Tokyo Revengers: Change the Future

Tokyo Revengers: Change the Future
episode 31



Mikey x Reader x All Character


.........


"Maafkan aku, [name]. Seharusnya aku percaya padamu dan bisa mengendalikan emosiku." ucap Izana yang melihat gadis itu memucat.


"Aku paham Izana sangat marah dan kesepian sehingga orang lain memanfaatkan mu. Tapi tolong jangan benci Mikey dalam hal apapun, dia tidak tahu apapun."


[name] menyentuh wajah Izana, ia bersyukur Izana selamat dalam peristiwa ini. Misinya berhasil meskipun harus dibayar dengan keadaannya yang kembali menurun.


Izana menangis, ia tidak mau harus kehilangan kembali seseorang yang berharga untuknya. [Name] sendiri menghapus airmatanya, sedangkan Mikey hanya bisa membiarkan mereka berdua meskipun perasaannya tersakiti ketika menyaksikan kedekatan mereka. Ia berusaha untuk tegar dan mengikhlaskan [name] untuk Izana kakaknya.


"Istirahat lah, jangan berkata apapun lagi. Bawahanku sudah menghubungi ambulans." ucap Izana yang memeluk [name], melindunginya.


Saat dipeluknya, mata [name] mengarah pada Mikey yang tengah berada dibelakang Izana. ia menatap sedih pria itu sebab [name] tak bisa meninggalkan Izana begitu saja.


"Gomen, Mikey.." batinnya.


Pandangan memburam, dan [name] perlahan memejamkan matanya dalam pelukan Izana.


.


"Izana, aku sudah menghubungi ambulans. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai.. Dan kemungkinan polisi juga akan datang ke tempat ini."


"Ran, kau atur saja yang lainnya. Aku akan disini menunggu [name] serta Kakucho sampai ambulans datang."


"Izana.. kau bisa ditangkap polisi jika tetap disini."


"Aku tahu, Ran. Tapi aku tak bisa meninggalkan [name] dan Kakucho. mereka berdua orang yang berharga untukku."


"Kalau begitu, aku juga akan disini bersamamu, Izana."


Izana mengarah pada suara itu, yaitu Mikey.


"Kau pergilah, Mikey. Kau tak boleh tertangkap polisi. Kau harus menjaga Emma dan [name] nanti."


"Tapi.."


"Mikey... [Name] sebenarnya menyukaimu sejak dulu. Akulah yang terlalu memaksakan kehendak ku padanya. Dia yang lebih tersakiti olehku dan pada akhirnya, dia seperti sekarang."


Izana memperhatikan [name] yang tak sadarkan diri di pelukannya. Rasa bersalahnya terpancar di matanya. Kakucho yang masih sadar, dan petinggi Tenjiku lainnya dapat melihat bagaimana rasa penyesalan Izana atas perbuatannya.


"Jadi kau pergilah dari sini, Mikey. Aku yang akan menjaganya disini sampai dia benar-benar mendapat perawatan medis."


Izana tersenyum sendu ketika melihat keadaan [name] yang kepalanya tampak merah karena rembesan darah dari balik perbannya.


"Aku juga akan mengakhiri hubungan ini dengan [name].. aku akan mengatakannya jika dia sadar nanti."


"Izana... tapi.."


"Mikey.. Aku tidak tidak ingin dia menderita karena ku. Sudah cukup [name] berkorban untukku, menyadarkan ku dari sifat egois dan ambisi buruk ku. Aku memang marah pada Shinichiro tapi aku tidak bisa mengorbankan orang yang mau menerima keberadaan ku. Jadi, aku akan menyerahkan dia padamu untuk kau jaga."


Mikey terdiam, Rupanya kata-kata Izana sungguh serius ketika mengucapkan itu.


"Baiklah.. Aku akan menjaga dia untukmu.. Dan aku akan selalu melindunginya."


"Terima kasih.. Itulah yang aku harapkan Mikey."


Izana tersenyum cerah ketika mengatakan semua itu, begitupun dengan yang lainnya yang menerima keputusan itu. Tenjiku dan Toman berakhir damai berkat kesungguhan [name].


..........


Takemichi harus menyaksikan bagaimana Kisaki akhirnya tumbang. Remaja berkacamata itu tewas menabrakkan dirinya pada sebuah truk yang melintas ketika melarikan diri dari Takemichi.


Kisaki merasa kalah oleh Takemichi yang berasal dari masa depan itu dan juga [name], gadis asing yang sempat ia remehkan sebelumnya.


"Kenapa kau harus seperti ini Kisaki? padahal kau tak perlu melakukan hal membunuh dirimu sendiri." ucap Takemichi ketika mendengar akhir dari kata-kata Kisaki yang menyesakkan bagi Takemichi tentang impian serta kekalahan dalam taruhan dengan [name].


Takemichi tak bisa menghentikan bunuh diri Kisaki itu, padahal Takemichi tak berharap Kisaki berakhir dengan kematian, tapi Kisaki tetap memilih jalan itu.


"Kita tak bisa berbuat banyak aibo, itu pilihan Kisaki untuk mengakhirinya." ucap Chifuyu yang menjelaskan situasi yang terjadi.


Takemichi hanya bisa menerima kenyataan itu, semuanya berakhir dengan Toman dan Tenjiku yang berdamai meskipun harus dibayar oleh nyawa dari salah satu dari mereka.


.


[Name] dibawa ke rumah sakit, begitupun dengan Kakucho. Sedangkan Izana menyerahkan diri kepada pihak berwajib atas kekacauan yang terjadi dan dia menerima itu semua sebagai bentuk tanggungjawabnya.


