Tokyo Revengers: Change the Future

Tokyo Revengers: Change the Future
bagian 23



Mikey x Reader x All Character


......................


Black Dragon kini telah bergabung dengan Toman. Sesuai cerita Takemichi, Black Dragon kini atas naungan Mikey bahkan ia sempat akan diangkat menjadi pemimpin geng tersebut namun hal itu ditolak Mikey sebab Takemichi adalah pemegang kendali di divisi satu Toman.


[Name] yang sejak tadi sebagai pendengarnya Takemichi tentu saja sangat senang. Rupanya cerita berjalan sebagaimana mestinya.


"Selamat Takemichi kau berhasil dengan misimu." ucap [name] ketika mereka bertemu secara rahasia disebuah taman.


Takemichi menggaruk tidak gatal pada kepalanya. Bahkan ia sedikit terkekeh, begitupun dengan [name] yang ikut tersenyum akan keberhasilan partnernya kali ini. [Name] kemudian menjabat tangan Takemichi mengucapkan selamat atas keberhasilannya.


"Apa setelah ini kau akan kembali ke masa depan?"


"Mungkin iya, aku ingin melihat apakah ada perubahan dimasa depan atau tidak."


"Baiklah.. tetap berhati-hatilah. jika terjadi sesuatu, katakan padaku ketika kau kembali. "


Takemichi mengangguk.


"Oh.. Ya [name]-chan. Kisaki sudah dikeluarkan dari Toman. Apa langkahmu selanjutnya?"


"Aku akan tetap mengawasi Izana sebab bisa saja hal tak terduga terjadi. Bisa saja ini sesuai dengan jalan cerita yang pernah aku ceritakan, Kisaki bertemu dengan Izana. Namun, aku tidak akan membiarkan pria manipulatif itu merusak Izana. Terlebih Izana adalah orang paling penting selain Emma."


"Memang apa yang akan terjadi? apa kau tahu sesuatu?"


gadis itu mengangguk.


"Seperti yang pernah aku ceritakan padamu Takemichi. Jika Emma dan Izana mati, maka masa depan akan semakin suram. Mikey akan menjadi kriminal paling buruk dari yang sebelumnya."


Takemichi ingat itu, [name] memang pernah bercerita seperti itu.


"Sebisa mungkin cegah kematian Emma. Kalau bisa bagaimana pun caranya Emma harus kita lindungi dan itu akan menjadi tugasmu Takemichi."


Takemichi menatap [name] yang serius.


"Urusan Izana, aku yang akan menyelematkannya." sambung [name].


"Jujur itu terlalu berisiko untukmu [name]."


"mau bagaimana lagi kan Takemichi, hanya kita berdua yang bisa menyelamatkan semuanya."


"kau benar.. Baik... Aku akan lebih berusaha lagi [name]."


[name] mengangguk kemudian mengepalkan jemarinya dan mengarahkannya pada Takemichi.


"kita harus berhasil kali ini." ucap [name].


Takemichi mengangguk dan membalas kepalan tangan gadis itu.


......................


Takemichi telah kembali ke masa depan. Namun yang terjadi bukanlah hal yang baik dan malah semakin buruk. Takemichi mendapatkan kabar dari Naoto bahwa [name] ditemukan tewas di sebuah rumah yang merupakan villa penginapan. [Name] meninggal di sebuah kamar, lebih tepatnya gadis itu ditikam bagian dadanya dengan posisi pisau menancap.


Naoto menceritakan posisi kematian [name], gadis itu memejamkan matanya seperti orang yang tertidur dengan tenang. Takemichi yang mendengarnya tentu saja terkejut bahkan menangis.


.


Sebuah nama bertuliskan Baji [name] tertera di atas batu nisan. Mereka berdua saat ini berada di makam [name] yang bersebelahan dengan kakaknya Baji Keisuke.


Saat ini Takemichi hanya mematung melihat nama itu. Ia benar-benar tak bisa menyelamatkan [name] di liminasa kali ini.


"Aku menemukan catatannya sepertinya ia menulis sesuatu disini. Aku belum sempat membukanya. Didepan catatan itu tertulis namamu Takemichi"


Naoto memberikan catatan itu pada Takemichi, ia pun menerimanya sambil menghapus air matanya. kemudian Takemichi membacanya. Takemichi membaca tiap katanya, kemudian matanya melebar. Ini adalah sebuah petunjuk keberadaan Mikey. Rupanya [name] memberitahukan perginya Mikey.


"Naoto, kita harus pergi. Mikey berada di Manila. "


"Baiklah, kita akan kesana dan memastikannya. "


......................


