Unwanted Fate

Unwanted Fate
16. Siapa Dia Sebenarnya? IV



Dalam pertarungan 1 melawan 7 itu, Reyga masih tetap tenang menghadapinya, bahkan masih sempat memuji kekuatan anggotanya.


Reyga menatap kearah 3 Akuma yang belum menyerang ( Damian, Serena dan Hans ) .


"kalian sabar dulu, aku ingin mencoba satu lawan satu melawan tuan" ucap Damian


Hans tertawa


"baiklah Damian, jika kau ingin babak belur duluan, silahkan"


"Aku juga berencana ingin melawan tuan sendirian, aku ingin menguji kekuatanku" ucap Serena.


Damian berjalan kearah Reyga.


"tuan, mari kita coba 1 menit K.O" tantangan Damian kepada Reyga


"hoo, terakhir kali kau menantang ku seperti ini, kau tidak bisa makan seminggu bukan" ucap Reyga dengan posisi siap dengan serangan Damian.


"bersiap lah Tuan"


"maju lah kapanpun"


Serangan dimulai dari Damian yang melayangkan pukulan kearah Reyga dengan cepat.


Namun pukulan Damian masih bisa dihindari oleh Reyga.


pukulan demi pukulan telah dilancarkan oleh Damian, namun masih tidak ada yang mengenai Reyga.


Saat posisi pukulan kiri Damian dihindari Reyga, seketika Damian memutar tubuhnya, dan menyerang Reyga dengan siku nya.


"dari Boxing, kau berganti ke Muaythai ya" ucap Reyga sembari menahan serangan dari Damian.


Damian yang melihat serangannya ditangkis oleh Reyga, menjadi lebih agresif.


Damian langsung menendang kearah kepala nya Reyga


"Kepala ya" ucap batin Reyga melihat tendangan Damian.


Tapi serangan itu hanya tipuan, Damian langsung memutar tubuhnya, seketika arah tendangannya berubah menjadi ke arah perut Reyga.


Reyga menerima tendangan Damian, dan sedikit terhempas kebelakang.


"saat kau tau aku melindungi kepalaku, tendanganmu berubah menjadi Dwi Chagi (Taekwondo) "


"tuan memang hebat, padahal tuan sempat bereaksi dengan tipuanku, namun tuan membiarkan seranganku mengenai anda"


Asep bersorak karna melihat Reyga menerima serangan dari Damian.


"Sudah kubilang, kau tidak akan bisa Rey"


Reyga tersenyum kearah Damian, dengan tatapan yang serius Reyga langsung memberikan balasan kepada Damian.


"Tendangan kearah rusuk? " ucap batin Damian


namun Reyga tidak sembarangan menyerang, seketika tendangan yang mengarah ke rusuk Damian, berubah menjadi tendangan kearah wajah Damian.


Damian pun menerima tendangan itu, dan sedikit terhempas belakang.


"Maaf Damian, aku harus mengakhiri ini karna temanku sangat berisik" ucap Reyga


Damian terkejut dengan serangan dari Reyga yang begitu cepat berubah arah.


"Ayo, kita akhiri ini tuan"


"karna kau menggunakan berbagai macam bela diri, maka aku akan menggunakan bela diri itu juga, walau aku membenci nya"


Damian langsung melancarkan serangan kearah Reyga, serangan Damian mengandung berbagai bela diri, boxing, taekwondo, Muaythai.


Saat serangan terakhir, Damian tiba-tiba terhempas ketanah.


Asep terkejut dengan serangan yang dilancarkan Reyga.


"HAAA, SERANGAN APA ITU"


Hans yang melihat serangan tuannya, seketika tersenyum.


"sudah lama aku tidak melihat tuan menggunakan bela diri itu, ya itu bela diri yang sering membuat Damian K.O sih, hahaha"


"Walau tuan membenci menggunakannya, dia sangat bersemangat ketika bertarung melawan Damian, mungkin ini kemenangan pertama nya damian, karna dia berhasil bertahan 1 menit melawan tuan, ya walau hanya 1 menit 3 detik sih" Ucap Adelia.


