Unknown

Unknown
Bagian 14 Namamu Ryu



Happy Reading !!


"Oh ya namamu Ryu saja lah, si ayam. Itu cocok denganmu. Lagi pula Ryu itu berarti naga." Pekik Kenanga tersadar dari lamunannya.


"Ryu?" ulang si ayam.


Kemudian dia tersenyum senang, "wah terima kasih tuan. Namaku bagus sekali." Puji si ayam membanggakan nama barunya.


"Ku kira kau akan menamainya Ucok atau Ucrit," ledek Mpu Gong memberikan tatapan meremehkan.


"Jangan salah kau si tua! Aku juga itu sudah pro dalam memberikan seseorang sebuah nama. Ingat dan garis bawahi! AKU SANGAT PRO DALAM MEMBERIKAN NAMA PADA SESEORANG." Balas Kenanga menepuk dadanya menyombongkan diri. Huh!


"Tuan," panggil si ayam, bukan-bukan ... tapi Ryu.


"Apa?" Kenanga menghentikan dari aksi gilanya.


"Em itu ... aku lapar." Ucap Ryu mengelus perutnya yang sudah minta diisi.


"Cacing perutku bisa mati kelaparan." Lanjutnya dalam hati.


Kenanga menepuk jidatnya, "hampir lupa!"


Dia melayangkan pandangannya pada Mpu Gong, "hei tua! Aku akan kembali ke kediaman Maha Patih. Boleh?"


" Ya - ya - ya ... tentu saja. Lagi pula itu menjadi memang rumahmu." Balas orang tua itu memainkan jenggot putih panjangnya.


"Tapi masalahnya ... bagaimana cara aku membawa si ayam. Tidak mungkinkan aku menyembunyikannya dalam kantong baju? "


Mpu Gong berjalan oerlahan diiringi Gingga di samapingnya. "Dia bisa menyamar menjadi prajurit pribadimu atau mungkin menjadi suamimu hehehe .... " Orang tua itu menepuk bahu Kenanga dan tertawa ria.


" Kau mesum! Aku jadi meragukan tingkat pencapaian terobosanmu."


"Hei anak muda jangan salah! Aku adalah wakil pemimpin perguruan tinggi tiga alam lho. Seharusnya kau bersyukur mendapatkan guru yang dengan tulus menerima semua kekuranganmu yang bahkan tidak melihat sedikitpun kelebihan yang kau miliki."


"Orang tua ini ...."


"AKU INGIN MEMUKUL PANTATMU!" Teriak Kenanga tak tahan lagi.


"Sudah-sudah, kau jangan terlalu galak! Kau benar-benar sudah menjadi wanita sepenuhnya, jenderal. Hahaha ... haha ...." Mpu Gong tertawa keras mendapati wajah Kenanga yang sudah merah padam menahan amarah.


"Aaa! AKU INGIN MENCUKUR BULU HIDUNGMU ...." Teriak Kenanga mulai frustasi.


Mendengar hal itu, Mpu Gong malah tertawa bersama kedua hewan spirit di sampingnya, Ryu dan Gingga.


"Seriuslah sedikit orang tua! " Kenanga berkata dengan penuh penekanan.


"Hahaha .... Oke baiklah," balas Mpu Gong sambil menyeka air mata di sudut matanya dengan telunjuk.


"Sebenarnya aku memiliki banyak pil obat untuk menyembunyikan bagian anggota tubuh. Tapi yang paling ampuh diantara yang terampuh adalah - - - " Mpu Gong merogoh sakunya.


Eng! Ing! Eng!


" Ini dia pil obat multifungsi yang dapat digunakan untuk mengobati sakit bisul, panu, kurap, kutu air, jamur dan yang paling penting adalah untuk ... menyembunyikan bekas jerawat." Lanjut si tua mengangkat tinggi-tinggi pil obat berukuran super mini itu.


Kenanga memuter bola matanya dan berdecak kesal. "Hei tua, apa hubungannya denganku? Aku hanya meminta pil obat untuk MENYEMBUNYIKAN TANDUK NAGAAAA .... Aku tak peduli dengan obat multigilamu!"


"Jika kau mau promosi jangan kepadaku, karena bagaimanapun aku TAK AKAN PERNAH MEMBELINYA kecuali itu gratis, aku tak akan sungkan untuk mengambil sebanyak-banyak-banyaaaknya, hehe." Lanjut Kenanga menampakkan deretan gigi putihnya sampai silau.


"Dasar anak tak tahu malu." Umpat Mpu Gong mengerucutkan bibirnya.


Sesaat kemudian ....


"Ambil!" ketus Mpu Gong kesal.


"Harganya 5000 batu roh perbijinya. Mau cash atau mencicil?"


"Dasar orang tua pelit, kau mau merampokku ya? Bahkan aku sama sekali tak mempunyai satupun batu roh. Aku hanya punya dua keping emas, mau?"


"Terlalu murah."


"Ya sudah gak usah di ambil, tapi aku akan tetap mengambil pil obat ini."


"Hei anak muda, jika begitu aku akan rugi."


"Rugi? Untuk sebuah pil saja. No-no-no kamu bilang tadi kau wakil perguruan kan? Berarti kau tak akan jadi jatuh miskin hanya karena sebutir pil."


"Benar juga ....ya sudah ambil saja. Anggap itu hadiah untukmu."


"Hehe terima kasih, kakek."


Kenanga berbalik pada Ryu, "nih makan. Aku akan membawamu ke kediaman Maha Patih." Ucap Kenanga melempar sebutir pil tersebut.


"Anak muda, jangan lupakan gulungan ini! Kau harus bisa mempelajarinya dalam tiga hari, akan ada kejutan besar untukmu." Ucap Mpu Gong menyodorkan 5 gulungan besar.


"Wah wah! Tidak salah ini?" Kenanga membuka gulungan tersebut.


"Kau yakin aku akan bisa menguasai jurus dasar ini dalam tiga hari? Kau ingatkan jika aku bukan seorang jenius?"


"Tentu saja aku ingat, jadi aku menambahkan beberapa gambaran saat aku berlatih."


"Semacam hologram?"


"Em, bisa jadi."


"Oke. I will try."


"Hei anak muda! Jangan terus berbicara bahasa alien dong."


"Ini bahasa manusia, tua! Apa kau menganggap ku juga alien?!"


"Aku tidak mengatakannya lho ...."


"Ishhhh!"


"Tu-tuan tandukku hilang!" Ucap Ryu histeris.


"Anak bodoh!" umpat Kenanga menepuk jidatnya lagi.


"Huaa! Tuan ... tanduk! Tandukku benar-benar hilang. Tidak!"


"Benar-benar bodoh."


**Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karyaku.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya. 😊😊**