
Selamat Membaca !!
"Oh Tuhan, lengkap sudah kehidupanku yang dikelilingi manusia gesrek." Tangis putri Kenanga pecah dalam hati.
Dia menghela nafas panjang guna merilekskan kembali pikirannya yang sudah ternodai dengan kau keidiotan manusia di hadapannya dengan ditambah dua makhluk yang tak kalah beg* di sampingnya.
Fiuhh.
"Oke - oke. Hentikan kelakuan kalian yang menjijikan itu!" pekik putri Kenanga saat mendapati dua pria di hadapannya yang kini saling berpelukan mesra.
Sayangnya dua orang itu seakan tuli dengan tiba-tiba. Kenanga berfikir mereka sedang berada di fase DUNIA MILIK BERDUA.
Ayolah jenderal kau jitak kepala mereka. Ucap setan kecil di kepalanya.
Jangan dengarkan dia jenderal! Kau juga pernah merasakan indahnya cinta bersama istrimu. Ucap makhluk bak malaikat di kepalanya.
*Hei lebih baik dengarkan aku jenderal!
Jangan jenderal! Biarkanlah mereka begitu saja. Jamgan memulai pertengkaran.
Diam kau kolot! Mereka itu mengganggu keseimbangan dunia, jenderal!
Apa?! Hei cinta itu tidak pernah memandang fisik. Cinta tetaplah cinta. Cinta itu suci berasal dari hati.
Suci? Pantatmu suci. Kenapa sampai sekarang kau menganggap cinta itu suci? Buktinya kau sama sekali tidak pernah mendapat cinta dari orang lain*.
DIAM!
Putri Kenanga berteriak geram, pikirannya sudah melayang ke mana-mana. Belum lagi pandangannya yang menangkap dua orang sedang bermesraan. Benar-benar merusak mata.
Diam kau jenderal! Atau aku akan membunuhmu! Ancam makhluk kecil berwarna merah itu.
"Oke - oke silahkan lanjutkan sepuas hatimu. Di Neraka!" Benar-benar pecah kepalanya, putri Kenanga memukul-mukul kepalanya dengan sedikit keras, guna menghentikan perdebatan dua makhluk yang bertengger di kepalanya.
*Jangan terus menggoyang - goyangkan kami! Kami tidak sedang berjoget.
Iya jangan terus memukul kepalamu, atau isi kepalamu akan keluar*.
"Benarkah?" Putri Kenanga menghentikan aksinya mendengar isi kepalanya akan keluar.
*Selamat kita.
Betul. Fiuh. Ayo kita kabur!
Okok*.
Pandangan putri Kenanga kembali jatuh pada dua orang di hadapannya. Dia berdecak kesal sekaligus geli.
"ORANG TUA! HENTIKAN DRAMAMU YANG BURUK INI! KAU MERUSAK MATAKU SAJA." Teriak putri Kenamga mengeluarkan unek-uneknya.
Mpu Gong melepaskan tangannya dari Ginggs dan mengalihkan perhatiannya pada perempuan tersebut. Bibirnya terangkat menampakkan senyuman yang lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih meskipun jarang gosok gigi.
"Kau iri? Sini biar kakek peluk!" Tawar Mpu Gong membentangkan tangannya lebar-lebar.
Sontak hal tersebut membuat Kenanga bergidik ngeri. Benar-benar sebelas dua belas dengan kakek Sugio**. Pikirnya.
"Anj**! Naj**! Amit-amit." Umpatnya langsung di hadapan orang tua tersebut.
Mpu Gong terkekeh geli dan berjalan hendak menghampiri putri Kenanga.
"JANGAN BERANI MENDEKAT KAU SI TUA! ATAU AKU AKAN MBUATMU MANDUL DENGAN SATU TENDANGAN!" Teriak putri Kenanga panik mendapati orang tua tersebut semakin berjarak tipis dengannya.
Hehe. Orang tua itu malah asyik tertawa. Puas hati dia mengerjai anak muda tak tahu diri di depannya yang sudah sibuk kocar-kacir berusaha menjauh dari dirinya.
"Sini kalau berani! Kakek menunggumu." Kalimat itu berhasil membuat putei Kenanga berlindung di belakang hewan spiritualnya yang tengah berwujud manusia tersebut.
Tanpa ia sadari, kedua tangannya memeluk erat pinggang hewan spiritualnya dari belakang dia juga menyembunyikan wajah mungil tersebut di punggung lebarnya, benar-benar ini seperti adegan unyu-unyu dalam drama korea.
Lain halnya dengan si siluman, kaget bukan main dia dipeluk erat oleh tuannya. Apalagi dia merasakan sesuatu yang empuk mengganjal di punggungnya.
Wajahnya merona, susah payah dia menelan salivanya. "Tuanku gila!" Teriaknya membatin.
Melihat itu Mpu Gong berdehem dengan keras guna menyadarkan manusia laknat tak ada akhlak itu.
"Ekhem! "
Hening.
"Ekhem! "
Masih hening.
"EKHEMHEMHEM uhuk uhuk."
Putri Kenanga masih membenamkan wajah di punggung siluman naga itu. Tangannya, dia meraba perut si ayam.
" Tunggu dulu!" ucapnya dalam hati.
"Ini siapa?"
Perlahan dia mulai membuka matanya dan ....
"Ah ah kau mesum! DASAR SILUMAN LAKNAT! Berani-beraninya kau menyentuh tuanmu." Teriak Kenanga membuat Mpu Gonf tertawa geli. Sedangkan si ayam dia pasrah dimaki oleh tuannya.
"Hiks! Beri aku kekuatan untuk menutup mulutnya, Tuhan ...." Batin si ayam.
Dag!
Dig!
Dug!
Merasa ada yang tidak beres dengan jantungnya, refleks putri Kenanga mengangkat mengangkat kakinya dan mendorong tubuh si ayam di hadapannya hingga tersungkur.
"Hiks, apa salahku ...." Runtuk si ayam dalam hati.
"Ada apa dengan jantungku?" Kenanga berbalik mereka membelakangi si ayam.
"Apa ... apa ini karena aku benar-benar akan menjadi seorang wanita?!" pikirnya sejenak.
Tidak! Tidak mungkin!
**Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk membaca karyaku.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ....
Sekali lagi Terima Kasih ๐**