
Happy reading!
Kayaknya mau bikin target aja deh, biar rame yang muncul✨
Bisa yuk, komennya yang banyak ttg isi cerita bukan next next next yah!
🖤🖤🖤
Leo dan Virgo sepakat untuk pergi ke kafe taman. Letak kafe itu layaknya hidden gems yang jarang diketahui banyak orang, pemandangannya sangat bagus. Rata-rata yang datang ke sana, pasangan anak muda SMA-Mahasiswa.
Keduanya memilih untuk duduk di pondok yang bentuknya sangat unik. Senyum tidak lepas dari wajah cantik Virgo. Gadis itu terlihat begitu senang dan bahagia diajak Leo ke sana.
"Sini aku fotoin," tawar Leo.
Tidak sungkan, Virgo menyodorkan ponselnya pada pemuda itu. Gadis itu tanpa canggung bergaya di depan kamera. Leo dengan sabar memotret Virgo, mengambil gambar dari berbagai sudut.
"Coba liat dulu hasilnya." Leo menyodorkan ponsel Virgo agar gadis itu melihat hasil jepretannya.
Rasa kagum Virgo tidak dapat ditutupi. Gadis itu spontan memuji hasil foto yang diambil oleh Leo. Semua fotonya tampak cantik dan mengagumkan.
"Bagus semua, gak ada yang gagal. Kamu pinter banget motretnya," puji Virgo tulus membuat Leo tersipu malu.
"Beda cerita kalo Scorpio yang motoin. Hasil fotonya blur semua." Senyum Leo dalam sekejap lenyap mendengar ucapan Virgo.
Ekspresi pemuda itu mendadak datar saat Virgo menyebut nama sahabat laki-lakinya. Leo melirik Virgo yang sedang fokus pada ponsel. Pemuda itu berinisiatif untuk mengajak gadis itu berbicara serius setelah pesanan mereka datang semua. Leo tidak ingin diinterupsi oleh hadirnya pelayan di antara mereka berdua.
Setelah sepuluh menit menunggu, semua makanan disajikan dan pasangan itu telah puas berfoto bersama. Keduanya makan dengan tenang. Virgo terlihat sangat menikmati makanannya, sebaliknya Leo justru gelisah. Jantung bergemuruh riuh, gugup, dan cemas melanda Leo di tempat duduknya. Nafsu makannya seolah menguap entah ke mana.
"Kamu kenapa? Kok gak dimakan?" tanya Virgo tampak khawatir.
Leo menggeleng dan segera menyendokkan makanannya ke dalam mulut dan mengunyah dengan susah payah. Setelah keduanya selesai makan, Leo menarik dan mengembuskan napas berkali-kali, mencoba bersikap tenang seperti biasanya.
"Vi, aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Virgo yang sedang membalas chat Scorpio terkejut mendengar ucapan Leo. Gadis itu tampak panik dan gugup, lantas mengabaikan ponselnya begitu saja.
Virgo memperhatikan jakun Leo naik turun. Terlihat jelas jika pemuda itu sedang gelisah, gugup dan cemas. Virgo ikut cemas dengan memilin jari jemarinya, menunggu Leo melanjutkan perkataannya.
"Ayo, kita pacaran, Vi!" ucap Leo cepat dan Virgo pun dengan lantang tanpa ragu, "Ayo!" Leo mengangkat wajah dan menatap lekat Virgo dengan tatapan tidak percaya. Pemuda itu merasa berhalusinasi dengan jawaban yang diberikan oleh Virgo. Sama sekali tidak menyangka jika gadis itu akan menjawabnya secepat mungkin, seolah tanpa berpikir panjang sebelumnya.
"Kamu ... serius?" tanya Leo meyakinkan.
Virgo mengangguk dengan wajah tersipu malu. Keduanya terlihat salah tingkah di tempat duduk masing-masing. Leo memberanikan diri untuk menggenggam tangan Virgo yang ada di atas meja.
"Jadi, sekarang kamu resmi pacar aku." Virgo tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum malu saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Leo. Butuh waktu tiga bulan sampai pada akhirnya, Virgo mendapatkan pernyataan cinta dari gebetannya itu.
Leo berpindah tempat duduk menjadi tepat di samping Virgo. Gadis itu memindahkan ponselnya yang ia taruh tepat di depan Leo. Gadis itu menggigit bibir dalamnya kuat, ia yakin jika Leo akan menciumnya hari ini. Virgo bersyukur di dalam hati karena semalam sudah diajarkan oleh Austin tentang tata cara ciuman. Gadis itu sangat percaya diri untuk menerima dan membalas ciuman Leo.
Leo menatap lekat Virgo sambil menggenggam erat telapak tangan. Pemuda itu mendekatkan wajahnya ke wajah Virgo. Tangan Leo mengambil sejumput rambut Virgo yang menjuntai ke depan wajah untuk ditaruh ke belakang telinga gadis itu. Leo tersenyum manis sebelum mempertemukan bibirnya pada bibir Virgo.