Takemichi bersama Naoto pergi menuju negara itu, ia mengikuti petunjuk dari catatan [name]. [Name] menceritakan tempat itu merupakan kenangan kakaknya Mikey, Sano Shinichiro.


Ketika sampai tujuan sesuai dengan petunjuk [name], keberadaan Mikey pun ditemukan. Mikey terlihat duduk diatas reruntuhan yang terdapat berbagai rongsokan alat transportasi disekitarnya.


Mikey hanya memandang langit cerah dari bawah reruntuhan dengan mata yang sama seperti 12 tahun yang lalu.


"Mikey."


"Kau kah itu, Takemicchi. Akhirnya kau datang. Apakah [name]-chan yang memberitahukan mu?"


Takemichi mengangguk membenarkan ucapan Mikey, dan Mikey tersenyum pada Takemichi.


"Rupanya [name]-chan sangat percaya padamu. Tapi tak apa aku juga percaya padamu Takemichi."


"Mikey, ada apa denganmu?"


"Aku membunuh teman-teman, Takemichi."


"apa?"


Takemichi terkejut ketika Mikey mengatakan hal sesungguhnya.


"ketika aku pertama kali membunuh seseorang, aku tak memiliki perasaan apapun. Hingga pada akhirnya aku membunuh teman-temanku satu persatu."


"Mikey.."


Takemichi yang mendengarnya merasa sedih ketika perasaan Mikey telah lama mati.


"Setelah [name] memilih mengikutinya, perasaanku semakin kacau. Lalu setelah itu kau pergi semuanya semakin tak bisa di kendalikan Takemichi. Kenapa kau harus ikut-ikutan pergi dari Toman."


Takemichi tak bisa menjawab, ia sendiri tak tahu apa yang terjadi setelah dirinya kembali ke masa depan.


Lalu Mikey bercerita tentang impiannya dimasa lalu yang ingin mengubah Toman. Namun pada kenyataannya, ia tak bisa dan sangat sulit melaluinya.


Keluarnya Takemichi dari Toman dan perginya [name] dari sisinya membuat dunianya menjadi berantakan. Mikey tak bisa mengendalikan semuanya, hingga perasaan dihatinya seolah mati.


Bagi Mikey mereka berdua adalah orang yang paling penting dalam hidupnya. Ia tak ingin ditinggalkan begitu saja oleh [name] dan juga Takemichi.


"Disaat aku membunuh [name], dia mengatakan alasan mengapa dirinya meninggalkanku."


Takemichi tetap mendengarkan Mikey berbicara, ia ingin tahu tentang kematian [Name].


"Dia mengatakan dia mencintaiku dan dia ingin melindungiku dari orang itu, sejak dulu pun dia selalu begitu Takemichi. [name] selalu mencintaiku bahkan melindungiku sejak dari 12 tahun yang lalu. bahkan aku sendiri tidak tahu itu."


Mikey mengeluarkan airmatanya, dengan penuh perasaan menyesal.


"Padahal aku juga mencintainya Takemicchi. [name] begitu penting untukku. Di saat terakhirnya dia tersenyum manis padaku dan mengatakan 'kau harus bahagia Mikey.'" sambung Mikey.


Takemichi ikut menangis mendengar semuanya, dan Mikey terlihat sendu ketika menyebut nama [name] bahkan berusaha menghapus airmatanya.


Takemichi jadi paham akan perubahan [name] ditimeline sekarang. [Name] tidak menjadi polisi ditimeline ini seperti ditimeline sebelumnya. gadis itu sepertinya menjadi bawahan salah seorang selain Kisaki.


"Takemicchi hanya kau yang terakhir yang bisa ku mintai tolong. tolong bunuh aku."


Takemichi terpaku ketika Mikey memintanya untuk dibunuh. Padahal ia datang ke Manila bukan untuk membunuh Mikey, tetapi ia datang untuk memenuhi permintaan dalam catatan terakhir [name] yaitu untuk membawa kembali Mikey pulang dan membawanya pada Mikey yang seperti dulu.


"Aku ingin mengakhirinya semuanya.. Tolong akhiri mimpiku."


"Mikey, aku datang kesini untuk menemuimu, bukan untuk membunuhmu. Lagipula [name] tak menginginkan kau mati begitu saja, Mikey." ucap Takemichi yang akhirnya ikut menangis.


"[name] ya.." senyumnya getir.


Takemichi hanya bisa mengangguk membenarkan.


"Kau pikir kau siapa mengaturku! Justru itulah aku harus mati!"


