Tokyo Revengers: Change the Future

Tokyo Revengers: Change the Future
Bagian 20



Mikey x Reader


......................


[Name] hanya bisa bengong karena peristiwa lusa lalu. wajahnya bersemu merah, dan ia langsung menempelkan kepalanya pada meja didepannya. Menutupi wajahnya.


"Mikey serius mengatakan cintanya padaku. Aduh.. Malu sekali. Bagaimana aku menghadapinya nanti."


Arah matanya menatap arah luar kelas, [name] berfikir apakah dirinya salah jika ia mulai tertarik akan Mikey. tapi [name] adalah pengganti adik Baji Keisuke yang meninggal. Bagaimana, jika seandainya ia memberitahu identitas aslinya pada Mikey. Apakah Mikey akan membencinya?


.


Terdengar derap langkah kaki menuju dirinya dengan sangat terburu-buru, bahkan orang itu bersuara keras sehingga gadis bermarga Baji itu mengumpat kesal.


"Takemichi... Bisakah kau tak teriak-teriak? Aku mendengarmu kok."


"Gomen.. [name]-san tapi ini sangat penting."


Gadis itu menghela nafas lelah, bagaimanapun ia harus segera mendengarkan Hanagaki Takemichi tentang masa depan yang semakin rumit.


"Duduk dan bicaralah."


Takemichi menuruti, ia duduk dibangku lain dan saling berhadapan. Takemichi mulai menceritakan tentang masa depan. [Name] sendiri hanya mendengarkan apa yang diceritakan Takemichi lebih detail.


Kini dirinya mulai berfikir, rupanya memang dari masa inilah seorang [name] harus mengubah segalanya. Ia harus memecahkan yang masalah berawal yang dari perseteruan Black Dragon dengan Toman.


"Aku punya ide, Takemichi. Mungkin ini cukup ekstrim, tapi aku harus mulai dari sini. Aku akan menemui mantan kapten Black Dragon generasi 8, aku akan mencoba mendekatinya."


"Apa?"


Takemichi terdiam, pikirnya [name] nekat.


"Setuju atau tidak, aku akan melakukan. Aku akan bernegosiasi dengan mantan Black Dragon itu. karena dia adalah orang yang paling berpengaruh untuk Mikey dimasa depan."


"Kenapa kau bisa seyakin itu, [name]-san?"


"Apa kau lupa Takemichi? Aku adalah orang dari luar cerita ini. Aku tahu sebagian cerita ini dan ingat... jangan pernah meremehkanku."


"Ah aku paham. Tapi apakah Mikey-kun tahu akan hal ini?"


"tidak.. dan aku minta padamu. Mikey tidak boleh tahu ini."


"Kenapa?"


"Karena jika dia tahu, semuanya akan berantakan. Aku tidak ingin ada lagi yang mati karena ulah Kisaki. Bocah brengsek itu harus benar-benar ku eliminasi. Aku akan membalas kematian kakakku Baji Keisuke."


"Baiklah.. tapi aku akan membantumu sebisaku dimasa depan, [name]-san."


"Mohon kerjasamanya kembali, Hanagaki Takemichi."


......................


Sesuai rencana, [name] benar-benar mencari keberadaan pria yang pernah menjabat sebagai ketua Black Dragon generasi 8. Seingatnya, sesuai petunjuk dalam alur cerita yang pernah ia ingat sebelumnya, Kurokawa Izana adalah mantan Black Dragon generasi 8, pria itu pernah menjabat sebagai ketua.


[Name] membuka note catatannya, ia menulis isi rencananya yang akan dilakukan. Ia tak mau kalah oleh Kisaki, ia harus menjadi pemenang dalam alur lingkaran setan yang dibuat pria berkacamata itu.


"Baiklah.. tanggal xx bulan xx. aku akan ke pelabuhan, dimana tempat Kurokawa Izana berada. Aku akan membuat Izana Kurokawa berpihak padaku dan mencegah kematiannya dari Kisaki."


