
Setelah Reyga memberikan perintah kepada Sam dan anggota Akuma lainnya, dia masuk ke sekolahnya, dan didepan pagar Reyga melihat Pak Hamid ( Hans Danzel ) mendapat jadwal untuk memberi hukuman kepada yang terlambat.
Reyga yang melihat Asep yang sedang diceramahi oleh Pak Hamid (Hans) karena keterlambatannya.
"Asep Asep, kenapa kau bisa terlambat, bukankah kita berangkat di waktu yang sama?"
tanya Pak Hamid ke Asep
"Pak, ibuku tadi sedang sibuk, jadi aku mengantar adikku dulu kesekolah"
"Alasan, sudah cepat push up 20 kali, setelah itu langsung masuk kelas"
Pak Hamid heran melihat ekspresi Asep yang push up sambil tersenyum.
"Aku saja yang terlambat disuruh push up 20 kali, bagaimana dengan Reyga ya, xixixi" ucap batin Asep.
Reyga masuk dan Asep melihat dengan ekspresi tersenyum.
"Rey, kau yang terakhir masuk, jadi kau harus push up karna terlambat" Asep yang sudah sangat senang ketika melihat temannya juga dihukum.
"Tuan, silahkan masuk" Ucap Pak Hamid (Hans)
Reyga langsung melihat kearah Asep dengan ekspresi jahat.
"jangan panggil aku tuan ketika bersama temanku Hans".
Asep memasang muka marah dan langsung komplen kepada Pak Hamid
"Apa-apaan nih pak, kenapa Rey tidak dihukum"
"Sudah, cepat selesaikan push up mu, nanti kamu terlambat masuk kelas".
Saat berjalan dilorong kelas Reyga bertemu dengan Fariz Tom yang sedang menunggunya.
"kenapa kau tidak masuk Tom?"
"Setelah anda tuan"
Mereka berjalan bersama, saat mereka menuju kelas, mereka berpapasan dengan segerombolan anak kelas lain, secara tidak sengaja ada anak kelas lain yang menabrak bahu Reyga.
"Oi apa kau buta? apa emang sengaja kau menabrakku?" ucap siswa yang menabrak Reyga
"Maaf, aku tidak sengaja" ucap Reyga kepada siswa tersebut
"Lain kali gunakan matamu bodoh" ucap siswa tersebut kepada Reyga, dan gerombolan itu pun pergi.
Tom yang tidak terima tuannya diperlakukan seperti itu ingin menghampiri siswa tersebut, tapi ditahan oleh Reyga
"Sudah lah Tom, mereka hanyalah anak nakal"
"Tuan, dia adalah anak dari target yang akan kita eksekusi, David Resnakov"
"oh benarkah?"
"benar tuan"
"hmm, sudahlah dia hanya anak nakal, tidak ada gunanya meladeni nya, ayo kekelas"
Dari belakang Asep meneriaki nama Reyga
"ah, sudah selesai kau dihukum Hans?"
tanya Reyga kepada Asep
"Rey, tidak bisakah kau meminta Pak Hamid untuk memberiku semacam hak khusus untuk terlambat?" ucap Asep sambil memohon
"hei, jangan begitu, solusi nya kau harus lebih cepat datang, bukan dengan membiarkanmu terus terlambat"
"lalu kenapa kau diperbolehkan Rey?"
"aku tidak pernah meminta untuk di perlakukan khusus, dan kebetulan hari ini saja aku terlambat"
"emang dunia tidak adil" ucap batin Asep
Segerombolan siswa kelas lain yang dipimpin oleh David Resnakov membicarakan Reyga.
"hei David, kenapa kau membiarkan dia tadi?"
ucap kelompok pembully David Resnakov
"apa kau tidak lihat siapa yang bersama dia tadi? aku tidak tau dia temannya atau bukan, tetapi jangan mencari masalah dengan yang namanya Fariz Tom, atau kau akan berakhir di rumah sakit dengan keadaan cacat"
ucap David Resnakov memberikan peringatan kepada kelompoknya
"jika dia menyerang duluan bagaimana David?"
"kita tidak bisa mengalahkan nya dengan fisik, tapi kita bisa menggunakan uang untuk menghancurkannya" ucap David
"benar juga ya, kan Ayahmu yang memberikan dana pembangunan sekolah ini, jadi kau juga memiliki kekuasaan"
Ting.....Ting......Ting.... (bunyi bel tanda masuk kelas)
"Eh Rey, pelajaran apa pertama ini" tanya Asep kepada Reyga
"hmm, bahasa Indonesia"
datang guru bahasa Indonesia kekelas dan memulai pelajaran.
.............
"oke anak-anak, silahkan istirahat" ucap Guru bahasa Indonesia
"Akhirnya selesai, ayo kekanti Rey" ucap Asep sambil merenggangkan badannya.
