
Happy weekend β¨
Semoga hari ini menyenangkan π
Jangan lupa bersyukur yah π«Άπ»
Jangan lupa ramein kolom komentarnya β€οΈ
Baca komen kalian itu salah satu moodbooster buat Shin π«Άπ»
Bantu pake votenya juga yah π₯°
Happy reading π«Άπ»
π€π€π€
Virgo kembali ke tempat duduknya dengan wajah merah merona. Gadis itu merasa pipinya panas. Di dalam otaknya, Virgo masih bertanya-tanya, bagaimana Scorpio bisa menebak jika dirinya punya keinginan untuk mencium bibir pria itu? Apa keinginan itu tampak jelas di wajahnya?
"Gak capek apa bikin orang iri?" sindir Desi saat Virgo duduk di sebelahnya.
"Emang kenapa kalian iri?" tanya Virgo bingung.
Dewi menyenggol lengan Virgo. "Jangan pura-pura gak tau deh, Vi. Kamu sama Austin itu kayak couple goal banget. Bikin kita iri." Dewi memberi penjelasan.
Virgo hanya menggeleng sambil tersenyum simpul mendengarnya. Dari arah yang tidak jauh dari tempat duduk Virgo, sekumpulan siswi adik kelas dan juga teman satu tingkatnya sedang berkumpul membicarakan Leo.
"Gue seneng banget sekarang Leo udah jomlo lagi,"
"Iya, sama. Bahagia banget ngeliat kak Leo lepas dari cewek bekicot yang nempel mulu itu,"
"Hmm, bener banget. Sana sini, itu cewek ngintil terus. Mana di kelas Leo mulu kemarin. Idih, najis banget liatnya!"
"Kan emang dia cewek bekicot. Gampang nempel plus lengket sama cowok. Liat aja kelakuannya sekarang, putus dari Leo nempel ke Austin. Gak tau malu!"
"Ceweknya gak tau diuntung. Harusnya bersyukur punya pacar kak Leo, ganteng, multitalent, eh ... malah diselingkuhi."
"Selingkuh sama sahabat sendiri pula. Emang gak punya malu. Sok cantik pula!"
Teman-teman Virgo melirik Virgo yang mendadak diam dan menunduk, mendengar semua ejekan kasar para siswi itu. Mereka terlihat jelas sangat sengaja berbincang dengan suara lantang agar didengar oleh Virgo.
"Dikira orang bakal iri gitu? Ngeliat dia ngelap keringet selingkuhannya? Yang ada gue pribadi jijik ngeliat tingkahnya. Sok manja, sok polos, padahal iyuh!"
Desi memegang tangan Virgo yang gemetaran. Sudah bisa dipastikan jika saat ini Virgo menangis. Baru saja hendak membuka mulut untuk membalas perkataan gerombolan pemuja Leo, sebuah botol mineral kosong melayang di udara dan jatuh tepat di depan tempat duduk para siswi yang menghina dan menyindir Virgo. Teriakan terkejut sontak keluar dari mulut mereka semua, sehingga arah pandang sekeliling berpindah pada para pemuja Leo yang duduk tidak jauh dari Virgo. Seorang gadis berdiri hendak menghardik si pembuat onar yang mengagetkannya, tetapi tercengang saat tahu siapa yang melakukannya.
Dengan seragam futsal yang sudah dibanjiri keringat, Scorpio berjalan mendekati gerombolan siswi itu melewati tempat duduk Virgo. Semua orang di sana memasang kedua mata mereka untuk menantikan adegan seru yang akan muncul. Teman sekelas Virgo, sudah jelas tahu bagaimana sikap Scorpio. Di sekolah pemuda itu lebih banyak diam, terlihat dingin, tapi perhatian, dan bukan tipe bad boy yang sering membuat onar di sekolah. Bahkan satu pun tidak ada catatan perilaku buruk yang dilakukan Scorpio selama bersekolah hampir tiga tahun lamanya.
Scorpio berjongkok di depan semua gadis yang sengaja menghina Virgo, menatapnya satu per satu dengan tatapan tajam seakan ingin menguliti mereka semua.
