Unknown

Unknown
Chapter 4



Tok Tok


Terdengar suara ketukan pintu berkali-kali dari teras depan.


"Fin, keknya itu mak gue deh. Gue samperin dulu ya," ucap Grey sambil berlalu.


Oke."


" Assalamualaikum my baby honey Grey Grey! This is mommy. Bukain pintunya dong! Where are you, my baby Grey? " Teriak seseorang dari pintu depan, yang tak lain adalah nyonya Resa.


" IYA-IYA aku datang. Kagak usah teriak-teriak ngapa mak. Gak malu ama tetangga apa, bikin sakit kuping aja." Sahutnya dari dalam.


Ceklek!


"Hi baby!" Sapanya sambil memeluk Grey.


"Udah deh ma, jangan lebay gitu." Ujar Grey.


"Kok kamu gitu? Hiks mommy jadi sakit hati." Timpal mamanya sedih manja.


"Ah bukan gitu kok mi, bukan. Jangan sedih dong! Kalau mommy sedih Grey juga ngikutan sedih." Bujuk Grey.


Tiba-tiba Alfin nyelonong ke depan mereka dan berkata, "hi bunda! Jangan sedih dong. Menurut Alfin, bunda itu enggak lebay. Tapi cute."


"Aiyah sayang!! Kamu emang pengertian deh sama Bunda. Thanks baby Alfin." Kata mamanya Grey dan langsung beranjak memeluk Alfin yang tengah berdiri.


"Dasar cebol! Lu emang suka banget cari muka di depan mak gue." Cibir Grey dalam hati.


"Gue menang." Ujar Alfin dalam hati dengan tersenyum penuh kemenangan ke arah Grey.


"Kamvret! " Gumam Grey memutar bola matanya.


" Haha, sayang Alfin... Kok kamu di sini? " Tanya mama dengan manja.


" Oh tadi katanya Grey takut sendirian di rumah." Balas Alfin sambil melirik Grey yang tengah memandangnya sinis.


"****!" Ucap Grey kesal, dalam hati.


"Mhehe... "Tawa Alfin.


" No no no! Aku gak... Bukan-bukan. Tadi aku ngajak si cebol mabar ma."


"What?! You? My baby honey Grey-Grey, you main game lagi?! Ya ampyun... Nih anak susah dibilangin yah. Mommy kan udah nyuruh kamu jauhin barang-barang yang gak guna itchu... Bukannya you udah promise ke mommy kalau you gak bakalan mainin lagi tuh barang? Ekhm... Kayaknya ini nih gara-gara daddy yang terlalu manjain you. Anak ama bapaknya emang sama-sama bikin orang darting. " Omel mamanya pada Grey.


Di tempat lain...


"Hatchu! Duh siapa sih yang lagi ngomongin?" Gumam seseorang.


"What?! Salon! Oh no ini saatnya keluarin jurus handalan." Ucap Grey dalam hati.


"Hiks hiks. Mommy Grey janji gak bakalan main game lagi. I'm promise, mom. Please jangan masukin Grey ke neraka jahanam itu. Hiks hiks. Kayaknya mommy udah gak sayang lagi sama Grey. Hiks hiks."


"Sayang... My baby honey, jangan nangis dong sayang. Mommy cuma bercanda kok, ya kan my baby Alfin?" Bujuk mamanya sambil menengok ke arah Alfin yang sedang menahan tertawa.


"Ah iya... Iya bunda." Balas Alfin tersenyum.


"Ck-ck. Grey-Grey... Ada-ada aja sih. Kamvret! Bikin gue geli aja." Lanjut Alfin dalam hati yang tengah menyaksikan sandiwara Grey.


"Seek, berhasil! Liat kan lu cebol! Gue juga bisa drama. Emang gue ratu dramanya sih... Mhehehe."Tawa Grey dalam hati.


"Mommy, jangan masukin Grey ke tempat itu ya! Soalnya banyak debu berwarna aneh yang bikin hidung Grey gatal." Bujuk Grey memasang tampang kasihan.


"Aiyah sayang...Kamu takut alergi make up kamu kambuh ya? Maafin mommy sayang." Balas mamanya.


"Bunda, Grey itu bukan alergi tapi jijik." Sahut Alfin.


"Eh? Yang benar sayang?" Tanya mamanya pada Alfin.


"Yah. Tanyain aja sama Grey." Titahnya.


" Si cebol! Lu emang bener ya cari mati bet dah lu. Hebat bener dah lu si cebol buat orang lain nairik urat." Gerutu Grey dengan kesal.


"My baby honey Grey... "


" Enggak kok mi, itu mah cuma bualan si Alfin doang. Haha itu mah pasti bercanda, ya kan Fin?" Ujar Grey melirik Alfin tersenyum jengkel.


"Awas yah lo! "Sambungnya dalam hati.


" Enggak tuh, bun." Balas Alfin mengendikkan bahunya.


"Grey... Kamu?! "Ucap mamanya melotot.


"Dasar cebol kepar*t lu! Bikin frustasi aja."Jeritnya dalam hati.


" Hehe siap-siap dengerin omelan mak lu yah Grey. Bye-bye. Gue balik dulu." Bisik Alfin di telinga Grey.


"Bunda, Alfin pulang dulu ya!"


"Hehe, mommy aku ke kamar dulu yah." Cicit Grey.


"You?! Mau ke mana hah?! "


"Mampus dah gua." Gumamnya sambil menepuk jidat.