
Maaciih antusiasnya buat nyambut Shin update di NT/MT ini lagi yey🥰😍
Jangan lupa vote vote biar ceritanya naik 🤭🤭
🖤🖤🖤
Virgo mengirimkan pesan singkat pada Scorpio untuk tidak berangkat sekolah bersama karena gadis itu akan dijemput oleh Leo. Selang lima menit dari pesan yang dikirimkan Virgo masuk ke dalam ponsel Scorpio, pemuda itu sudah berdiri di depan pintu kamar sang gadis dan mengetuknya cukup kencang.
Tersentak kaget melihat sosok di hadapannya sedang menyilangkan kedua lengan di depan dada menatap lurus. "Ngapain ke sini?" Virgo bingung. Bukankah dia sudah memberitahu Scorpio.
Pemuda yang sudah memakai seragam sekolah lengkap itu memicingkan mata menatap Virgo. "Tumben banget gebetan kamu mau ngejemput. Mau ciuman pagi-pagi?"
Virgo mendelik kesal. Gadis itu mengacungkan telunjuknya ke depan wajah Scorpio sambil melotot. "Kamu! Kenapa harus tau sih rencana aku? Kamu cenayang yah?" Virgo terlihat gusar.
Scorpio menggeleng. Virgo tidak punya bakat berbohong, kepolosannya pun tingkat akut. Gadis itu akan selalu berkata apa adanya. Contohnya seperti sekarang. Padahal Scorpio hanya asal menebak dan ternyata Virgo sudah berencana untuk berciuman dengan Leo. Ekspresi Scorpio tiba-tiba berubah datar.
"Kamu sudah bilang sama Leo kalau kamu mau minta cium sama dia?" Virgo menggeleng. "Lagi mikir rangkaian kata-katanya." Scorpio menghela napas.
"Masih inget caranya 'kan?" Pandangan Virgo menerawang dan mengangguk ragu. "Kayaknya masih." Gadis itu menggigit bibirnya sambil mengerutkan dahi tampak berpikir keras.
Scorpio menarik lengan Virgo sehingga gadis itu duduk tepat di pangkuannya. Gadis itu tampak shock, lipbalm di tangannya sontak jatuh ke lantai. Pandangan keduanya beradu.
Scorpio berkata lirih, "biar kamu inget step-step-nya nanti."
Virgo segera menutup kedua mata saat wajah Scorpio mendekati wajahnya. Bibir lembut Scorpio menempel sempurna pada bibir Virgo. Secara alamiah kepala keduanya bergerak bergantian kiri dan kanan, saling mengecup bibir masing-masing. Keduanya menyudahi ciumannya sambil kembali menatap satu sama lain.
"Udah inget 'kan sekarang?" tanya Scorpio dan Virgo mengangguk.
Gadis itu beranjak dari pangkuan Scorpio dan membenahi seragam sekolahnya. Sebelum Scorpio melangkahkan kaki ke luar kamar Virgo, pemuda itu menepuk puncak kepala sahabatnya dengan lembut.
"Hati-hati di jalan. Jangan sampe ada barang atau buku yang ketinggalan." Virgo mengangguk kaku. Jantungnya masih bergemuruh riuh. Gadis itu menatap punggung Scorpio yang menghilang dari pandangannya.
Suhu tubuh gadis itu mendadak panas. Sejuknya AC sudah tidak terasa lagi. Dirinya menaruh telapak tangan di dada, merasakan debaran jantung yang berdetak begitu kuat.
"Kenapa aku kayak gini? Kok mendadak kayak mau demam?" gumam Virgo sembari menenangkan detak jantungnya.
***
Gadis cantik itu menatap jam tangan, waktu sudah menunjukkan pukul 07.10, sudah saatnya ia bergegas turun karena sebentar lagi Leo akan menjemputnya. Virgo sudah siap. Gadis itu mematut penampilannya sekali lagi di cermin, memastikan jika dirinya sudah tampak luar biasa. Wajah cantiknya dipenuhi senyum semringah saat suara klakson mobil Leo telah sampai di area parkir rumahnya.
