
Suasana yang ribut di rumah karna kehadiran anggota keluarga yang telah lama tidak kembali,
para tetangga menjadi bingung kenapa kediaman Rumah mendiang Reynold ramai sekali.
"siapa ya yang berkunjung kerumah Emma? terakhir kali aku melihat rumah mereka dikunjungi oleh orang asing pada saat kematian suaminya"
ucap tetangga yang penasaran dengan tamu yang hadir dirumah Emma (ibu nya Reyga).
setelah selesai membantu Ibunya memasak, Reyga memanggil beberapa anggota Akuma nya.
"Adelia dan Serena bantu aku menyiapkan meja makan, Sam dan Greg bantu aku membawa makanan ini ke meja makan"
"Baik Tuan"
"hei, ketika dirumah panggil saja namaku"
"Baik Tuan Rey"
"dasar tuli, sudah kubilang Rey saja"
Disaat mereka sedang mempersiapkan hidangan makanan, terdengar bunyi bel rumah
"oi Tom, bisakah kau membukakan pintu itu?"
Ucap Reyga kepada Fariz Tom
"Siap tuan"
Tom membukakan pintu dan orang yang menekan bel itu pun terkejut dengan orang yang membukakan pintu.
"Oh ternyata kau, Rasya Septian"
Rasya Septian atau biasa kita sebut Asep terkejut ketika yang membukakan pintu rumah bukanlah Reyga atau Reyna, melainkan berandal yang terkenal kejam.
reflek Asep melayangkan pukulan tepat diwajah Tom, namun ditahan oleh Tom
"apa maksudnya ini?" Tom bertanya kepada Asep sambil mendorongnya
dengan muka yang penuh dengan amarah Asep menjawab
"sudah jelas bukan, aku ingin memukulmu bodoh, dan kenapa kau dirumah temanku? apa kau ingin membalas Reyga karena Reyga mengejekmu disekolah tadi?"
Reyga yang kebingungan kenapa Tom lama sekali membukakan pintu, Reyga menghampiri ruangan tamu dan melihat Asep yang sudah ingin melayangkan tendangan ke arah wajah Tom.
"apa yang kau lakukan sep?" ucap Reyga sambil menahan tendangan Asep
"Rey!! kenapa dia ada dirumahmu" ucap Asep yg masih marah
"maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud membuat keributan, tetapi dia duluan yang melayangkan pukulan, tapi aku hanya menangkisnya saja" ucap Tom sambil menundukkan kepala
"tuan?" Asep yang kebingungan dengan perkataan Tom
"aduh, bisa tidak kau tidak menyebutku tuan didepan temanku" ucap Rey sambil memegang kepalanya
"masuk dulu saja sep, kita makan dulu, nanti kujelaskan kepadamu"
Reyga, Tom dan Asep menuju keruang makan dan saat berjalan keruang makan tatapan marah Asep kepada Tom masih belum menghilang, dan Tom menyadarinya
"tersenyumlah Rasya Septian, karna Rey membenci tatapan intimidasi"
Rey sedikit tertawa
" kau sama saja Tom"
Asep semakin heran, kenapa Reyga bisa sangat akrab dengan Fariz Tom.
Sesampainya diruang makan, ibu Reyga melihat Asep datang kerumah
"eh Asep, sini ikut makan bareng ibu dan kerabat ibu"
"kerabat?" ucap batin Asep
Asep langsung terkejut dengan keramaian dirumah Reyga yang belum pernah dia lihat sebelumnya
"Kak Asep, ayo makan bareng Reyna" ucap Reyna memanggil Asep
Greg dan San keluar dari dapur dengan membawakan makanan tambahan yang dibuat oleh Nyonya Emma (ibu nya Reyga)
"makanan sampai" ucap Greg dengan gembira
"dan ini pudding untuk tuan putri kecil" ucap Sam dengan nada lembut
"Wah terimakasih paman"
"aku masih 23 tahun loh Tuan putri kecil"
ucap Sam sambil tersenyum kesal
Reyga menyuruh semua nya untuk berkumpul dimeja makan dan Reyga merasa ada kurang 1 orang disini
"Dimana Danzel?, dia tidak ikut?"
"katanya dia sedang ke supermarket tuan" ucap Adelia
Reyga heran dengan ekspresi Asep yang seakan memiliki tatapan yang bersinar
"Woi sep, apa yang kau lihat"
ternyata Asep melihat kearah Adelia dan Serena , Dimata Asep mereka seperti bidadari yang baru turun dari langit.
"Hai cantik, apa kau punya pacar?" ucap Asep kepada Adelia dan Serena yang sedang dimabuk cinta
"Setidaknya satu saja sep, masa kau ingin mengambil kedua nya"
terdengar suara bel dari luar, dan Reyga ingin membuka pintunya, namun Tom berinisiatif
"biar saya saja tuan" ucap Tom
Tom membuka pintu
" Maaf aku telat, tadi terjebak macet dijalan "
"cepatlah, tuan sudah menunggu"
Hans datang sambil membawa cemilan untuk adiknya Reyga
"Reyna Cantik, kak Hans bawakan Puding dan Jelly untukmu"
"Terimakasih paman" ucap Reyna dengan nada yang imut
seketika hidung Hans berdarah karna tidak tahan dengan keimutannya
"aku masih 23 tahun loh Tuan putri cantik"
"baiklah, hidangan sudah dimeja, semua sudah berkumpul, terimakasih karna kalian telah mau datang kerumahku, silahkan nikmati semuanya"
"baik tuan" ucap semua Anggota Akuma
Asep berbisik ditelinga Reyga dan berkata
"saat ini selesai kau harus menjelaskan kepadaku dan perkenalkan aku dengan Adelia"
Reyga tersenyum dan berkata
" baiklah sep, makan saja dulu"