Unwanted Fate

Unwanted Fate
11. Kemalangan Pelaku II



Melihat tuannya yang habis bertikai dengan David Resnakov, Hans Danzel dan Fariz Tom menghampiri Reyga dan Asep


"Ada masalah apa Asep?" tanya Hans (Pak Hamid)


"Dia (David Resnakov) ingin mengambil roti yang telah dibeli Reyga, dan aku mencegahnya, tapi dia memukulku terlebih dahulu pak"


"Kau tidak apa-apa Asep?"


"saya tidak apa-apa pak"


Ting...Ting ..Ting ..( bunyi bel sekolah )


"sudah bel, kalian segera lah masuk ke kelas"


saat mereka ingin kembali ke kelas, Hans menahan pundak Fariz sambil berkata


"Jaga emosi Tuan Rey, apa kau ingat terakhir kali dia kehilangan emosi nya?" ucap Hans kepada Fariz


"Aku tahu itu" ucap Fariz Tom


saat menuju ke kelas, Asep bertanya kepada Rey


" kenapa kau tidak melawan Rey?"


"hah? kenapa aku harus membuang tenagaku hanya karena sebuah roti?"


"aduh, kau itu di palak bodoh" ucap Asep sambil menunjukan ekspresi marah


"hei, aku tidak ingin disebut bodoh oleh orang yang ranking terakhir dikelas" ucap Reyga kepada Asep.


"padahal pukulanmu itu bisa membuat orang pingsan, tapi kau malah memilih mengalah, tapi tenang saja Rey, selama aku Asep disampingmu, kau tidak akan terluka"


"hahaha, baiklah terimakasih karna membelaku tadi" ucap Reyga dengan senyuman tipisnya


"tapi nanti traktir aku ya Rey"


"brengsek".


Mereka pun masuk kekelas dan memulai pelajarannya .


Ting...Ting ...Ting ..... (bunyi bel sekolah)


Bel sekolah berbunyi tanda selesainya pelajaran dan mereka bersiap untuk pulang.


saat Reyga berbincang dengan Asep dan Fariz Tom, tiba-tiba datang segerombolan anak pembully yang diketuai oleh David Resnakov.


Asep mengambil langkah terdepan sambil melindungi Reyga.


"mau apa kalian kesini para pecundang?" ucap Asep menyebut gerombolan pembully David Resnakov


"ha? selain bodoh apa kau juga pelupa? aku akan menghabisi kalian pastinya"


Reyga tertawa kecil karna mendengar ucapan dari David Resnakov.


David Resnakov pun menanggapi tawa kecil dari Reyga.


"apa yang kau tertawakan ha? jangan memohon ampun ketika kau babak belur nanti"


Reyga langsung menarik pundak Asep sampai Asep terdorong kebelakang.


"aku? babak belur?, ah sebaiknya kita tidak berkelahi disini...."


David langsung memotong omongan dari Reyga


"wah bukankah sudah kubilang, kau tidak akan aku ampuni"


Reyga langsung menatap sinis kearah David


"hei Anak Haram, aku belum selesai bicara, aku bilang jangan berkelahi disini, namun cari lah tempat yang lebih besar supaya kalian langsung bisa menyerangku bersamaan"


mendengar ucapan Reyga yang menantang, perasaan David menjadi campur aduk , takut, marah dan berkeringat.


"ku tunggu kau di gedung olahraga sekolah, jika kau tidak akan datang maka orang terdekatmu lah yang akan merasa akibatnya"


"sudah, cepatlah pergi kalian para berandal bodoh, aku akan menyusul" ucap Reyga sambil melambaikan tangan.


Gerombolan itu pun bubar dan menuju ke gedung olahraga.


Asep yang heran kenapa Reyga yang dia kenal pendiam dan sangat tidak peduli dengan sekitarnya menjadi sangat agresif sekarang.


"Hei Rey, apa kau sakit? bagaimana kau bisa sembrono seperti ini, aku akan menemanimu Rey"


"tidak, kali ini kau jadi penonton saja ya sep" ucap Reyga kepada Asep sambil tersenyum tipis


Reyga langsung menatap kearah Fariz Tom


"Tom, jangan sampai kau ikut campur dan jangan sampai temanku ini ikut campur juga, jadi lah penonton"


"baik tuan, tapi saya harap anda tidak menggunakan emosi anda tuan"


"melawan anak nakal tidak perlu emosi, ini sekedar pelajaran saja untuk mereka Tom" ucap Reyga


Asep menghampiri Fariz Tom dan sambil menarik kerah baju Fariz Tom.


"bagaimana kau bisa membiarkan Rey sendirian yang akan dikroyok oleh segerombolan pembully?"


"aku hanya mematuhi perintah tuanku, dan kau tidak perlu khawatir Rasya Septian, apa kau pikir tuanku orang yang lemah?"