Virgo menyapa pemuda tampan yang sedang duduk di depan stir mobil. "Hai!" Leo membalas dengan senyuman lebar. Pemuda itu melirik Virgo dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Kamu cantik banget hari ini," puji Leo berhasil membuat Virgo tersipu malu.
"Kamu suka sama penampilan aku hari ini?" tanya Virgo seraya memainkan rambutnya. Leo mengangguk sambil tersenyum lebar.
"Gak cuma hari ini, tapi setiap hari kamu selalu cantik di mata aku." Semburat merah merona sudah bisa dipastikan muncul di wajah Virgo berkat gombalan maut gebetannya.
"Kita jalan sekarang?" Leo bertanya pada Virgo dan gadis itu mengangguk menanggapinya.
Mobil Leo melaju dengan kecepatan sedang. Keduanya sepanjang jalan bertukar cerita. Virgo menatap kagum wajah tampan Leo. Gadis itu menyukai Leo karena pemuda itu tidak pernah kehabisan topik untuk dibicarakan berdua, mulai dari membahas musik, pelajaran bahkan yang berbau politik. Virgo juga sangat suka ketika Leo memujinya atau sekadar memberinya gombalan receh.
Di sekolahnya, Leo termasuk siswa yang memiliki banyak penggemar. Pemuda itu tergabung dalam anggota band sekolah, berposisi sebagai drummer. Leo yang terlebih dahulu mendekati Virgo, setelah mengetahui gadis itu sudah putus dengan pacar sebelumnya yang berbeda sekolah dengan mereka. Tidak menunggu waktu lama, Virgo memberikan lampu hijau pada Leo untuk melakukan pendekatan dengannya dan akhirnya, sampai sekarang sudah berjalan tiga bulan hubungan mereka hanya sebatas gebetan. Leo sepertinya belum ingin menyatakan perasaannya pada Virgo, entah apa alasannya, gadis itu pun tidak bisa menebaknya.
"Pulang sekolah nanti kita jalan yuk," ajak Virgo tanpa ragu.
"Nanti aku tunggu di parkiran yah," kata Leo memberitahu.
Virgo melambaikan tangan pada cowok tampan yang pergi berangkat sekolah bersamanya. Mereka berpisah di koridor karena kelasnya tidak searah. Langkah Virgo begitu ringan, wajah cantiknya mengulum senyum bahagia. Gadis itu mendudukkan bokongnya ke atas kursi ketika sudah sampai di kelas.
Scorpio menatap lekat Virgo. Pemuda itu seolah memiliki dua kepribadian yang berbeda. Jika sedang berada di sekolah atau di luar rumah, Scorpio lebih suka memasang ekspresi datar, bersikap dingin dengan semua orang. Namun, ketika di rumah, Scorpio lebih ekspresif dan juga banyak omong. Bak langit, bumi sikapnya, hanya Virgo yang mengetahui semua itu dan bisa mengendalikan tempramen dingin Scorpio selama di sekolah.
"Abis dapet lotre?" Sindiran singkat dilontarkan Scorpio yang tidak mengalihkan pandangan dari layar PSP-nya.
"Nanti siang aku mau jalan sama Leo." Virgo begitu excited ketika memberi tahu Scorpio berita itu.
Scorpio berdecak. "Lebay!" Virgo mengabaikan ejekan Scorpio.
"Aku gak jadi ciuman tadi sama Leo," bisik Virgo. "Bagus deh!" jawab Scorpio singkat. Virgo mendengkus.
Gadis itu memilih untuk ber-selfie untuk memperbaharui postingan akun media sosialnya. Saat asyik berfoto, seseorang mengetuk meja Virgo membuat pandangan gadis itu beralih.
