Unusual Romance

Unusual Romance
16 - Sahabat rasa Pacar



Hallo, apa kabar?


Semoga selalu sehat dan bahagia yah!


Happy reading ❀️


Jangan lupa komen & vote 🫢🏻


Thank you


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Rupanya Virgo memilih untuk langsung pulang ke rumah dengan taksi yang kebetulan melintas di depan gerbang sekolahnya. Gadis itu tidak memedulikan lagi tas dan barang bawaan lainnya yang masih tertinggal di sekolah. Virgo hanya ingin cepat sampai rumah untuk menenangkan diri.


Gadis itu sama sekali tidak menyesal karena sudah mengungkapkan fakta yang ada di depan semua orang, sehingga orang lain tidak serta merta dengan mudahnya menghina dan memfitnah dirinya. Hanya saja, satu hal yang Virgo takutkan adalah hari senin dirinya akan dipanggil pihak sekolah karena sudah menyebabkan kegaduhan.


Kecerobohannya menampar Leo menjadi salah satu alasan yang bisa menjebloskan namanya dalam daftar hitam siswi bermasalah di sekolah. Virgo tidak ingin kelakuannya itu mempengaruhi nilainya sehingga gagal untuk masuk ke Universitas yang ia inginkan.


Taksi berhenti di depan rumah Virgo dan kedua sekuriti rumah itu dengan sigap membuka gerbang. Mereka tercengang melihat Virgo turun dari taksi dan masuk ke dalam rumah berlari secepat kilat sambil menangis. Lebih membingungkan, kedua sekuriti itu tidak melihat tas majikannya atau dengan kata lain, majikannya pulang dengan modal badan dan ponselnya saja.


Virgo memilih berbaring di atas ranjang setelah membasuh wajah dan membersihkan diri. Ratusan panggilan tidak terjawab dari Scorpio diabaikan oleh Virgo. Ada beberapa panggilan tidak terjawab juga dilakukan oleh Leo. Gadis itu menyelimuti dirinya dan menaruh ponselnya disembarang tempat.


Suara ketukan pintu kamar terdengar, tetapi bukan Scorpio yang datang melainkan ART Virgo yang mengantarkan makanan serta jus ke kamar majikannya itu.


"Mbak Vi, jangan lupa dimakan yah. Permisi."


Virgo hanya mengangguk-angguk di balik selimut.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Satu jam kemudian, Scorpio mengetuk pintu kamar Virgo berulang kali, tetapi tidak ada jawaban. Pemuda itu khawatir jika Virgo akan bunuh diri, sehingga Scorpio menerobos masuk dan menghela napas lega saat melihat sosok Virgo yang sedang tertidur pulas di balik selimut. Ungkapan kata-kata Virgo tadi, semakin membuat Scorpio tidak ingin berpisah jauh dari gadis itu. Scorpio ingin menjaga Virgo, tidak ingin gadis itu disakiti oleh orang lain lagi, apalagi fisiknya.


"Aku bakal selalu ada buat kamu, Vi. Kamu gak akan tergantikan di hati aku, sejak dulu, sekarang bahkan sampe nanti, aku bakal pastiin itu," gumam Scorpio sambil berjongkok di samping ranjang Virgo menatap Virgo yang sedang terlelap.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Sepasang anak manusia sedang menatap langit gelap, tanpa sinar bulan dan hiasan bintang-bintang. Sudah sekitar tiga puluh menit keduanya duduk diam tanpa berbicara sepatah kata pun di balkon itu. Scorpio melirik Virgo yang duduk berjarak darinya. Pemuda itu mengambil sebelah telapak tangan Virgo, membuat gadis itu menoleh. Tangan Virgo digenggam oleh Scorpio. Kehangatan mengalir di tangan dingin Virgo. Gadis itu tersenyum samar.


"Janji sama aku, Vi, jangan nutupi kejahatan orang lain yang udah mereka lakuin ke kamu," kata Scorpio dengan lembut. Virgo mengangguk.


"Jangan ragu buat ngomong tentang apa pun itu. Aku bakal jadi pendengar setia kamu." Virgo kembali mengangguk.


"Maafin aku. Banyak hal yang aku tutupi dari kamu di hubunganku sama Leo kemarin. Aku cuma gak mau kamu khawatir, marah sama aku. Aku juga malu, karena aku gak dengerin nasehat kamu dan akhirnya, terbukti omongan kamu bener." Virgo menunduk, merasa bersalah.