"Yang kalian sebut cewek bekicot itu, jauh lebih baik kelakuannya, dari pada mulut sampah kalian semua." Scorpio berkata dengan nada pelan, tetapi menusuk.
"Gak ada larangan buat muja muji idola kalian. Kalian bebas buat nyebari semua kebaikan yang dia punya sepengetahuan kalian, tapi gak perlu tambahan fitnah apalagi menyeret orang lain," desis Scorpio.
Pemuda itu merebut botol plastik air mineral yang sempat ia lempar tadi di salah satu tangan siswi di sana dan meremasnya kuat. Leo muncul dari belakang Scorpio dan mendorong tubuh Scorpio agar berdiri menjauh dari para fansnya. Kedua pemuda itu berdiri saling berhadapan dan menatap tajam satu sama lain.
"Jangan kasar sama cewek," tuduh Leo pada Scorpio.
Semua orang di sekeliling mereka bisa merasakan hawa panas menguar dari tubuh keduanya. Rekan futsal Scorpio pun sudah berancang-ancang keluar dari lapangan, begitupun sebaliknya anggota band yang lain sudah ikut mendekat melihat apa yang sedang terjadi.
"Lo lagi ngelawak?" ejek Scorpio dengan ekspresi wajah meremehkan.
"Gue gak lagi ngelawak, gue ngasih tau lo. Lo gak pantes berbuat kasar sama cewek. Kalo lo mau duel, sini duel sama gue," tantang Leo menggebu.
Scorpio dengan tenang berjalan mendekat ke arah Leo. Hampir sebagian orang di sana menahan napas, tercekat melihat pergerakan berani Scorpio. Mereka siap melihat adu jotos antar cowok populer di sekolah.
Scorpio mengambil benda yang sedang dipegang oleh salah satu gadis di dekatnya dan mengarahkannya ke Leo. Sebuah bedak dengan kaca terbuka lebar. "Sebelum lo ngingetin gue begitu, mending lo ngaca dulu. Bukannya kata-kata itu lebih pantes buat diri lo sendiri. Atau ... lo sudah amnesia sama kelakuan sendiri?" Perkataan Scorpio membuat semuanya bertanya-tanya dan lagi tebakan mereka meleset, karena Scorpio tidak memukul Leo.
Leo mendorong kuat tubuh Scorpio dan memberi tinjuan pada wajah Scorpio dengan emosi penuh serta menggebu. Semua orang memekik. Scorpio oleng, tapi sama sekali tidak berkeinginan melawan atau membalas. Teman-teman satu grup band Leo segera berlari menahan tubuh Leo yang ingin memberikan tinjuan selanjutnya pada Austin.
Virgo berlari menembus kerumunan dan menghampiri Scorpio yang sedang berdiri sambil memegangi pipinya. Salah satu anggota futsal Scorpio sudah mulai terpancing amarah, ingin membalas perbuatan yang dilakukan Leo. Namun, berhasil dicegah.
"Kamu kenapa gak ngehindar?" Virgo bertanya dengan air mata mengalir sambil memegangi pipi Scorpio.
Leo yang melihat pemandangan itu semakin terbakar api emosi. Pemuda itu memberontak ingin menarik Virgo menjauhi Scorpio. Rasa cemburu masih tersisa di dalam diri Leo ketika melihat kedekatan Virgo dan Scorpio.
"Ini semua gara-gara cewek caper kayak lo!" sungut salah satu siswi bernama Putri yang berdiri berani menunjuk wajah Virgo.
"Lo emang pembawa masalah!" bentak Putri lagi membuat Virgo menoleh geram. Sudah habis kesabaran gadis itu untuk diam. Scorpio mencekal lengan Virgo, tetapi dientakkan oleh gadis itu sehingga terlepas. Virgo menghapus air matanya dan maju dua langkah ke depan Leo dan juga Putri. Mereka kini menjadi pusat perhatian semua orang.
Virgo menatap Leo sinis. "Kenapa lo diem aja saat semua orang ngasih tuduhan ke gue? Lo menikmati semua ini? Lo pikir, gue akan selamanya diem?"