Emosi Mikey memuncak ketika Takemichi menolak untuk membunuhnya. Dengan inisiatifnya, Mikey langsung saja menyerang Takemichi. kemudian ia menjatuhkan pria itu hingga telentang.


Mikey pun kini berada di atas Takemichi sambil menodongkan senjata api.


Takemichi sendiri tak gentar, ia menatap mata Mikey.


Melihat mata Takemichi yang menatapnya, Mikey mengingat kata-kata terakhir Chifuyu ketika pria itu akan Mikey bunuh. bahkan ia mengingat kata-kata terakhir [name] dalam pelukannya sebelum nafasnya berhenti.


"Mikey, Takemichi akan menolongmu."


Mengingat semua itu Mikey kembali mengeluarkan airmatanya.


"Kenapa kau tak membunuhku Takemichi? Semua yang telah terjadi tak bisa ku ubah. Aku memang ingin mengubah dunia berandalan tetapi nyatanya itu sangat sulit."


Air mata Mikey menetes pada pipi Takemichi yang berada dibawahnya. Mikey merasakan sesak dihatinya, ia tak hanya kehilangan jati dirinya tetapi Mikey harus kehilangan teman-temannya serta gadis yang begitu dicintainya.


"padahal ini kesempatanmu untuk membalas kematian semuanya. Jika memang kau tak ingin melakukannya maka dari itu matilah kau ditanganku, Takemicchi!"


Mikey menodongkan senjata api itu pada Takemicchi lebih dekat. Bahkan pria itu sudah siap menekan pelatuknya. Sebelum bunyi tembakan itu keluar, terdengar bunyi tembakan dari arah lain yang menembak Mikey lebih dahulu sehingga pria itu tergelak.


Orang yang menembak Mikey lebih dulu adalah Tachibana Naoto yang berusaha menyelamatkan Takemichi agar pistol yang dipegang Mikey tak menembak kepalanya.


Takemichi terkejut melihat kepala Mikey bersimbah darah. Ia segera meraih tubuh Mikey yang tergeletak tak berdaya itu.Naoto yang tadinya bersembunyi, menanyakan kondisi Takemichi. Pria bermarga Tachibana itu keluar dari persembunyiannya.


.


"Akhirnya semua berakhir, Takemichi." gumam Mikey dalam kondisi keadaannya yang setengah sadar.


Takemichi menangis melihat Mikey seperti sekarang, ia tidak rela Mikey mati dengan cara seperti ini.


"Mikey jangan mati, aku akan berusaha mengubah masa lalu untukmu. Aku dan [name] akan berusaha merubah masa depan."


Mikey hanya tersenyum mendengarnya "Takemicchi, aku tahu kau bercanda. Tapi aku senang mendengarnya. Akhirnya aku bisa bertemu mereka, Bahkan aku bisa melihat [name]-chan menungguku."


"tidak Mikey, aku tidak bercanda. Aku akan merubahnya. Aku dan [name] akan merubah semuanya dimasa lalu, Mikey." tangis Takemichi yang memeluk tubuh Mikey yang semakin melemah.


"Terima kasih, Takemicchi."


perlahan Mikey memejamkan mata, disaat itu Takemichi menangis sejadi-jadinya.


Mikey telah tewas kali ini. Takemichi merasa kali ini misinya gagal, padahal tujuan ia datang kemari adalah ingin menyelamatkan Mikey dan semuanya. Namun pada kenyataannya satupun tak bisa ia selamatkan selain dirinya sendiri. Mikey yang masih dalam dekapan Takemichi. Takemichi pun berjanji kembali.


"Aku pasti akan menyelamatkan Mikey dan semuanya."


......................


[name] memprediksi bagian ini, Kisaki kini sudah dikeluarkan dari Toman. Sebenarnya ia senang, tapi ia harus lebih berusaha lagi melawan pria itu ketika hal tak terduga terjadi.


Seperti saat ini, [name] harus menyaksikan sendiri kedatangan Kisaki bersama Hanma ke markas Tenjiku.


Kisaki sendiri terkejut ketika pertama kali melihat gadis itu sudah berada di Tenjiku, begitupun dengan Hanma. Namun pria yang memiliki tato hukuman dan dosa itu malah terkekeh ketika melihat gadis yang selalu menempel pada Mikey.


"Rupanya gadisnya Mikey berada disini." celetuknya.


"Siapa yang kau bilang gadisnya Mikey. Aku dan Mikey tak memiliki hubungan apapun, zombie sialan." balas [name]


"Tapi hubungan kalian itu terlalu aneh untuk dikatakan seorang teman. Benarkan Kisaki?"