"baiklah Rey, tapi jika aku melihat situasi dimana kau terpojok, aku akan langsung membantu mu"


"itupun kalau aku terpojok, bahkan kau tidak akan sempat membantuku Sep" ucap Reyga.


mereka bertiga pun pergi menuju gedung olahraga , saat mereka menuju ke gedung olahraga Asep menyikut Fariz Tom dan mereka berjalan perlahan dibelakang Reyga.


"Bagaimana bisa kau yakin dengan Reyga?" tanya Asep kepada Fariz Tom


"aku tidak ingin membuka lebih banyak informasi tuanku kepadamu Rasya, tapi akan kuberi satu hal kepadamu, aku Fariz Tom tidak pernah menang sekalipun melawan tuanku, kau lihat saja nanti, aku bahkan sudah lama tidak melihat dia bertarung"


Asep terkejut dengan jawaban Fariz Tom, Asep melihat Reyga dari belakang.


"siapa sebenarnya dirimu ini Rey? ucap batin Asep.


mereka sampai digedung olahraga dan Fariz Tom membuka pintu gedung tersebut, saat mereka masuk ke gedung, mereka langsung dikerumuni oleh kelompok pembully sekolah.


David yang melihat Reyga datang sedikit terkejut karna keberaniannya.


"kuakui kau memang lelaki, tapi pilihan mu salah, kau akan kuhabisi disini" ucap David dengan sombongnya.


Fariz Tom langsung mundur sambil menarik kerah belakang Asep, dan mereka menonton sambil duduk di tepian.


David terkejut dengan Fariz Tom yang tidak ikut campur.


"wah, kau tidak akan menyuruh temanmu untuk membantumu?"


Reyga yang sambil meregangkan tubuhnya berkata.


"tidak, aku saja cukup untuk memberi kalian pelajaran"


Reyga menghitung jumlah kelompok pembully tersebut.


"ha? cuma 20 orang? apa segini isi kelompokmu anak manja (David Resnakov)"


David yang marah mengeluarkan urat-urat dikepalanya karna sudah emosi melihat tingkah laku Reyga.


"JANGAN SOMBONG KAU SIALAN, KALIAN SERANG DIA"


Kelompok itu pun menyerang Reyga bersamaan.


....


Asep sangat khawatir melihat 20 orang itu bersamaan menyerang Reyga, Fariz Tom langsung berbicara kepada Asep


"tuanku itu sangatlah kuat, tidak peduli seberapa ramainya mereka, kau duduk dan tenang lah Rasya Septian".


Saat kelompok pembully itu menyerang Reyga, Reyga langsung memasang posisi siap untuk menyerang mereka juga.


"MATI LAH KAU" ucap anak buah David yang menyerang Reyga pertama kali.


Asep terkejut dengan posisi bertarung Reyga.


"itu kan..."


Seketika anak buah David yang menyerang Reyga terlempar sehingga membuat beberapa anggota pembully yang dibelakangnya ikut terhempas.


Fariz Tom langsung tersenyum melihat tuannya


"lihat? tuanku itu kuat Rasya" ucap Fariz Tom kepada Asep


Asep terkejut bagaimana serangan Reyga bisa sekuat itu.


Seketika kelompok pembully David terdiam melihat serangan dari Reyga.


"loh, apakah Tendanganku terlalu kuat untuk kalian?" ucap Reyga.


David Resnakov pun terkejut melihat serangan Reyga yang menghempaskan anggota nya.


Asep terkejut melihat power dari tendangan Reyga


"bukankah itu tendangan dari bela diri Taekwondo, Dolyo Chagi?" ucap Asep


David meneriaki anggota-anggota nya


"APA YANG KALIAN LIHAT, DIA HANYA SENDIRI, CEPAT HABISI DIA" ucap David yang panik


Serangan berdatangan kearah Reyga, namun Reyga dengan mudah menghindarinya.


"Sudah kubilang bukan, tuanku itu kuat" ucap Fariz Tom kepada Asep.


"Bagaimana Rey bisa seperti itu?" tanya Asep


"tuan Reyga itu seperti kloningan ayahnya, tuan Reynold"


"maksudmu?" ucap Asep yang masih bingung


"Tuan Reynold seorang yang penuh kasih sayang, bahkan ketika dia dalam pertarungan pun, dia masih mengasihi musuhnya, namun Tuan Reyga kebalikan dari ayahnya, dia sangat tidak ingin mengurusi hal-hal yang merepotkan baginya, tapi ketika dia turun tangan, berharaplah dia tidak menggunakan emosinya dalam pertarungan"


Asep yang masih penasaran bertanya kepada Fariz Tom


"apa maksudmu dari emosi ?"


"Tuan Reyga ketika emosinya keluar, pribadi lain dari dirinya lah yang menggendalikannya, seperti seorang Iblis yang haus darah"