Unwanted Fate

Unwanted Fate
4. Merayakan Kehilangan



Selesainya pertemuan yang dilakukan oleh Reyga dan 7 Akuma, mereka langsung menuju ke kediaman keluarga Reyga.


Reyga memiliki rumah yang cukup besar untuk menampung 20 orang, dan setidaknya ada 6 kamar yang tersedia didalam rumah Reyga.


sesampainya Reyga dan 7 Akuma itu ke kediaman Reyga, mereka dilirik oleh tetangga-tetangga yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.


"siapa yang bersama Reyga?, wah mobilnya keren sekali, apa mereka kerabatnya? ah tidak mungkin"


Reyga menekan Bel rumahnya, lalu ibu nya membukakan pintu dan langsung mencubit perut Reyga


"DARIMANA SAJA KAU HAAAA, APA KAU SEKOLAH SAMPAI SELARUT INI?"


emosi ibu Reyga sangat mencekam sampai membuat Adelia,Serena dan Tom merinding


"Wah sepertinya nyonya Emma masih seperti dulu, masih saja suka marah" ucap Xander (anggota pertama)


ibu Reyga melihat kebelakang Reyga dan ternyata Reyga membawa tamu kerumahnya


"siapa mereka nak? " ucap ibu Reyga


"lihatlah baik-baik Bu, ibu pasti tau"


saat Ibunya melihat sekali lagi dengan seksama, ibunya berkata


"ah, melihat kalian berkumpul seperti ini, rasanya sedang melihat Reynold datang kerumah sambil membawa kalian yang kumuh" Nyonya Emma menangis ketika melihat ke 7 orang itu


dengan spontan, Adelia dan Serena memeluk nyonya Emma yang sedang menangis, tak sanggup menahan air mata, Adelia dan Serena pun ikut menangis


"kami telah kembali nyonya" ucap Serena


karna suara yang ribut diluar rumah, Adik perempuan Reyga terbangun dari tidurnya dan keluar kerumah


"Kenapa berisik sekali diluar"


ucap Reyna sambil mengusap matanya


Reyna bingung kenapa ramai sekali orang yang ada didepan rumahnya, lalu Reyna bertanya kepada kakaknya


"Siapa mereka kak? kok kaya orang jahat"


Adelia dan Serena melihat kearah Reyna, dan Reyna melihat kearah mereka berdua juga


"kenapa mereka memeluk ibu" ucap batin Reyna


Reyna Langsung diterkam oleh Adelia dan Serena seperti Harimau yang menerkam mangsanya


lalu Reyna digendong oleh Serena dan menjauhkan Reyna dari pelukan Adelia


"kau tidak apa-apa?, hei Adel, jangan kau memeluknya dengan erat, kasian adik iparku" Serena dengan wajah datarnya


Adelia yang mendengar perkataan itu menunjukan emosi yang meluap-luap kepada Serena


"berani sekali kau mengklaim bahwa dia adik iparmu"


Nyonya Emma tertawa dengan suasana ceria ini dan Reyga senang melihat rumahnya kembali ribut seperti dulu.


"ibu tolong aku"


ucap Reyna yang sudah tidak tahan dengan kedua perempuan yang merebutkan dia.


Nyonya Emma menyuruh mereka masuk dan segera menyiapkan makanan untuk mereka semua.


" Reyga tolong ibu nak"


" baiklah Bu"


" Reyna mau ikut ibu aja" ucap Reyna yang kesal dengan tingkah Adelia dan Serena


Greg dan Sam menawarkan bantuan untuk membantu, namun Reyga menyuruh mereka tetap diam dan menikmati saja


"hei, Apa kau merasa nostalgia Greg?" sahut Sam kepada Greg


sambil bersandar didinding, Greg menjawab


"haha, tidak, aku merasa ini lah yang dinamakan tempat untuk pulang"


"yah kau benar Greg, selama ini aku merasa setelah kehilangan Tuan Reynold, aku merasa rumahku telah hancur" ucap Sam sambil memandangi foto Ayahnya Reyga (Reynold)


"Namun, Rumah yang kita anggap sudah hancur itu, sebenarnya tidak benar- benar hancur, namun hanya sedang direnovasi ulang oleh dia (sambil menatap foto Reyga)"


ucap Anggota ke 3 sembari memotong pembicaraan Sam.


"Darimana saja kau, bahkan dirapat kau tidak bicara sedikitpun Damian"


Anggota ke 3 Akuma (Damian)


"Maaf, aku habis merokok diluar, aku tidak enak jika merokok didalam rumah Tuanku "