Mikey sendiri hanya diam termenung ketika ia berada dirumah sakit untuk menjaga [name]. Ia tak menyangka pertarungan ini berakhir begitu saja, bahkan yang tak bisa ia pahami adalah identitas [name] sebagai gadis asing di dunianya yang merasuki tubuh adik sahabatnya.


"Mikey-kun, gomen. Aku tak mengatakan tentang [name] yang sebenarnya padamu."


"itu karena permintaan [name]."


Mikey menarik kerah Takemichi, dia terlihat marah karena banyak rahasia yang selama ini mereka sembunyikan darinya. Mikey yang tak tahu apapun, tetapi ia harus merasakan pedih dihatinya ketika mengetahui rencana [name] yang sangat beresiko. Sungguh ia marah, bukan ini yang Mikey inginkan. Bukan Gadis itu yang harus berkorban dan melindunginya seperti yang dijelaskan Takemichi padanya.


Draken yang ada disana berusaha melerai Mikey, dia pun turut andil menjelaskan semuanya pada Mikey.


"Mikey hentikan emosimu. Takemichi hanya menjalankan amanah [name]. Kau harus paham itu."


"Ken-chin.. Kau tahu, aku seperti pecundang disini. Aku harus dilindungi seorang wanita, terlebih wanita itu adalah orang yang aku sukai saat ini. Aku laki-laki macam apa."


Mikey melepas cengkraman di kerah baju Takemichi, sedangkan Draken berusaha menangkan emosi Mikey.


"Mikey, tak ada kata pecundang. Kau sendiri melindungi kami dengan caramu begitupun [name]."


Mikey pun merosot duduk dikursi tunggu sambil menundukkan kepalanya. Perasaan takut muncul akan kehilangan [name]. Pasalnya gadis itu kembali menurun dan tak sadarkan diri pasca melerai peristiwa yang terjadi antara Toman dan Tenjiku.


"[Name] kumohon bangunlah, katakan apapun padaku." batin mikey yang menutup wajahnya yang muram. Sedangkan Draken menepuk pundak Mikey untuk berusaha tegar.


..........


Beberapa hari setelah peristiwa Tenjiku, Mikey menjadi sering menjenguk [name]. Ia selalu melihat kondisi [name] yang hanya terpejam.


"Bangunlah [name], siapapun dirimu kumohon bangun. Aku tidak ingin kau pergi." gumam Mikey yang duduk di samping ranjangnya. Ia meraih tangan [name] untuk digenggamnya yang saat ini masih terpejam.


"Aku merindukanmu." gumam Mikey lagi yang meneteskan air mata.


Air mata Mikey terjatuh pada tangan [name] yang digenggamnya. Mikey sungguh tidak rela jika [name] meninggalkan dirinya seperti Shinichiro dan Baji. Gadis yang sekarang berada di tubuh adik Baji Keisuke itu merupakan gadis yang sekarang Mikey cintai. Jika gadis itu pergi darinya, maka Mikey akan menyesal seumur hidupnya dan menyalahkan dirinya. Hidupnya akan kembali hampa tanpa kehidupan.


Mikey terus menerus berdoa dalam hatinya untuk [name], agar gadis itu tersadar dari tidur panjangnya yang sudah beberapa hari. Mikey berharap, keajaiban datang menyertainya.


.


Sebuah gerakan jemari dari [name] dapat mikey rasakan. Mikey yang menangis pun sejenak terkejut dan beraksi senang. Pasalnya, doanya telah terkabul.


[Name] membuka matanya perlahan, lalu mengarah pada dirinya yang sejak tadi berada disisinya.


"Mi..key.." Ucapnya pelan.


"[name].."


Mikey masih menitikkan airmatanya, lalu perlahan [name] menghapus airmatanya yang berjatuhan dipipinya.


"ja..ngan menangis mikey." Ucap [name].


"Syukurlah kau sadar... [name]." Isak Mikey yang menggenggam tangannya bahkan mengecupnya.


"Iya.. aku kembali karena aku mendengar semua orang memanggilku untuk kembali terutama aku mendengar suaramu, Mikey." Ucap [name] yang tersenyum dibalik alat bantu nafasnya.


"Berarti Tuhan mendengar doaku. [name], tidak.. Mika."


[Name] yang bernama Mika di dunia sebelumnya kini terdiam. Rupanya mikey mengetahui dirinya yang hanya orang asing memasuki tubuh Adik Baji Keisuke.


"Kau sudah tahu?"


"Ya, Ken-chin dan Takemichi dari masa depan yang memberitahu ku."


"Draken dan Takemichi ya.."


Mikey mengangguk.


"Aku akan memanggilkan dokter untukmu, setelah kau sudah baikan, kita akan bicarakan ini. Aku ingin mendengar ceritamu nanti."


"apa kau akan marah mikey?"


Mikey pun mengelus lembut [name], lalu mengecupnya.


"Aku tak marah, justru aku ingin berterima kasih padamu dan ingin mengetahui banyak tentangmu."


Mendengar itu, jantung [name] berdebar. Ia tak bisa bohong pada perasaannya yang memang menyukai Mikey. Apalagi dengan perlakuan manis remaja itu.


"Aku akan kembali, tunggu sebentar ya."


Mikey pun keluar untuk memanggil dokter yang menangani [name]. Sedangkan gadis itu menatap punggung Mikey yang keluar.


"Semoga ini menjadi langkah awal yang bisa membuat Mikey tak menjadi seperti dalam cerita aslinya." batin [name].


...........