[Name] memberi lingkaran pada rencana yang akan dijalankannya. Ia memasuki catatan kedalam sakunya lalu menaiki kereta menuju stasiun di kota yang akan di kunjunginya.


membutuhkan waktu satu jam, akhirnya [name] sampai ditempat. Kemudian ia menaiki transportasi bus untuk sampai tempat tujuan dan sampailah di sebuah halte bus dikota tersebut. Kemudian ia melihat peta yang ada didekat halte, mencari lokasi tempat penyimpanan peti kemas disebuah pelabuhan. Ia pun membuka kembali buku catatannya, dan mengikuti gambar peta tersebut. Setelah selesai, [name] melanjutkan perjalanannya.


.


"Jadi benar disini tempatnya." gumam [name].


"Oi.. Kenapa kau diwilayah kami?" peringat seseorang yang melihat [name] yang sejak tadi melihat-lihat lokasi keberadaan wilayah milik Kurokawa Izana.


"A**no.. Apakah benar ini wilayah Tenjiku?"


"Ha? Untuk apa kau menanyakan Tenjiku onna."


"hmm.. Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada ketuamu dan ini sangat penting."


"Apa? Haha.. Apa kau tidak takut pada kami? Dan asal kau tahu, kami tak sembarang menerima tamu, terlebih seorang wanita. "


"Tapi aku adalah anggota Toman, apakah kau tak ingin bernegosiasi denganku?"


[name] terpaksa mengambil resiko itu dengan mengatakan keanggotaannya, ini demi dirinya bertemu dengan Izana.


"Kau serius mengatakan itu? Kau bisa mati loh ditempat kami."


"Aku serius... Dan aku tidak akan mati dengan mudah."


"wow.. Kau cukup berani juga rupanya. Kalau begitu kalahkan aku terlebih dahulu."


"huh.."


Gadis itu menghela nafas, padahal dirinya baik-baik datang untuk bernegosiasi. Namun, sambutan mereka tidaklah baik.


"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika tulang tanganmu bergeser."


"Kau terlalu percaya diri nona. Aku akan menghajar wajah cantikmu itu." Ucapnya menjilat bibirnya sendiri.


Pria itu langsung saja melakukan serangan pada [name], tetapi [name] dengan mudahnya menghindar. Gadis itu memang selalu menghindar disetiap serangan, ia mencari titik lemah musuh dihadapannya.


Ketika kesempatan itu datang, gadis itu dengan mudah memerintil tangan si pria hingga terdengar bunyi 'krek' pada tulang tangan.


"Bajingan! Kau membuat tulang tanganku bergeser!"


"Sudah aku katakan bukan? Aku datang kesini secara baik-baik dan kau tak menyambutku dengan baik."


.


.


"Dia mengalahkan Jiro, Izana-san. Gadis itu mengatakan dirinya dari Toman. Dia datang kesini untuk bernegosiasi denganmu."


Izana yang awalnya biasa, kini bereaksi bahwa gadis itu dari Toman.


"Toman?" Gumamnya. Izana mulai menyunggingkan senyumnya.


"Baiklah, aku akan menemuinya. Jika negoisasi itu tidak menarik, aku akan menghajar gadis itu sampai mati."


Izana turun dari singgasananya, kemudian ia berjalan menuju dimana [name] yang kini mengalahkan salah satu anak buah Izana.


Izana tersenyum miring ketika melihat kekalahan anak buahnya, bahkan ia mulai bertepuk tangan menyambut sang gadis yang menjadi tamunya.


"Wah... Wah.. ternyata kau bisa memenangkan perkelahian ini. Ternyata kau gadis yang hebat." Ucapnya tersenyum ramah yang dibuat-buat.


Kakucho berada dibelakang Izana, sebagai pelayan ia selalu mengekori Izana dan [name] sudah tahu itu.


"Aku sudah dengar dari anak buahku bahwa kau ingin bernegosiasi denganku."


[name] sudah berhenti memukul pria yang sudah terkapar itu, kemudian ia menghampiri Izana. Langkah gadis itu terhenti beberapa meter dari jarak Izana berada.


"Iya, Aku ingin bernegosiasi denganmu dan kau pasti akan tertarik."