Asep meneriaki Reyga


"OI REY, APA-APAAN ITU TADI, BELA DIRI APA YANG KAU GUNAKAN SAMPAI MEMBUAT DAMIAN TERHEMPAS KETANAH"


"oh, ini namanya Krav Maga" ucap Reyga


"HAA? APA? TIDAK DENGAR"


"KRAV MAGA, DASAR TULI BRENGSEK"


"tuan semakin kuat" pujian Damian kepada Reyga


"ah tidak, aku menggunakan Krav Maga, karna kau menyerang dengan berbagai bela diri"


"terima kasih tuan, aku kalah, aku akan menantikan sparing selanjutnya"


"tidak, kau menang hari ini Damian, kau berhasil melawati 1 menit" sembari menunjukan stopwatch yang Adelia pegang.


Damian yang mendengar itu dari Reyga sangat senang.


"Jadi kau mau lanjut untuk menyerangku atau tidak? "


"tidak tuan, saya menyerah hari ini, karna serangan yang tuan berikan terakhir membuat punggungku sakit"


"hahaha, maaf, baiklah kau istirahat saja"


Reyga langsung menatap kearah Serena dan Hans


"oke, kalian berdua mau menyerang bersama atau kalian ingin satu lawan satu denganku"


Hans langsung maju


"tuan, mohon tahan kekuatan anda"


"hahaha, jangan lembek begitu Hans"


Hans langsung maju untuk menyerang Reyga, Hans melancarkan serangan kearah Reyga menggunakan lutut nya.


"Kenapa kalian sering sekali menggunakan kaki "


Ucap Reyga yang menangkis serangan Hans


Serangan Hans pun langsung dipatahkan Reyga, Reyga langsung menangkap tubuh Hans dan membanting Hans dengan teknik bela diri Judo.


"Saya menyerah tuan" ucap Hans


"bilang saja kau ini tidak mau babak belur, tapi serangan lututmu tadi lumayan loh"


"lumayan? Padahal aku sudah berlatih keras untuk itu" ucap batin Hans.


Reyga langsung melihat kearah Serena


"Baiklah, tinggal kau sendiri, oh ya dengan permintaanmu tadi, akan ku kabulkan jika kau menang, jadi berusaha semaksimal mungkin"


"baik tuan" ucap Serena yang bersemangat


Serena langsung berlari kearah Reyga, Reyga langsung terkejut dengan kecepatan yang diperlihatkan Serena.


Reyga terkejut dengan gerakan Serena yang tiba-tiba ada dibelakangnya sambil memegang perutnya.


"ini? Gulat"


Saat Serena ingin mengangkat Reyga, kepala Serena telah ditangkap oleh Reyga, hasilnya Serena duluan yang terbanting kedepan, dan Serena langsung dikunci oleh Reyga dengan menggunakan Brazilian Jujitsu.


Serena menyerah dengan menepukkan tangannya kearah Reyga.


Adelia melihat serangan Serena sangat iri.


"Sialan kau serena, kau memakai gulat hanya untuk memeluk tuan Reyga"


Reyga langsung mengulurkan tanganya


"nampaknya gulatmu sudah cukup untuk membantingku tadi, namun kau kalah cepat"


"aku harus lebih giat berlatih lagi tuan"


"kau sudah kuat, hanya kau ragu tadi membantingku".


Asep melihat sparing yang dilakukan Reyga dan 7 Akuma seakan tidak percaya


" Rey, siapa kau sebenarnya? " ucap batin Asep.


Asep langsung mendatangi Reyga


"Rey, bisakah kau memberitahuku sesuatu? "


"hmm apa itu? "


"berapa bela diri yang kau pelajari? "


"ah, sebentar"


Reyga mengingat bela diri yang dia pelajari


"yah, sepertinya lebih dari 10"