Scorpio mengelus telapak tangan Virgo dengan jempolnya. "Denger! Kamu tanggung jawab aku. Mama papa kamu nitip kamu sama aku buat dijagain. Aku gak akan marah tanpa sebab. Aku memang harusnya marah kalo kamu bohong kayak kemarin.Β  Lain kali, aku gak akan terima hal kayak gitu." Virgo mengedipkan kedua matanya. Sorot matanya seolah mengatakan setuju terhadap ucapan Scorpio.


Keduanya kembali diam. Saling memandang satu sama lain. Lima menit mereka dalam keheningan. "Aku boleh cium kamu?" tanya Scorpio memecah kesunyian di antara mereka. Virgo tersentak mendengar pertanyaan Scorpio, tetapi sedetik kemudian gadis itu mengangguk pelan.


Scorpio mendekatkan wajahnya ke wajah Virgo. Menaruh telapak tangannya di belakang kepala gadis cantik itu. Tinggal lima senti lagi bibir mereka bersentuhan, ucapan Virgo membuat Scorpio berhenti sejenak dan tersenyum manis.


"Kamu gak perlu minta izin lagi lain kali," bisik Virgo. Setelah mendapatkan lampu hijau dari Virgo, Scorpio segera mengecup lembut bibir Virgo.


'Aku cinta kamu, Virgonia Melody,' batin Scorpio.


Keduanya menarik diri dan saling melempar senyum. Virgo dan Scorpio kompak menggeserkan tubuh mereka agar duduk merapat satu sama lain. Scorpio merangkul bahu Virgo, sedangkan gadis itu menyandarkan kepala di bahu Scorpio.


"Besok pagi kita ke Pantai yuk!" kata Scorpio tiba-tiba membuat kedua mata Virgo terbelalak terkejut.


Gadis itu menegakkan tubuh dan menatap Scorpio tidak percaya. "Serius? Liburan?" Scorpio mengangguk.


"Arrrgh! Gila, gila, gila! Aku harus packing sekarang juga!" Virgo masuk ke dalam kamar, segera mengambil koper kecil dan membongkar isi lemari untuk menyiapkan barang bawaannya.


Scorpio melongo melihat tingkah laku Virgo yang terlampau excited. Pemuda itu akhirnya, terkekeh sendiri dan menggelengkan kepala melihat Virgo yang sibuk memilih baju. Setidaknya, Scorpio sudah lega melihat Virgo kembali ceria dan melupakan masalah tadi siang.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Atas persetujuan kedua orang tua mereka, Virgo dan Scorpio kini sudah dalam perjalanan untuk liburan singkat. Dimulai dari berpamitan dengan kedua orang tua Scorpio, sampai di bandara dan berakhir di dalam pesawat, Virgo tidak melepaskan senyum manis penuh rasa bahagia di wajah cantiknya. Senyum gadis itu menular pada Scorpio yang tidak pernah bosan untuk menatap Virgo.


Mereka menaruh barang-barang di dalam hotel dan bergegas pergi berjalan-jalan menikmati pemandangan Bali yang begitu indah. Sepanjang perjalanan Virgo dan Scorpio terus bergandengan tangan satu sama lain. Mereka pergi mengunjungi kebun binatang. Semua sudut dikunjungi tanpa keluhan dari Virgo.


"Aku seneng banget bisa ke sini lagi," pekik Virgo saat berdiri di depan kandang harimau.


"Terakhir kita ke sini, kapan yah?" tanya Virgo pada Scorpio yang sibuk mengambil foto gadis itu secara diam-diam.


"Enam bulan lalu, pas mama papa kamu balik ke sini. Kita liburan bareng sama keluarga aku juga," jawab Scorpio dengan cukup detail.


Virgo mengerutkan dahi. "Kamu foto aku diem-diem yah? Sini liat! Ih, aku belum siap pose loh." Virgo mencoba merebut ponsel dari tangan Scorpio. Gadis itu berjinjit, berusaha keras untuk menggapai ponsel yang diangkat tinggi-tinggi oleh Scorpio di atas kepalanya.


"Fotonya bagus kok." Scorpio meyakinkan.


Virgo mencebikkan bibir. Cemberut. "Aku mau lihat," rajuk Virgo.Β  Scorpio menghela napas dan menyodorkan ponselnya lantas ekspresi Virgo segera berubah.