Kisaki hanya menanggapi dengan anggukan. Untung saja, Izana belum masuk kedalam mengingat ia ada urusan penting dengan teman-temannya yang lain sehingga [name] harus menunggu di markas lebih dulu dan akhirnya ia bertemu Kisaki dan Hanma.


Tak lama, Izana muncul bersamaan dengan beberapa anggota pentingnya. Izana kini berdiri berhadapan dengan Kisaki. Sedangkan [name] kini berada dibelakang Izana.


"Rupanya kalian cukup berani datang kesini."


"Tentu saja, kenapa tidak."


"Hanma, diamlah. Aku yang akan bicara dengan Izana."


Hanma mengendikkan bahunya, sambil tersenyum menyungging ke arah [name] yang ditanggapi gadis itu dengan mata memuakkan.


"jadi kalian juga mengenal satu-satunya anggota perempuan di Tenjiku?"


"Tentu saja. Wanita itu mengkhianati Mikey dan masuk ke Tenjiku." sindir Kisaki.


"Cih.. Apa kau tak punya kaca besar dirumahmu, Kisaki." timpalnya [name]


Izana terkekeh ketika kedua orang dihadapannya saling menyindir satu sama lain.


"baiklah cukup.. cukup..." ucap Izana yang membuat keduanya berhenti.


"[name] lebih baik kau bergabunglah dengan mereka. Biar aku yang bicara dengan kedua orang ini."


"Baiklah.."


[name] menuruti perintah Izana dan bergabung dengan anggota lainnya yang kini bersantai di belakang.


"sini cantik, denganku saja. Kita bermain poker." Ajak Ran sambil merangkul [name].


"Huh.. baiklah.."


[Name] hanya ikut saja, dia sudah tahu sifat Ran yang satu ini. Tapi ia cukup was-was, ia tidak tahu apa yang akan dibicarakan Kisaki dengan izana.


"Setidaksuka itu kah kau pada Kisaki, [name]?" tanya Ran yang mulai mengocok kartu remi ditangannya.


"tentu saja, karena aku tidak lupa bagaimana dia membuat kakakku meninggal dengan memanipulasi Kazutora."


"hm.. benar juga ya.. Kau pasti kesal ya dengan ulah Kisaki saat di Toman ketika pertarungan dengan Valhalla. Jadi, apa yang akan kau lakukan padanya cantik?"


"Mungkin sedikit memberi pelajaran sih. lihat saja nanti Ran-san bagaimana caraku merusak semua rencananya."


Ran hanya tersenyum, ia memang sudah tahu gadis itu datang ke Tenjiku. Ia ingin menjauhkan Izana dari orang licik seperti Kisaki.


"Menarik, aku jadi penasaran siapa pemenangnya."


"Jangan remehkan insting wanita loh Ran-san. Mereka bisa menghancurkan musuhnya secara halus tanpa berkelahi seperti kalian. " senyum [name] yang penuh makna.


Ran paham dan terkekeh menanggapi ucapan gadis yang kini duduk disampingnya sambil memegang kartu.


"Kau punya nyali juga. Kukira kau cuma gadis tukang makan saja disini." celetuk Rindou adiknya Ran yang sejak tadi mendengarkan percakapan keduanya.


"Jahat sekali sih Rindou-san."


[Name] yang diejek tukang makan langsung protes pada Rindou. Rindou sendiri tidak peduli dengan perempuan disebelah kakaknya yang sedang merutukinya.


.


Pembicaraan antar keduanya pun terjadi, Kisaki dan Hanma berusaha masuk Tenjiku dan menjanjikan kemenangan Tenjiku atas Toman.


Mendengar itu, Izana tertarik, bahkan ia menanyakan bagaimana cara menghancurkan Toman.


Kisaki sendiri menjelaskan segala rencananya pada Izana dengan arah matanya mengarah pada [name] yang kini bersama Haitani Kyoudai dan lainnya.


"Andai kau tahu Izana, [name] memiliki hubungan khusus dengan Mikey. Jika kau mau, kau bisa menghancurkan Mikey melalui dirinya."


"Ya, mereka berdua bisa dibilang sedang menjalin hubungan." Hanma menambahkan.


"Apa?"


Izana terkejut ketika kedua orang itu saling membenarkan.


"Apa kau tak berfikir sampai sejauh mana perempuan itu sampai masuk Tenjiku kalau bukan untuk menggagalkan semua rencanamu mengalahkan Mikey."


"Bahkan ketika pertempuran antara Toman dan Valhalla pun ia ikut andil loh. Gadis itu bisa dibilang licik sih kalau kau tak bisa mengendalikannya." ucap Hanma menambahkan.