Virgo yang terkenal polos, ceria dan juga ramah, kini berubah menjadi gadis yang cukup menyeramkan. Teman sekelas Virgo bahkan tercekat, terkaget-kaget dengan perubahan sikap Virgo. Selama bertahun-tahun bersama, Virgo dikenal tidak pernah bertengkar, meskipun ia diejek sedemikian rupa, gadis itu memilih untuk diam dibanding melawan.
"Lo emang ada affair sama sahabat lo itu 'kan? Kenapa gak diakui aja di sini?" tuding Leo dengan mata penuh kobaran api emosi.
Satu tamparan mendarat dengan sempurna di pipi kiri Leo diberikan oleh Virgo di depan semua orang. Scorpio melotot dan bergegas menarik Virgo, tapi gadis itu meronta untuk dilepaskan.
"Lepas, Sco!" Scorpio mundur, mengikuti keinginan gadis itu.
"Sakitnya tamparan itu cuma nol koma nol sekian persen dari apa yang udah lo lakuin ke gue. Dalam satu bulan kita resmi pacaran, sudah berapa banyak lebam yang lo kasih buat gue. Lo cekal tangan gue, lo toyor kepala gue, lo bentak gue, lo mukul gue kalo gue ngebantah omongan lo. Lo itu udah ngelakuin tindakan kriminal, tapi gue masih punya hati buat gak ngelaporin lo ke orang tua gue, apalagi ke polisi." Ucapan Virgo membuat keadaan hening. Semua orang tercengang, termasuk Scorpio. Pemuda itu tidak tahu jika fakta yang sebenarnya terjadi lebih dari yang ia pikirkan.
Kedua mata Leo bergetar, gugup, terkejut. Matanya bergerak melirik ke sekeliling yang kini tertuju padanya.
"Jangan ngebual, Vi. Lo fitnah gue!" cicit Leo.
"Semua orang, nuduh gue selingkuhi elo, padahal kenyataannya lo yang nyelingkuhi gue. Satu bulan kita pacaran dan 18 hari lo selingkuh sama anak kelas X." Virgo menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.
"Gue dipanggil cewek bekicot karena gue nempel terus sama lo selama pacaran. Alasan gue nempel sama lo bukan karena maunya gue, tapi lo yang gak kasih gue ruang buat bersosialisasi dengan orang lain selain temen circle lo. Lo yang maksa gue buat selalu nemeni lo, meskipun kehadiran gue di sana cuma sekadar pajangan. Lo sibuk sama dunia lo sendiri dan selingkuhan lo." Virgo mengeluarkan semua rahasia yang ia pendam sendirian selama berpacaran dengan Leo di depan umum.
"Sebelum lo, lo, dan kalian semua ngejudge gue, mending kalian cari tau dulu kebenarannya kayak apa. Setelah ini, terserah kalian mau percaya gue atau dia, yang terpenting gue udah ngomong sesuai fakta yang gue rasain!" Virgo dengan berani menunjuk wajah-wajah orang yang sudah memfitnahnya.
Virgo berbalik dan berlari menjauhi kerumunan orang-orang menuju koridor yang sepi disusul oleh teman sekelas Virgo yang lain.
Scorpio bergerak maju dan meninju wajah Leo dengan kepalan tangannya hingga robek di ujung bibir. Belum sempat Leo berdiri tegak, satu tinjuan lagi mampir di bagian perutnya diberikan oleh Scorpio yang terlihat begitu marah.
"Lo emang bangsat! Ternyata lo gak cuma bikin Vi lebam di tangan, tapi lo juga berani mukul dia. Gak ada otak lo!" umpat Scorpio dengan kobaran amarah.
Scorpio diseret paksa oleh teman-temannya yang lain agar tidak membuat keributan yang lebih besar dan berakhir di buku hitam sekolah. Leo sendiri juga ditarik paksa oleh anggota bandnya dan tertunduk lesu. Hari ini, dirinya benar-benar dipermalukan oleh Virgo.
π€π€π€