Gadis itu membuka galeri foto dan mengangga takjub. Hasil foto candid Scorpio begitu bagus dan sempurna. Gadis itu tersenyum lebar dan meminta Scorpio untuk berdiri di sampingnya. Virgo mengarahkan ponsel agar mereka bisa berfoto berdua. Scorpio merapatkan tubuhnya dan memeluk Virgo dari belakang tanpa ragu. Keduanya tersenyum bahagia.


Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat menarik lainnya. Saat istirahat, Virgo sibuk menggeser foto yang ada di beranda instagramnya. Gadis itu sedang melihat foto couple yang muncul di sana. Timbul perasaan iri, tapi gadis itu sadar jika dirinya sekarang sudah jomlo. Tidak ada yang bisa diajak berfoto sambil menggendongnya, apalagi sambil berciuman. Scorpio yang sudah cukup lama ikut melihat foto itu dalam diam dari belakang tubuh Virgo segera berinisiatif untuk mewujudkannya.


'Tidak boleh melewatkan kesempatan emas!' batin pemuda tampan itu.


"Ayo, kita foto kayak gitu!" seru Scorpio dari samping telinga Virgo. Gadis itu membulatkan kedua matanya dan berkedip mencoba mencerna ajakan sahabat tampannya.


"Serius? Kamu mau foto kayak gini sama aku?" tanya Virgo memastikan sambil memperlihatkan gambar di layarnya. Scorpio menggerakkan kedua alisnya naik turun tanda setuju.


Virgo bersorak girang. Gadis itu bergegas mengeluarkan tripod yang mereka bawa sejak awal. Scorpio terkekeh geli dan menggeleng tidak percaya dengan bawaan Virgo yang ternyata sangat berguna. Tanpa harus merepotkan orang lain, mereka tetap bisa berfoto berdua dengan bantuan tripod.


Pose pertama yang mereka lakukan adalah berjongkok dan saling menghadap satu sama lain tanpa melihat ke arah kamera. Pose sederhana, tetapi cukup menggemaskan. Sama sekali tidak ada skinship di antara mereka berdua.


Foto selanjutnya yang tidak kalah menggemaskan yaitu Scorpio memeluk tubuh kecil Virgo dengan sebelah tangannya. Pemuda itu sengaja menyembunyikan wajahnya dari kamera, sedangkan Virgo tersenyum bahagia sambil menutup mata memperlihatkan wajah jelasnya ke arah kamera. Cukup banyak pose yang mereka ambil ketika masih berada di luar Villa.


Keduanya sepakat untuk pulang dan membersihkan diri sebelum melanjutkan aktivitas lainnya, salah satunya adalah makan malam. Scorpio dan Virgo menginap di satu kamar hotel yang memiliki dua ranjang yang berbeda. Virgo menyadari jika ada sebuah kaca panjang yang cukup bagus untuk dipakai berfoto berdua.


"Tin, Austin, sini!" panggil Virgo pada pemuda yang tengah duduk di kursi sambil bermain ponsel. Namun, Scorpio mengabaikan panggilan Virgo. Pemuda itu tidak suka jika di luar sekolah, Virgo memanggilnya Austin. Seakan paham, Virgo mengubah panggilannya.


"Sco, Scorpio cakep, ganteng, baik hati, tidak sombong, sini dulu coba!" Scorpio tersenyum dan segera berjalan menuju tempat Virgo berdiri.


"Ngapain?" tanya Scorpio sambil berkaca, membenahi penampilannya.


"Kita foto di kaca sini. Biar kayak artis-artis Korea itu suka foto di kaca," jelas Virgo.


Scorpio menurut dan mengambil posisi dengan memeluk Virgo dari belakang. Pemuda itu sengaja memakai topi dan menunduk agar wajahnya tidak tampak pada pantulan cermin agar terkesan misterius. Begitu pula Virgo yang menutupi wajah dengan ponsel yang ia gunakan.


Tidak masuk dalam rencana, foto selanjutnya adalah sebuah pose yang spontan diambil lewat jepretan kamera Virgo. Saat gadis itu berpose dengan telunjuk dan jari tengah mengacung bersamaan ke arah cermin, tiba-tiba Scorpio mencium bibir Virgo. Gadis itu terkejut dan spontan menekan tombol foto.


Scorpio tersenyum senang melihat hasilnya. Sesuai dengan harapannya. Terlebih lagi, Virgo sama sekali tidak protes atau pun marah. Sepertinya keduanya sudah nyaman dengan kondisi mereka yang berstatus sahabat rasa pacar.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€