Tokyo Revengers: Change the Future

Tokyo Revengers: Change the Future
Bagian 24



Mikey x Reader x All Character


......................


[Name] baru saja selesai melakukan kegiatan kelas tambahan di sekolah. Hari ini sungguh lelah, bahkan ia tak sempat untuk datang ke markas Tenjiku karena kesibukan disekolahnya. Meskipun begitu, ia sudah mengirimkan pesan pada Izana atas ketidakhadirannya hari ini dan Izana pun memaklumi gadis.


Seusai membereskan peralatan tulisnya ke dalam tas sekolahnya, setelah ini [name] berniat untuk segera pulang.


"Huh.. lelahnya. "


.


Ketika dalam perjalanan pulang, ia dijegal oleh Mikey dan Draken dipertengahan jalan. Gadis itu merasa heran kepada kedua orang yang menjadi petinggi Toman itu menghadangnya tiba-tiba.


"Ada apa Mikey? Draken?"


"Kita harus bicara dan tolong jelaskan semuanya pada kami, [name]."


Mikey menarik lengan gadis itu, dan menyuruhnya untuk menaiki motor Mikey.


"Tu..Tunggu.. Memang ada apa sih?" Tanya [name] tak mengerti.


"kita akan jelaskan, dimarkas Toman." Jawab Draken.


Gadis itu terpaksa mengikuti kedua pemimpin Toman itu, ia tak mau menambah masalah lain dengan mereka berdua. Mengingat hubungan [name] dan Mikey sedikit merenggang.


.


Ketiga remaja itu sudah sampai di markas, kemudian ketika kedalam ternyata ada beberapa orang yang terlihat luka-luka dan lebam tiap anggotanya. Gadis tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada anggota Toman. Mengapa mereka menatap [name] dengan penuh kekecewaan.


"Mereka terluka? apa yang terjadi?" batinnya.


"Apa kau yang merencanakan ini pada kami?" tanya si kembar Kawata Nahoya atau Smiley pada [name] yang secara tiba-tiba bertanya.


"hah? maksudmu apa?" tanya balik gadis itu tak mengerti.


"[name], kami tahu kau keluar Toman dan bergabung dengan Tenjiku. Tapi bukan berarti kau bisa melakukan cara menjijikan seperti ini. anggotamu menyerang kami mendadak di pusat kota secara terang-terangan."


"eee... menyerang kalian? apa maksudmu, Smiley?"


Dalam sekejap [name] mengingat pertama kali Kisaki menginjakkan kakinya di markas Tenjiku dan memberikan penawaran pada Izana tanpa [name] ketahui.


"Jangan-jangan. Kisaki bajingan itu yang membuat rencana ini dan Izana menyetujuinya." batin [name] yang diam terpaku.


Mikey yang sejak tadi melihat ekspresi gadis itu nampak bingung, hal itu membuat dirinya bimbang. Namun perasaan Mikey yakin bahwa [name] tidak mungkin melakukan hal sejahat itu.


"Jawab [name]! Kami tak masalah kalau kau keluar Toman dan bergabung dengan mereka. Tapi caramu tidak bisa kami terima." ucap angry atau Kawata Shoya yang mendesak gadis itu.


Gadis itu menghela nafas, sepertinya [name] benar-benar dijadikan kambing hitam kali ini. Ia tak tahu harus menjawab apa.


"Menceritakan hal sesungguhnya pun percuma. Lebih baik aku mengikuti alur sikacamata bajingan itu daripada kepercayaan Izana hilang padaku." batin [name].


"Terus kalian mau apa? mengeroyokku, silahkan saja." Ucap [name] yang akhirnya berbohong. Gadis itu mulai mengikuti alur Kisaki dan suatu saat ia akan membuat perhitungan dengan kisaki tanpa melibatkan orang-orang yang berada dihadapannya.


semua orang yang menjadi rekannya dulu terkejut berikut dengan Mikey dan Draken yang sejak tadi menyimak pembicaraan mereka.


"Kenapa kau melakukan itu, [name]?" Tanya Mikey.


"Kau bisa menebaknya sendiri bukan Mikey." Jawab [name] penuh kebohongan.


"Maaf Mikey." Batin [name].


[Name] tahu raut Mikey kecewa padanya, dan gadis itu harus bisa menahan rasa sakit hatinya. Demi misinya, dia harus membongkar kejahatan Kisaki.


