Tokyo Revengers: Change the Future

Tokyo Revengers: Change the Future
Bagian 25



Mikey x Reader x All Character


......................


[Name] POV


Sudah seminggu hubunganku dan Izana telah terjalin. Hal itu sudah sampai ke telinga Mikey. Aku tahu dia sangat kecewa padaku, ia selalu mengalihkan pandangannya ketika bertemu denganku.


Meski hati ku sakit karenanya, tetapi ini demi dirinya. Jika ia tahu perasaanku, Aku sangat mencintai Mikey.


Hari ini aku mengantar Emma berbelanja untuk persiapan hari valentine. Gadis Sano itu memang sangat dekat denganku meskipun tahu hubunganku semakin renggang dengan Mikey.


Saat ini Kami ditoko bahan pembuatan kue, aku dan Emma memilih bahan dasar coklat yang akan dibuat dan nantinya akan diberikan pada orang-orang yang kami sayangi dihari spesial itu.


Setelah menemukan bahannya, kami berdua bergegas menuju kasir untuk membayarnya.


"Terima kasih telah berbelanja ditempat kami."


.


Setelah membeli bahan untuk membuat coklat, tak lupa kami berkunjung ke tempat aksesoris mencari pernak pernik hadiah sebagai tambahan.


Kami berdua berkeliling ditoko tersebut dan memilih-milih apa saja yang akan dibeli nanti.


"[Name] kalung ini kelihatannya bagus, sepertinya ini akan cocok untuk Draken-kun."


Emma memperlihatkan kalung rantai yang sering anak laki-laki gunakan. Desainnya memang sangat bagus dan sederhana.


"Bagaimana?" Tanyanya


"Bagus kok. enggak terlalu berlebihan."



*ilustrasinya seperti itu


"Baiklah aku akan berikan ini pada Draken nanti. sekarang mau cari hadiah untuk Mikey."


Aku mengangguk, kemudian berpisah kembali mencari hadiah selanjutnya sampai Aku menemukan sebuah gelang untuk anak laki-laki.



*hanya ilustrasi


Pikiranku melayang ketika melihat itu, aku ingin memberikan gelang itu pada Mikey. Aku mengambilnya tanpa sadar untukku bayar.


Emma tak menemukan barang yang cocok untuk Mikey, sehingga ia memutuskan untuk membeli untuk Draken saja.


"Bagaimana, sudah menemukan?" tanyaku.


"Tidak ada yang cocok untuk Mikey, mungkin aku akan membuatkan dorayaki yang banyak saja untuknya. hehe."


Aku ikut tersenyum. Kemudian kami berdua segera menuju kasir.


"Kamu membeli gelang? Apakah itu untuk Izana."


Aku terdiam, aku teringat. Aku adalah kekasih Kurokawa Izana saat ini dan mengapa aku membeli gelang ini untuk Mikey.


"[name] kenapa?"


"A.. aku membeli ini untuk mendiang kakakku nanti." kataku bohong.


"hm.. begitu ya."


......................


Author POV


Berbelanja bahan membuat coklat sudah, membeli aksesoris sudah dan saatnya [name] mencarikan hadiah untuk kekasihnya, Kurokawa Izana. [name] yang masih bersama Emma, diantarnya menuju toko perlengkapan musim dingin. Pikirnya ia akan memberikan syal untuk Izana sebab untuk membuat syal [name] sendiri tak memiliki keahlian merajut.


"Apakah warna ini cocok untuknya?" tanya [name] pada Emma.


Emma menggeleng, kemudian [name] mencari lagi hingga menemukan syal berwarna merah dan menunjukkannya pada Emma. Lalu gadis Sano itu mengangguk.


Akhirnya [name] memutuskan membeli syal warna merah untuk hadiah Izana.


.


Setelah selesai berbelanja. [Name] dan Emma membeli jajanan sekalian mencari tempat duduk untuk beristirahat sebentar.


[Name] dan Emma pun memilih sebuah taman yang tak jauh dari tempat belanja tadi. Mereka berdua memakan jajanan itu disana sambil mengobrol.


"kamu akan memberikan syal itu padanya sebagai hadiah?" tanya Emma.


"iya, ku harap dia menyukainya mesti itu bukan buatanku karena aku tidak bisa merajut."


Emma tersenyum "Kak Izana akan menyukainya. Aku tak menyangka kamu menerima Kak Izana."