Perasaan aneh menyeruak di dalam hati Virgo. Tidak ada rasa gugup, gemetar, bahkan jantungnya tidak berdetak heboh seperti semalam. Step by step yang dilakukan Leo hampir sama dengan yang dilakukan Scorpio, tetapi rasanya berbeda. Virgo hanya diam, membiarkan Leo memimpin ciuman mereka yang cukup singkat itu.
"Bibir kamu manis, rasa strawberry," kata Leo berusaha mencairkan suasana mereka berdua.
Virgo menjilat bibirnya dan tersenyum canggung. "Aku pake lipbalm strawberry." Leo mengelus puncak kepala Virgo dengan lembut.
"Setelah ini kita ke Mall yuk," ajak Leo antusias.
Virgo berdeham seraya membereskan barang-barang bawaannya. "Kayaknya kita pulang aja deh, Le. Hari ini, aku banyak PR. Jam 5 nanti, aku juga harus pergi les." Virgo sedikit khawatir Leo akan marah karena dirinya merusak list kencan pertama yang dibuat Leo.
"Oh, oke. Ya udah, aku anter kamu pulang yah. Besok aja atau weekend kita kencannya." Virgo lega. Leo tidak marah dan berinisiatif untuk mengganti waktu kencan mereka.
"Maaf yah. Aku udah ngerusak jadwal kencan perdana kita." Leo menepuk punggung tangan Virgo pelan.
"Kenapa harus minta maaf? Aku ngerti kok. Aku yang harusnya minta maaf sama kamu karena gak bisa anter jemput kamu les. Aku sibuk latihan." Virgo mengelus pipi Leo dengan senyum manis di wajahnya. "Aku juga ngerti kesibukan kamu kok. Kamu tenang aja, aku bisa pergi pulang les bareng Scorpio. Jadi, kamu gak perlu khawatir." Leo mengangguk paham.
Pemuda itu mengemudikan mobilnya ke arah rumah Virgo. Sesaat setelah sampai di depan rumah, Virgo memberanikan diri untuk mencium pipi Leo yang membuat terkejut pemuda itu.
"Makasih yah, udah nganteri aku pulang. Kamu hati-hati di jalan," kata Virgo tulus.
Leo tidak kuasa menahan senyum bahagianya lantas menarik Virgo untuk mencium dahi gadis itu sebagai salam perpisahan mereka. Virgo melambaikan tangan saat mobil Leo meninggalkan rumahnya. Gadis itu melangkah masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai dua menuju kamarnya. Virgo terkejut setengah mati saat melihat sosok Scorpio yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada menatap lurus tanpa ekspresi ke arahnya.
"Kamu ngangetin tau gak!" hardik Virgo sambil mendorong tubuh besar Scorpio agar menyingkir dari depan pintu kamarnya.
Scorpio bergeser sedikit, memberi ruang untuk Virgo masuk ke dalam kamarnya. Saat Virgo masuk ke dalam kamar, Scorpio mengekor dari arah belakang.
"Aku laper!" kata Scorpio.
"Ya makan sana!" jawab Virgo singkat.
Gadis itu melemparkan barang-barangnya ke sembarang tempat dan Scorpio bagian memungut, meletakkan di tempat yang seharusnya. Virgo menarik asal baju yang ada di tumpukan lemari membuat susunannya kacau balau. Scorpio yang melihatnya hanya bisa mendesah dan membenahinya.
"Kamu tuh cewek, tapi gak ada rapi-rapinya sedikit pun. Ngambil baju aja gak ada halusnya, sembarangan tarik. Belum lagi, barang-barang yang lain, asal lempar, asal taruh. Dasar cewek urakan!" omel Scorpio.
Virgo yang sudah mengganti seragamnya dengan kaos rumahan miliknya berjalan santai, seolah tidak menghiraukan ocehan Scorpio yang hampir mirip dengan mamanya.
"Eh, kuping kamu denger gak sih? Bisa gak sih kamu pensiun jadi cewek urakan." Scorpio duduk di kursi menatap lurus Virgo yang duduk di atas ranjang sibuk dengan ponselnya.
"Kalo aku pensiun, terus kamu gak ada kerjaan lagi. Kalo aku berantakin, kamu yang beresinnya," jawab Virgo cuek.
Scorpio mendengkus mendengar jawaban singkat sahabatnya itu yang begitu menohok. Baru saja Scorpio ingin menghidupkan PSP di tangannya, tindakan Virgo yang tiba-tiba membuat dirinya tercengang, kehilangan kata-kata.
Virgo duduk di pangkuan Scorpio tanpa sepatah kata pun. Gadis itu menatap Scorpio lekat dan memegang kedua pipi pemuda itu dengan kedua telapak tangannya. Virgo mencium Scorpio.
🖤🖤🖤
Yuk! Bisa yuk komen yang banyak!