"Benarkah?"


"Iya.. ini menyangkut Sano Shinichiro, Tenjiku, hidupmu berserta nyawamu."


mendengar kata itu, Izana langsung berwajah dingin terhadap [name].


"Kau tahu apa tentangku?"


"Aku tahu segalanya, aku akan membantumu menjadi yang teratas tanpa harus balas dendam pada Mikey."


Izana mengepalkan, ia marah ketika mendengar nama Mikey. Pria itu menghampiri [name] dan menarik kaos yang dipakainya.


"Beraninya kau mengatakan orang yang paling aku benci dihadapanku, ******!"


"Izana hentikan! Kau bersikap kasar terhadap perempuan." Ujar Kakucho yang menahan amarah Izana.


"Kau bukan benci terhadap Mikey, Izana. Tapi kau hanya iri padanya."


Amarah Izana semakin memuncak, seandainya saja Kakucho tak menghalanginya, Izana mungkin makin tak terkendali.


"Izana tenangkan dirimu, kita dengarkan baik-baik ucapannya sampai habis. Kau jangan terprovokasi.. Dan nona, jika kau berbuat ulah diwilayah Tenjiku, kami tak akan segan menghancurkan Toman."


"Huh.. Aku datang bukan atas nama Toman. Aku datang atas diriku sendiri dan tentang kalian semua dimasa depan."


Kakucho menaikkan alisnya, ia tak mengerti maksudnya. Sedangkan Izana mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Kau gila? Masa depan katanya. Ternyata kau wanita sinting yang pernah kutemui."


"Terserah apa katamu, tapi aku akan memberitahumu sesuatu Kurokawa Izana, dengarkan baik-baik."


"Pada tanggal xx bulan xx, kau akan mati dengan menyedihkan dimana hari itu kau meminta tolong untuk diselamatkan."


"Apa?"


"Ya.. Jika kau mau bernegosiasi denganku. aku akan memberitahu siapa diriku dan bagaimana cara agar kau tetap bertahan hidup."


Izana pun langsung berfikir keras, antara percaya dan tidak.


"Jika kau tak percaya, aku akan mengatakan sesuatu padamu bahwa kau adalah saudara jauh Mikey dan kau hanya ingin diakui oleh Shinichiro beserta keluarga Sano yang lain. benar bukan?"


Skakmat, perkataan [name] benar. Izana hanya ingin diakui oleh mereka. Namun, Shinichiro tak melakukan itu dan membuatnya menjadi terlantar dan sendirian.


"Aku benar-benar ingin membunuhmu wanita sialan! Sampai mana kau tahu semua itu!" Teriaknya marah.


"Sudah kukatakan bukan, aku akan memberitahumu jika kau mau bernegosiasi denganku."


"Izana, lebih baik kita ikuti dulu keinginannya."


"Aku tidak percaya dia. Dia pasti mata-mata dari Toman."


Mendengar itu, [name] hanya bisa menghela nafas. Rupanya sulit juga untuk bernegosiasi dengan Izana, ia harus memutar otaknya agar Izana mau bekerjasama dengannya dan memutus rantai perselisihan dimasa depan.


"Aku bukan mata-mata Toman, bahkan Mikey tidak tahu jika aku kesini."


"Apa jaminannya jika kau bukan mata-mata. "


"Kau boleh membunuhku."


Mendengar itu Izana menyunggingkan senyum, rupanya gadis itu cukup berani. Kemudian Izana mendekati [name] dan berdiri dihadapannya.


"Baiklah.. Tapi jika kau benar mata-mata Toman. Akulah orang pertama yang akan membunuhmu."


"Tentu."


Keduanya berjabat tangan. Kesepakatan pun terjalin. Kali ini [name] berhasil menyakinkan Izana Kurokawa menjadi sekutunya sebelum Kisaki lebih awal mendekati dan lebih jauh mempengaruhi kewarasannya.


......................


maaf baru bisa up lagi


mungkin cerita akan sedikit berubah kedepannya.


terima kasih ya yang sudah membaca.


[25-12-2022]