Unknown

Unknown
Chapter 7



PRANG!


"Astagfirullah! Hua tolongin mommy!" Teriak mommynya panik sambil menutup mata.


"Ih buka matanya mi! Itu cuma tutup panci doang." Ucap Grey menenangkan.


PRANG PRANG PRANG!


"Ayam-ayam eh jatoh eh jatoh. Kamvret!" Latah Grey kaget.


"Grey... Suaranya dari balik meja." Bisik mamanya menunjuk meja.


Glek! Grey menelan air liurnya.


"Keknya ni beneran tukang bacok." Batinnya.


Mereka ketakutan dan perlahan berjalan menuju meja dengan memegang erat senjatanya. Ekhm, maksudnya sapunya.


"My baby honey Grey, mommy tunggu di sini ajah ya... Soalnya celana mommy udah hampir basah."


"Cemen." Ucap Grey menelan ludah. Ya kali kalau itu beneran tukang bacok.


"Mi, keknya ini kakek cangkul deh mi." Bisik Grey kepadanya mamanya.


"Ish jangan nakutin terus dong! Mommy udah gak tahan pen ngompol."


"Pftt!" Tawa Grey geli.


Dia mendekati sumber suara dan membelalakan matanya lebar-lebar.


"Eh? Si kambing, ini cuman tikus ternyata." Gumam Grey kesal dan langsung terkekeh melirik maminya yang tengah ketakutan dan terbesit ide yang briliant.


"OMG MOMMY! HELP ME! "Teriak Grey panik.


"Oh no! My baby honey kamu ada apa?" Balas maminya ikut panik dan langsung membawa pisau di depannya.


"OH MOMMY... KEPALA GREY KENA BACOK SAMA KAKEK CANGKUL! KAYAKNYA GREY GAK BISA HIDUP LEBIH LAMA LAGI... HUHUHU... GREY NITIP SALAM BUAT VIDEO GAME YANG ADA DI BAWAH KASUR... " Teriak Grey menahan tawa.


"Kikikik mommy pasti kena." Batinnya terkekeh.


"Aduh gimana nih? Kok pakek bisa ada kakek cangkul tukang bacok di ni rumah..." Pikir maminya keras.


"Eh? Kakek cangkul tukang bacok? Ya kali ini sinetron. GREY!!! " Amuk maminya kesal.


"Bhahaha... Aduhduh perut Grey sakit. Hahahaha...." Tawa Grey tak tertahankan melihat ekspresi maminya kena tipu.


"Elah mommy ngompol beneran. Cemen sih! Bhahaha.... "


"Ck. Terus itu apaan yang di situ?" Tanya maminya penasaran.


"Ya kali ini cuma tikus doang. Wkwkwk!"


"Hadeuh... Bikin mommy panik aja. Duhduh harus cepet mandi nih." Ucap mommynya sambil berlalu.


"Ya elah gituan aja ngompol." Gumam Grey memutar bola matanya.


"Grey mommy masih denger." Pekik mommynya menodongkan pisau ke arah Grey.


"Ampun mi ampun! Ta-tadi Grey bilang... Em kalo mommy itu lebih cantik kalau celananya basah."


"APA?!"


"Duh salah ngomong lagi! Mampus dah gua." Batin Grey sambil menepuk jidat.


"Eh ma-ma-maksudnya, mommy itu cantik seperti dewi bulan meskipun mommy ngompol."


"Ngomong apa sih? Yah terserah deh. Yang penting you ngakuin kalo mommy itu cuantik seperti bidadari."


"Prett. Bidadari mana ada yang kebelet pipis di celana." Batin Grey.


Grey kembali ke kamarnya dengan tertawa geli di sepanjang jalan. Ya kan kepikiran maminya yang ngompol di celana.


"Ini berita besar. Gue harus kasih tau papih. Mhehehe... " Gumam Grey tertawa licik.


Grey membaca buku dengan sangat serius dengan sekali-kali tertawa dan sedih. Ya iyalah yang dia baca juga bukan buku pelajaran, yang ada dia baca komik 'Detektif Conan'. Dia menyelonjorkan kakinya di atas meja belajar.


"Sialan nih komik bikin gue gereget aja." Gerutu Grey membalikan halaman komiknya.


"Huh sekarang jam 11 tapi gue masih belom ngantuk. Minum susu dulu kali ya?! Oke deh."


Grey menyeduh susu dan meminumnya. Beberapa menit berlalu, namun...


Jeng-jeng-jeng.


"Anjrit gue masih belom bisa tidur. Akh! Kalo maen game dulu pasti diomeli mak gue. Terus gue ngapain? Ngedengerin nyamuk yang lagi nyanyi?!"


"Sebel-sebel-sebel."