"Kau ingin tahu kan? Aku hanya memberi peringatan saja. Selamat tinggal." Ucap [name] yang akan meninggalkan markas Toman.


Belum sempat keluar, [name] dijambak oleh Yasuhiro Muto yang berada disana.


"akh.."


"Sebelum kau pergi, baiknya aku menghajarmu."


"Mucho lepaskan dia. " ucap Mikey memerintah.


Jambakan itu dilepas. Mikey mendekati [name] yang terlihat menundukkan kepalanya. Ia memegang kedua bahu [name].


"[name] katakan padaku kau berbohong kan?"


[Name] melepas tangan Mikey kasar sambil terkekeh.


"Mikey, kau bodoh ya. Aku sengaja loh ingin menghancurkan Toman. kau masih percaya padaku. Jangan naif."


[Name] menepis tangan Mikey, kemudian merapikan pakaian serta buku-buku yang tercecer ditempat. Sebenarnya ia ingin menangis ketika mengatakan hal itu, namun demi rencananya dia harus tetap berpura-pura seperti sekarang.


.


Takemichi dan Chifuyu baru saja datang dengan keadaan sama babak belurnya. Ia terkejut dengan [name] yang tengah di interogasi.


"[name]." panggil Takemichi.


[name] melirik kepada Takemichi, ia masih berpura-pura tak meresponnya.


"Baiklah, jika itu keinginanmu. Kami, Toman akan menghancurkan Tenjiku."


"Baguslah, kami tunggu kalau begitu. " Jawab [name] sambil melangkah keluar markas Toman.


Takemichi masih memandangi raut wajah [name], terlihat jelas diwajahnya penuh dengan kebohongan.


"Chifuyu, [name] tidak mungkin melakukan itu." gumamnya.


"Mau bagaimana lagi aibo, [name] memang bergabung dengan Tenjiku dan kita tak ada bukti untuk membantunya. kita harus mencari cara agar anggota Toman percaya bahwa [name] bukan otak pelaku yang menyerang kita tadi."


......................


Name POV


Sungguh ini melelahkan, aku kali ini harus berbohong pada semuanya termasuk pada Mikey. Jujur saja aku tidak tahu apa-apa akan hal ini, apalagi melakukan penyerangan terhadap anggota Toman.


Aku tahu ini ide dari Kisaki dan sialnya Izana menyetujui ini. Dia benar-benar mengujiku dengan menghancurkan ikatanku dengan mereka sekaligus menguji kepatuhanku pada Izana. Bahkan mereka melakukannya saat aku tak ada ditempat.


Aku sudah sampai di stasiun kereta menuju Yokohama. aku pergi kesana untuk menemuinya, dan berbicara banyak dengan Izana akan masalah serius ini.


Aku tahu mungkin ibu akan cemas, tapi aku mengirimkan pesan pada ibu dengan alasan kerja kelompok dirumah teman dan akhirnya ibu mengizinkanku pergi. .


.


Aku sampai di depan markas Tenjiku. Disana terlihat beberapa anggotanya tengah berpesta.


"Dimana ketua? " Tanyaku pada Ran yang tengah membersihkan baton miliknya.


"Ketua ada diruangan. Bukankah hari ini kau tak bisa kemarkas cantik?"


"Karena aku ada keperluan dengannya, jadi aku menyempatkan diri Ran-san."


Author POV


Ran dapat melihat raut wajah gadis yang saat ini sedang tidak baik bahkan bersikap berpura-pura baik-baik saja. Telihat gadis itu melangkah menuju ruangan Izana setelah Ran memberitahunya.


"Sepertinya akan terjadi hal yang tak menyenangkan." gumam Ran setelah melihat memasuki ruangan Izana.


.


[Name] memasuki ruangannya, terlihat Izana tengah duduk bersantai sambil meneguk cola dalam kalengan. Izana sudah bisa menebak bahwa gadis dihadapannya saat ini akan datang dan marah padanya. Izana meletakkan colanya disamping tempat duduknya tadi. Namun tiba-tiba [Name] langsung saja menarik kerah toppuku yang masih dikenakannya.


"Izana, kenapa kau melakukan ini, bahkan kau melanggar perjanjian kita!"


"[name], kau jangan lancang pada Izana." tegur Kakucho.


"Kau jangan ikut campur Kakucho. Saat aku sedang bicara dengan Izana."