"Oke"
"oh Tom? dia katanya ada urusan setelah pelajaran ini"
"cihh, pasti bikin masalah lagi dia"
"kau harusnya berprasangka baik, dia itu tidak pernah ingin membuat masalah"
"ya ya ya, ngoceh terus, ayo kekantin, tapi kau yang bayar ya Rey "
"brengsek"
......
Berpindah ke situasi Fariz Tom yang bertemu dengan Hans di ruang penyimpanan alat olahraga dan berbagi informasi yang telah mereka dapat.
"Bagaimana Hans? ada petunjuk?" tanya Fariz Tom.
"aku menemukan berkas bukti pemberian dana dari Paul Resnakov kepada kepala sekolah, dan aku mendapat rekaman cctv yang dimana Paul Resnakov dan Kepala Sekolah sedang berbincang"
"Bagaimana hasilnya?" tanya Fariz Tom kepada Hans
"tidak ada yang spesial, tapi wajah dari orang yang mengawal Paul Resnakov sudah ku cetak"
Hans memberikan berkas kepada Fariz Tom yang berisikan petunjuk dari penyelidikan tentang Paul Resnakov.
"Baiklah, akanku berikan kepada Tuan Rey"
"oh ya Tom, sekarang Asep adalah orang terdekat Tuan kita, walaupun tuan mempercayainya, kau juga harus mengawasinya"
"aku sudah tau itu Hans".
..........
Berpindah ke Reyga yang sedang berjalan menuju kantin bersama Asep.
Asep terkejut karna ada teman kelasnya dikantin sedang dibully oleh David Resnakov.
"hei, ayo makan ini langsung pakai mulut, jangan pakai sendok"
"jangan ganggu aku" ucap teman kelas Asep dan Reyga
David langsung memukul kepala siswa tersebut sampai muka siswa tersebut terpendam dimakanannya
"hei, kau berani melawanku?" ucap David sambil mengancam
Asep ingin menghampiri temannya namun ditahan oleh Reyga.
"sudahlah sep, kita beli makanan saja dan makan dikelas, disini sangat ribut" ucap Reyga
"Tapi, mereka...."
"jangan ikut campur sep, atau kau jadi target mereka" ucap Reyga sambil memegang pundak Asep.
Reyga dan Asep langsung menuju ketempat yang menjual roti dan minuman dikantin.
David Resnakov yang sedang asik membully siswa kelas Asep, secara tidak sengaja melihat kearah Reyga dan Asep
"Bukankah dia yang menabrakku tadi pagi?" tanya David kepada kelompok bullying nya.
"ah, iya benar, itu dia orangnya"
seketika David menghentakkan meja kantin dan langsung menghampiri Reyga dan Asep, seketika suasana menjadi hening karna kelompok pembully David Resnakov ditakuti oleh seluruh siswa.
"hei, sepertinya roti itu enak, berikan kepadaku dong" ucap anggota bullying David kepada Reyga sembari merangkul Reyga
"ambillah jika kalian ingin" ucap Reyga sambil memberikan roti nya
Reyga yang ingin memberikan rotinya ditahan oleh Asep.
"belilah sendiri, atau kalian tidak punya uang untuk beli roti yang murah ini?" ucap Asep kepada anggota bullying itu
"wah, berani juga ya kau bicara seperti itu, kau tidak tau bos kami siapa?" tanya anggota bullying itu kepada Asep
"kau dan bos mu sama saja, pengecut yang berani membully siswa yang tidak bisa melawan"
kdbuckk......
pukulan langsung melayang kearah Asep
"pengecut? berani sekali kau berbicara seperti itu kepada bos ku" ucap anggota bullying yang memukul Asep.
Namun Asep bisa bertahan dari pukulan tersebut dan sambil melanjutkan ejekannya kepada David Resnakov.
David yang melihat tingkah laku Asep yang menyebalkan, langsung memukul Asep dibagian perut.
Asep terkejut dengan pukulan yang sangat cepat dari David Resnakov
"Apa kau ingin mati sialan?"
"kau kan pengecut, mana berani kau membunuhku"
pukulan cepat kedua yang dilayangkan David Resnakov ke muka Asep, namun ditahan oleh Reyga.
"jangan kelewatan, akan kulaporkan ke guru nanti"
ucap Reyga kepada David Resnakov
setelah itu datang Pak Hamid dan Tom kekantin, kedatangan Pak Hamid membuat kelompok itu bubar dan meninggalkan kantin.
"setelah selesai sekolah, akan ku habisi kalian berdua" ucap David kepada Reyga dan Asep.
Asep yang masih batuk karna pukulan dari David langsung berdiri dan menjawabnya
"kita lihat saja nanti".