah bertarung satu lawan satu dengan Rey? "
Hans terkejut dengan pertanyaan dari Asep
"kenapa kau tanya itu Asep? "
"tidak Pak, aku hanya tidak percaya tentang apa yang dikatakan oleh Fariz"
"hoo, emang apa yang dikatakan Tom? "
"dia mengatakan bahwa kalian bertujuh , sekalipun menyerang bersamaan tetap akan kalah melawan Reyga, aku tidak percaya itu"
Hans tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Asep.
"itu benar kok, kami memang kalah melawan tuan, walaupun kami bertujuh menyerang bersamaan"
Asep semakin tidak percaya, karna melihat Hans menjawab sambil tersenyum, jadi dia merasa dipermainkan.
"kau juga sama Pak seperti mereka berdua, terlalu melebihkan Rey, aku yakin dia akan kelelahan melawan kalian"
Serena yang mendengar ucapan Asep sedikit kesal.
"apa kau ingin bukti?" ucap Serena dengan ekspresi kesal
"bukti? jangan, aku kasian melihat temanku akan babak belur"
Reyga yang telah selesai mandi langsung turun dari atas, ketika menuruni anak tangga, Reyga mendengar ucapan Asep yang meremehkan kemampuannya.
"hei kalian bertujuh, mari ke halaman belakang, mari kita sparing, sudah lama aku tidak menguji kemampuan kalian"
Asep kaget dengan apa yang dikatakan Reyga.
"hei Rey, jangan memaksakan diri, iya iya aku percaya kau kuat kok"
"tidak Sep, aku bukan ingin membuktikan kok, justru aku ingin menguji kemampuan mereka saja"
Reyga langsung menyuruh 7 Akuma bersiap untuk sparing
"kalian bertujuh, bersiaplah, ganti pakaian kalian, dan bersiap untuk nostlagia"
"BAIK TUAN"..