"Aku pun tidak tahu kenapa bisa menerimanya. Yang jelas itu terjadi dengan begitu saja."


"Begitu ya, kuharap [name]-chan menerima kak Izana bukan karena kasihan. "


"Aku tidak tahu, tapi aku akan berusaha menerima dia apa adanya Emma."


"Syukurlah.. Aku hanya ingin dia bahagia."


"Itulah yang aku sedang usahakan saat ini Emma."


"Tapi aku juga jadi tidak tega pada Mikey."


"Aku tahu, aku sangat jahat padanya. Tapi Emma, Mikey masih memilikimu yang menjadi saudara perempuannya. Aku yakin dengan pengertian mu, Mikey dapat menerima itu."


"Aku akan berusaha menenangkan Mikey, lagipula ia pasti menerimanya apalagi kak Izana merupakan saudaranya. Mikey pasti akan bahagia jika kamu sendiri bahagia dengan kak Izana."


"Ya, semoga saja."


Kedua gadis itu menghabiskan jajanannya, lalu setelah itu mereka memilih untuk pulang.


.


[Name] sampai kerumahnya sore hari, ia langsung saja ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang lelah. Barang belanjaan nya, ia hanya simpan di kasurnya begitu saja.


"Semoga saja apa yang dikatakan Emma bisa membuat Mikey bahagia. Jujur saja aku masih belum bisa sepenuhnya menerima Izana. Tetapi demi masa depan semuanya, aku harus membuat Izana berpihak padaku."


Gadis itu hampir saja memejamkan matanya di dalam buaian tempat tidurnya kalau saja bunyi getaran ponselnya tak membangunkan nya.


[Name] terperanjat bangun dan melihat nomor si penelpon yang merupakan Hanagaki Takemichi.


"Moshi-moshi Takemichi, ada apa?"


"[Name] ayo kita bertemu. Ada yang ingin aku ceritakan tentang Mikey di masa depan. Kau bisa kan?"


"Baiklah. kita bertemu ditempat biasa Takemichi."


......................


"Sesuai dugaan ku. ini masih berjalan seperti cerita aslinya. Namun akhirnya aku pun ikut mati ditangan Mikey." ucap [name] setelah mendengar detail cerita dari Takemichi.


"Kita harus bagaimana sekarang [name]?"


"Sudah jelas aku yang akan berperan disini Takemichi, tentunya aku akan bersama Izana agar dia berpihak padaku. Kau tahu, Sekarang aku adalah kekasihnya, dan sebisa mungkin aku akan mengalihkan tujuannya."


"heh? Apa kau bersama izana-kun menjalin hubungan?"


[name] mengangguk.


"Pantas saja, Izana menyalahkan ku atas kematian mu. Tapi apa kau yakin dengan bersamanya saat ini?"


"kenapa kau berkata seperti itu, Takemichi?"


"[Name] terlihat tidak bahagia sekarang, begitupun dimasa depan."


Seketika [name] terdiam, ia mengalihkan pandangannya agar tak terbaca oleh Takemichi.


"Bahkan aku sudah membaca semua catatan mu dimasa depan dan aku jadi paham sekarang ternyata [name] mengorbankan segalanya di hari ini, bahkan kau mengorbankan perasaanmu demi Mikey."


"Aku harus bagaimana Takemichi, tidak ada cara lain selain ini. Jika aku tak melakukan itu, maka Mikey akan menjadi lebih buruk. Izana dan Emma adalah orang yang paling penting bagi hidup Mikey. Hanya ini yang bisa aku lakukan." ucap [name] yang mengeluarkan air matanya.


"[Name]."


Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Aku tidak peduli diriku hancur dan mati nantinya, asalkan Mikey bahagia dimasa depan itu sudah cukup buatku. Lagipula, aku adalah orang yang seharusnya tidak ada dalam cerita kalian. Kau tahu, Baji Keisuke dalam cerita yang ku baca dia hanyalah anak tunggal, Baji [name] tidak ada dalam cerita Takemichi. Jadi apa salahnya aku mengorbankan ini semua. Aku tidak mau gagal lagi setelah aku gagal menyelamatkan Baji Keisuke." ucap [name] terisak.


Takemichi turut bersedih ketika gadis itu mengungkapkan semuanya, bahkan itu semua sama dengan buku catatan yang [name] tulis.


"aku sebenarnya mencintai Mikey, Takemichi." Ungkapnya sendu sambil menghapus air matanya.