"Kakucho keluarlah, aku akan bicara dengannya."


"Tapi Izana.."


Tatapan mata Izana menatap tajam Kakucho untuk tak membangkang. Kakucho pun keluar dan menutup pintu membiarkan mereka berdua didalam.


[name] nampak kesal dengan sikap Izana yang tanpa berdosa. Gadis itu pun semakin erat menarik kerahnya.


"Izana jawab!"


"Kenapa kau marah? bukankah kau anggotaku, atau kau berusaha mengkhianatiku. hm.."


"Izana, aku memang anggotamu bukan berarti melakukan hal picik seperti itu. Apa kau lupa, kau tidak akan menyerang mereka lagi setelah aku masuk Tenjiku!"


Izana hanya terkekeh. kemudian ia melepaskan tarikan kerah [name] secara kasar yang membuat gadis itu harus sedikit mundur dari posisinya dan mendapatkan tatapan dingin Izana.


"Aku sedikit ingin mengujimu, namun rupanya pikiranmu tetap pada mereka. Benar kata Kisaki, kau pasti akan berpihak padanya daripada janjimu padaku dan Tenjiku."


"Hah? maksudmu apa?"


"Kau adalah milik Tenjiku, ingat itu."


"apa? "


Izana mendekati [name] dan sedikit membungkukkan tubuhnya pada [name]. Wajahnya kini saling bertatapan.


"Bukankah kau ingin melindungi Mikey.hm.." tanya Izana sambil menyentuh wajah [name].


Gadis yang kini berhadapan dengannya hanya bisa meneguk ludahnya melihat tatapan Izana sekaligus senyuman yang menyungging.


"Diam berarti benar.. "


Izana mengelilingi tubuh [name] dan kembali pada posisi awal bertatap wajah dengan [name].


"Jika kau memang ingin melindungi Mikey, turuti semua keinginanku."


Izana mengapit dagu [name], ibu jarinya mengusap lembut bibirnya.


"Jadilah kekasihku. Bagaimana?"


[name] mengalihkan pandangannya, ia tak tahu harus menjawab apa. Pilihan ini terlalu berat tapi mengingat cerita asli masa depan yang berakhir buruk [name] harus berkorban. Ini semua demi orang yang telah berjuang, bukan hanya untuk dirinya tapi demi Takemichi yang sudah melakukan mati-matian untuk menolong Mikey. [Name] harus melakukannya, setidaknya merubah sifat Izana dan melindunginya dari pria manipulatif seperti Kisaki.


"Baiklah, tapi kau harus tepati janjimu."


"Baiklah."


Izana tersenyum menyungging, lalu memiringkan kepala, menyamakan posisi nya dan mencium bibir [name] sekaligus memeluk pinggang [name] yang kini menjadi kekasihnya.


......................


"Aibo, apa kau akan tetap menghubungi [name]?"


Takemichi mengangguk, Takemichi yakin bahwa [name] tidak pernah melakukan itu. Ia tahu [name] bagaimana menghadapi musuhnya, [name] tak pernah membawa orang lain dalam bertindak. Jangankan mengorbankan orang lain, melakukan hal curang pun tak pernah gadis itu lakukan.


"Chifuyu kau tahu bagaimana [name] kan? "


Chifuyu mengangguk.


"[name] tidak pernah melakukan cara kotor ini, dia selalu bertindak sendirian sama seperti Baji-kun bahkan dimasa depan pun seperti itu."


"benarkah?"


Takemichi mengangguk.


"Aku akan memberitahumu, [name] berjuang sendirian di masa depan. Namun sayangnya dia harus meninggal karena dibunuh Mikey. selain dirimu, dia selama ini mati-matian berjuang untuk melawan Kisaki dari dalam. Namun, aku tidak tahu siapa yang menjadi atasan [name]. Mikey mengatakan, jika [name] mengikuti orang itu."


"hm..jadi begitu. Aku juga jadi penasaran. apa kau akan kembali ke masa depan lagi?"


"Aku tidak tahu, tapi aku harus menyakinkan Mikey dahulu bahwa [name] tidak mungkin melakukan ini. [name] bukan orang yang selicik itu untuk menghadang kita tadi."


"hm.. ayo kita ungkap. bagaimana pun [name] adalah partner kita juga untuk melawan kejahatan Kisaki."


Takemichi mengangguk, mereka berdua melakukan tos sebagai partner.


......................


[03-02-2023]