
Dimalam hari, Reyga kembali membaca surat yang ditinggal dari mendiang ayahnya sampai tertidur, dia melampiaskan rindu kepada ayahnya dengan membaca surat yang ditinggalkan ayahnya didalam kamar.
"tuk...tuk....tuk" bunyi langkah kaki ibunya dari luar.
ibu nya membuka pintu kamar Reyga dan masuk kedalam kamar.
Sembari mengusap kepala Reyga yang tertidur sembari memegang surat ayahnya.
"kau selalu terlihat kuat dimataku, tetapi saat ini kau hanyalah anak kecil yang tertidur sembari mengeluarkan air mata karna kerinduanmu terhadap ayahmu"
Ibunya terlihat sangat sedih melihat Reyga yang tidak pernah ingin menunjukan sisi lemahnya terhadap orang lain.
"kau anak yang kuat nak, dan jangan lah bertindak gegabah, siapa yang akan melindungi adikmu jika aku tidak ada".
ibunya keluar dari kamar dengan senyuman sembari mematikan lampu kamar.
Keesokan harinya Reyga yang telah bersiap untuk berangkat sekolah bersama adiknya.
"wah, adikku semangat sekali hari ini" ujar Reyga
"Reyna hari ini akan menggambar makanya Reyna semangat kakak" balasan Reyna
"haha, gambarlah yang bagus ya, nanti akan kakak lihat"
"baik kak".
Setelah bersiap ibu nya memberikan bekal kepada Reyga dan Reyna.
" hati-hati ya dijalan "
"iya bu" ucap Reyna
Saat mereka ingin berangkat, para anggota Akuma juga pergi dengan urusan mereka masing-masing.
"Serena" panggil Reyga
"iya tuan"
"bagaimana persiapanmu? "
"sudah siap tuan"
"baiklah, jika kakekku masih tetap bersikeras ingin mencari kami, segera telepon aku dan biarkan aku yang akan menjelaskan kepada dia"
"baik tuan".
" oh ya, bawalah Adelia bersamamu "
Adelia yang mendengar namanya disebut oleh Reyga bergegas menghampirinya.
"iya tuan, ada apa? " tanya Adelia
"Adel, ikut lah bersama Serena"
"kemana tuan? "
Serena yang jengkel dengan pertanyaan Adelia langsung memotong pembicaraan.
Sambil menarik tangan Adelia
"sudahlah jangan banyak tanya, ikut saja, ini perintah".
Reyga dan adiknya langsung berangkat menuju sekolah.
Dalam perjalanan Sam bertanya kepada Reyga
"tuan, bagaimana dengan keluarga dari sebelah ibu tuan? Apakah mereka mengetahui keberadaan tuan? "
"baru saja aku menyuruh Serena dan Adelia untuk menemui kakek ku, aku hanya khawatir dia akam mencari kami"
"yah, namanya orang tua tuan, pasti khawatir dengan anaknya"
"kau benar Sam, berbicara tentang khawatir apa kau tidak khawatir bensin mobilmu itu hampir habis? "
"haha, maaf tuan aku lupa mengisi nya kemarin"
"waktu masuk kelas masih lama juga, antar saja Reyna ke sekolahnya dulu, setelah itu isi bensinmu dulu, baru antar aku"
"baik tuan"
saat asik berbincang, handphone Reyga berdering "nomor tidak dikenal? "
Reyga mengangkat telepon tersebut.
"siapa ini? "
"ini adalah peringatan untukmu, sebaiknya kau mempersiapkan dirimu"
Reyga masih bingung dengan percakapan ditelepon dengan orang yang tidak dia kenal, tetapi Reyga hanya membalasnya dengan santai.
"sesuatu hal yang buruk akan menimpamu hari ini"
"aku sudah pernah mengalami hal yang lebih buruk, jadi ancaman dari orang tak kukenal seperti mu hanyalah seperti penipu yang ingin memeras uangku, jadi berhentilah menelpon"
Reyga menutup telepon nya, Sam penasaran siapa yang menelpon tuannya.
"siapa yang menancam anda tuan?" tanya Sam.
"hanya orang iseng Sam"
Setelah selesai mengantar Reyna dan mengisi bahan bakar, Sam langsung mengantar Reyga ke sekolah.
"Sam, aku ingin mempercepat membasmi para tikus-tikus ini (Petinggi Ego), apakah kalian siap jika ku perintahkan kapanpun? "
"kami sudah bersumpah untuk mengabdi tuan, bahkan jika anda hari ini memerintahkan untuk menyerang Petinggi Ego sekalipun, kami siap"
"haha, tidak hari ini juga bodoh".
Sesampainya Reyga disekolahnya, didepan gerbang sudah ada Hans yang menunggunya.
"Bagaimana? " tanya Reyga
"semua siap tuan, sudah ada dilaptopku semua datanya, baik rekaman video, suara, sudah ku amankan"
"bagus"
"oh iya tuan, hari ini Paul Resnakov datang kesekolah, dia sudah ada diruangan kepala sekolah"
"tidak mungkin dia tidak datang ketika anaknya dihajar"
"apa anda akan memulainya tuan? "
"tidak, aku akan mengikuti alur dari mereka dulu, dan Hans cari lah para anjing dari Paul Resnakov, sekolah ini pun sudah mulai kotor dimataku"
"baik tuan".
Berpindah ke ruangan kepala sekolah, sembari menuangkan minuman untuk Paul Resnakov.
" Kepala sekolah, bagaiman tentang yang kuminta kemarin"
"sudah pak Paul, semua sudah beres, hanya masalah kecil begini akan mudah untuk ditangani"
"tidak, biarkan anakku yang menyelesaikannya, aku akan malu jika dia tidak bisa menghabisi anak itu sendiri"
"baiklah tuan"
"bagaimana dengan latar belakang anak itu?"
"dia adalah anak dari seorang pindahan dari kota lain pak Paul, dia hidup bersama ibu dan adiknya"
"aku tau sekarang kenapa dia tidak takut dengan nama Resnakov, ternyata dia orang luar yang pindah kesini"
...
Reyga yang sedang menuju ke kelas nya berpapasan dengan Fariz Tom.
"tuan"
"tom, kenapa kau memakai celana olahraga? Bukannya tidak ada pelajaran olahraga hari ini? "
"celanaku di cakar oleh kucing pagi ini tuan, jadi aku memakai celana olahraga"
"nasib sial apa yang diterima anak ini" ucap batin Reyga dengan ekspresi datar.
saat berbicara dengan Tom, Asep dari belakang langsung menggandeng Reyga.
"wih ada apa ini? "
"tidak ada apa apa, tumben kau datang cepar sep"
"aku tidak bisa tidur sampai pagi ini, jadi aku memutuskan untuk berangkat kesekolah"
Asep yang melihat kearah Tom terkejut dengan celananya
"kenapa kau memakai celana olahraga Fariz? "
"karna aku ingin"
"cihh, masih saja kau menyebalkan"
Saat mereka berbincang, terdengar suara pengumuman dari speaker sekolah
"Panggilan kepada Reyga untuk menghadap kepala sekolah"
"akhirnya sudah dimulai" ucap batin Reyga.