Takemichi mengepalkan tangannya, ia bertekad akan ikut berjuang disini. Ia akan menyelamatkan Hinata, Mikey, [name] dan yang lainnya.


"[Name] aku juga akan berjuang denganmu. Jadi, ayo kita sama-sama berjuang. " Ucapnya yang tatapannya mengarah pada [name].


[Name] mengangguk.


"ayo.." ucap Takemichi sambil mengepalkan tangannya yang dibalas oleh [name].


......................


Seminggu setelah pertemuannya dengan Takemichi, hari ini adalah hari spesial untuk sepasang kekasih memberikan hadiah. Hari valentine telah tiba, [Name] hari ini bersiap untuk berkencan. Rencananya, ia akan menghabiskan seharian bersama Izana di apartemen pria itu.


[Name] tentu saja sudah mempersiapkan hadiah untuk kekasihnya itu dan ketika sampai di apartemen Izana. Pria itu membukakan pintu untuknya dan langsung memeluk [name] dengan senang.


"Akhirnya kau datang juga. " ucapnya sambil mencium aroma wangi dari tubuh gadisnya.


"Iya, aku senang Izana-kun sudah meluangkan waktunya."


Izana tersenyum.


"Ayo masuk."


[Name] pun masuk ke apartemen miliknya. Seperti biasa Izana memang orang yang apik. Apartemen nya terlihat rapi dan bersih.


"Sini duduk denganku." ucap nya sambil menepuk pahanya yang Izana sendiri sudah duduk disofa yang mengarah ke televisi didepannya.


"Apa perlu aku duduk disana?"


"Tentu saja, kau itu kekasihku."


Tangan Izana menarik tangan [name] agar gadis itu duduk dipangkuannya.


[Name] duduk dipangkuan Izana, bahkan pria itu memeluknya erat sambil menyenderkan kepalanya di bahu gadisnya.


"[name] kau tak akan meninggalkanku kan?"


"Kau bicara apa sih Izana-kun. Mana mungkin."


"Baguslah.. Aku tidak ingin kau meninggalkanku apalagi demi Mikey."


"Sudahlah jangan bahas Mikey, bukankah hari ini kencan kita."


"a.. Baiklah, Kau benar."


Izana memberikan kecupan di pipi [name] yang membuat gadis itu agak terkejut. [Name] jujur saja belum pernah diperlakukan seperti ini, hingga membuat dirinya merasa malu sendiri dan kaku.


"a.. iya.. Aku membawakan hadiah untukmu, semoga saja kau suka.".


Izana mengambil hadiahnya tanpa melepas [name], kemudian membukanya sambil memeluk gadis itu dibelakangnya.


Saat dibuka, Izana mendapatkan sebuah syal dan juga coklat.


"Kau suka?"


"Ya aku suka."


"Syukurlah, tapi maaf aku membelinya bukan merajut hasil sendiri."


"Tidak apa-apa. Aku tetap senang dengan apa yang kau berikan. Aku makan ya coklatnya."


[Name] mengangguk. Izana sendiri memakan coklat buatannya [Name] sedikit demi sedikit.


"Kau membuatnya sendiri?"


"hm.. Aku membuatnya."


"Enak, dan aku suka. Kau juga harus cicipi."


"Tidak, aku membuat Itu hanya unt..."


Ucapannya terpotong ketika Izana memasukkan coklatnya kemulut [name] dengan jari tangannya yang menyelusup ke mulut gadis itu.


"Enak kan." ucap nya sambil tersenyum yang menjilat jari-jarinya bekas [name].


Gadis itu hanya mengangguk malu dengan perlakuan Izana, bahkan Izana mencium bibirnya menikmati lumeran coklat dimulut [Name].


[Name] hanya bisa mengeratkan tangannya pada pakaian Izana yang dikenakan kemudian memukul perlahan dada Izana untuk melepaskan ciuman mereka.


gadis itu meraup napasnya, ia sedikit syok. bisa-bisanya Izana melakukan itu padanya. Izana sendiri menghapus salivanya dan tersenyum menyungging.


"sayang bibirmu lebih manis dari coklatnya."


[Name] merasa merinding mendengarnya.


"Kau tahu, kau itu hanya milikku sekarang [Name]. Mungkin nanti aku akan melakukan lebih dari ini jika kau berani dengan mendekati laki-laki lain apalagi Mikey."


......................