.


Izana mulai berfikir ulang, apa yang dikatakan Kisaki dan Hanma sedikit ada benarnya dimana [name] selalu menghambatnya ketika akan menyerang anggota Toman, ditambah fakta yang sebelumnya pernah ada bahwa gadis bernama Baji [name] pernah ikut bertempur dengan Valhalla saat-saat Kazutora muncul dan berusaha menghentikannya.


"Aku punya rencana untuk merusak hubungan mereka. Bagaimana jika kita menyerang Toman dengan mengkambinghitamkan [name] yang menjadi dalangnya dan kau bisa menguji kesetiaannya padamu Izana. Apakah dia sungguh-sungguh akan setia pada Tenjiku."


Izana mulai terpengaruh rencana Kisaki pun menyetujui rencananya. Lagipula Izana juga tak menyukai hubungan yang dikatakan Kisaki dan Hanma tadi tentang hubungan [name] dan Mikey. [Name] sekarang adalah anggotanya, dia sudah mendengar bahkan menguji kemampuan gadis itu.


Selain itu, ada perasaan lain yang Izana pendam pada gadis itu. Izana menyukai perhatian kecil yang diberikan [name]. Izana ingat ketika pria itu hanya memakan mie instan setiap harinya yang membuat [name] mengomelinya. Pada awalnya Izana kesal dengan omelan gadis itu setiap hari. Sampai akhirnya gadis itu datang setiap harinya ke apartemen kecilnya Izana, membuatkan makanan rumahan untuknya sebelum datang ke markas Tenjiku.


Izana tidak mau perhatian itu menghilang, ia kesal. Pikirnya selalu saja Mikey dan Mikey yang mendapatkan segalanya. Kali ini dia harus lebih egois lagi, dia tidak akan membiarkan [name] kembali kepada Mikey.


.


[Name] merasa tak enak hati kali ini. Ia curiga Kisaki mengatakan hal yang tidak-tidak pada Izana. Pria manipulatif itu memang harus diwaspadai, seharusnya Izana tetap dalam pengawasan dirinya.


"Entah apa yang dikatakan Kisaki pada Izana, perasaanku tidak enak kali ini." batin [name].


Izana mulai menyetujuinya, dan sedikit menyampingkan perjanjiannya pada [name] sebab Izana juga sedikit tak percaya pada Kisaki setelah sebuah fakta dari yang [name] katakan bahwa dirinya akan mati ditangan Kisaki sendiri.


"Aku ingin tahu sejauh mana kau akan menghancurkan Toman, Kisaki." Ucap Izana dengan menyunggingkan senyum.


"Kau lihat saja nanti. Percaya saja padaku." ucapnya Kisaki yang membenarkan posisi kacamatanya.


.


Izana pun berbalik pergi setelahnya, ia pun pergi dengan memanggil nama Kakucho dan [name] yang tengah duduk bersama Haitani Kyoudai sambil bermain poker.


Gadis itu pun berdiri ketika dipanggil. ia pun mengekori keduanya pergi menuju luar markas setelah pertemuannya dengan Kisaki.


Dalam perjalanan menuju apartemennya, Izana pun memikirkan hal-hal yang dikatakan Kisaki tadi. Ia tak bisa membiarkan itu terjadi. [Name] yang datang padanya, dan tidak akan membiarkan gadis itu pergi darinya.


Izana menghela nafas ketika memikirkan semua itu lalu ia berinisiatif untuk mencairkan suasana.


"Aku jadi ingin makan ramen. Mau makan ramen bersamaku [name], Kakucho?" tanya Izana pada gadis yang berjalan dibelakangnya bersama Kakucho.


"Boleh juga. Lagipula makan ramen hangat dicuaca dingin seperti ini sepertinya enak. Benar kan Kakucho."


Kakucho mengangguk membenarkan.


Izana tersenyum tulus, hal itu diperhatikan oleh Kakucho yang selalu bersamanya. Kakucho sangat senang akan perubahan Izana akhir-akhir ini. Izana terlihat cerah, bahkan sedikit lembut. bahkan akhir-akhir ini kakucho melihat Izana perlahan melupakan kebenciannya pada Mikey. Kakucho melirik pada [name] dan merasa bersyukur bahwa gadis yang mengekori mereka berdua membuat Izana berubah lebih baik dari biasanya.


"Kuharap [name] bisa merubah Izana. melihat Izana tersenyum seperti sekarang, membuatku ikut senang." batin Kakucho.


......................


[03-02-2023]