"Pindah dulu dong, gue mau ngomong sama pacar gue." Mira tiba-tiba datang dan menyuruh Virgo pindah tempat duduk. Scorpio melirik dan alis tebalnya bertaut melihat kedatangan Mira yang kini sudah duduk di sebelahnya. Pemuda itu melepas earphone di telinganya dan menatap tajam Virgo yang masih sibuk berfoto di meja seberang mereka.
"Mau apa?" tanya Scorpio dengan ekspresi datar.
Mira melingkarkan lengannya di lengan Scorpio dan menyandarkan kepala di sana. Telunjuk gadis itu mengelus lembut rahang tegas Scorpio. Virgo melirik dan bergidik geli. Gadis itu memilih untuk meninggalkan kelas dan mengobrol bersama teman-temannya yang lain di koridor.
"Sayang, maafin aku yah. Kemarin aku telat buat ngabarin kamu kalo aku mau pergi sama papaku. Maaf yah, Sayang." Mira berkata dengan nada manja.
Scorpio bungkam, masih fokus bermain dengan PSP-nya. Mira mengambil PSP dari tangan Scorpio dan menaruhnya agak jauh dari jangkauan pemuda itu. Scorpio memberikan tatapan tajam, tapi tidak berefek apa pun dengan Mira.
"Maafin aku yah, Sayang. Pulang ini kita jalan yuk. Kita nonton, shopping. Okay." Scorpio hanya menghela napas berat.
Diamnya Scorpio dianggap oleh Mira tanda setuju. Gadis itu tidak ragu untuk mencium pipi Scorpio. Pada saat yang sama, Virgo melihat semua kejadian itu. Gadis itu memutar bola mata. Sebenarnya Virgo menyimpan rasa kesal pada tingkah laku Mira terhadapnya, tetapi karena Mira adalah pacar sahabatnya, tentu saja Virgo harus bersikap seolah semua baik-baik saja. Gadis itu tidak ingin memercik perselisihan di antara pasangan itu apalagi dengan emosi Scorpio yang mudah terpancing.
🖤🖤🖤
Virgo membereskan semua peralatan belajarnya, menyimpannya sebagian ke dalam tas dan sebagian ke dalam loker. Wajahnya begitu semringah. Waktu pulang sekolah adalah yang dinantikannya, segera bertemu Leo.
"Ayo, pulang!" ajak Scorpio yang sudah siap berdiri di sebelahnya dengan tas tersampir di bahu kiri dan sebelah tangan di dalam kantong celana.
Telunjuk Virgo bergerak ke kanan kiri. "Aku mau hangout sama calon ayang." Virgo terkekeh saat menyadari perkataannya sendiri.
Belum sempat Scorpio menjawab, seseorang sudah memanggil namanya dari ambang pintu. Virgo dan Scorpio menoleh bersamaan. Seorang gadis tersenyum lebar sambil melambai ke arah mereka. Virgo mendorong Scorpio untuk segera pergi dari tempatnya berdiri.
"Sana, pergi! Mira udah jemput tuh," usir Virgo. Ekspresi datar Scorpio menatap lekat Virgo sejenak lalu menepuk puncak kepala gadis itu dengan pelan.
"Hati-hati." Hanya kalimat singkat itu yang keluar dari mulut Scorpio sebagai salam perpisahannya dengan Virgo. Gadis itu mengangguk patuh.
Mira melingkarkan lengannya pada lengan Scorpio. Keduanya berjalan bersamaan. Banyak yang mengatakan jika Scorpio dan Mira adalah pasangan yang serasi, banyak juga yang mendukung hubungan mereka.
Virgo melangkah meninggalkan kelas menuju parkiran untuk menemui Leo yang sudah menunggunya di sana. Dengan saling melempar senyum, Leo dan Virgo meninggalkan halaman parkir sekolah mereka.
Sepasang mata memicing sinis melihat mobil berwarna putih yang baru saja melintas di depannya. Urat tangannya terlihat jelas saat menggenggam erat stir karena menahan kesal.
🖤🖤🖤