
Mikey x Reader
......................
Natal pun kini dirayakan diseluruh penjuru dunia, begitupun dengan [name] yang kini merayakannya bersama Baji Keisuke. Gadis itu datang ke pemakaman kakaknya dengan membawa hadiah untuk kakaknya itu. Memang tak mahal, tapi itu adalah hal yang di favorit kan Keisuke semasa hidupnya. Ia sangat menyukai komik dan Peyong Yakisoba.
[Name] sejenak berdoa untuknya, kemudian ia menyamakan posisi dengan batu nisan didepannya.
"Selamat hari natal kak.. Bagaimana kabarmu kak?"
[Name] menyimpan barang bawaan untuk kakaknya didepan altarnya.
"Aku membawakan komik favoritmu nich, kebetulan sudah rilis episode terbarunya. Kau tahu, gara-gara kau suka membacanya aku jadi mengikuti seriesnya... Dan tak lupa aku juga membawakan Peyong untukmu."
[Name] berbicara pada batu nisan didepannya, ia tahu tak akan ada balasan tapi setidaknya ia bisa melepaskan kerinduannya pada Baji Keisuke yang sekarang menjadi kakaknya.
Salju pun mulai turun, hawa dingin menerpa tubuhnya. meskipun [name] memakai mantel tebal dan hangat, tubuh [name] tetap merasakan hawa dinginnya itu.
"Keisuke, apa aku berdosa memakai tubuh adikmu dan berbohong padamu dan teman-temanmu?"
[Name] menatap tulisan yang tertera didepannya.
"Andai kau masih hidup, aku akan berkata jujur padamu bahwa aku bukan Baji [name], aku adalah Hayashibara [name]. Tolong maafkan aku... Aku bukanlah adikmu, aku hanyalah orang asing yang memasuki tubuh adikmu. "
[name] memegang erat mantel tebalnya sambil memeluk dirinya sendiri.
"Kau yang disana sekarang pasti marah dan membenciku karena aku seenaknya menggunakan tubuh adikmu ini kan?" Ucap [name] yang tiba-tiba mengeluarkan airmatanya.
"Tetapi aku menyayangimu, aku ingin menyelamatkan teman-temanmu dan Toman. Aku sengaja mengkhianati mereka agar aku bisa menyelamatkan semuanya. "
"Kau tahu, akan ada hal yang lebih buruk setelah ini, terutama untuk Mikey. Mungkin aku lancang, tapi aku mulai menyukai Mikey. Aku ingin menyelamatkan dia dimasa depan. Aku tidak ingin dia menjadi kriminal dengan mengorbankan dirinya, Keisuke." lanjut [Name] terisak.
"Aku tahu, ada hal yang harus aku bayar. Tetapi asalkan aku bisa merubah semuanya menjadi lebih baik, tak masalah buatku. Meskipun semua orang membenciku pun aku tak peduli."
Gadis itu berdiri "Tolong maafkan aku..."
Ia membungkuk dengan perasaan benar-benar bersalah yang mendalam. Setelah menghapus air matanya, ia berbalik dengan keteguhan hatinya. Ia akan memulai rencananya kali ini bersama Tenjiku.
......................
Mikey kini berada didepan apartemen keluarga Baji, ia mencoba memencet bel rumahnya. Namun yang keluar hanyalah ibunya, Baji Ryoko.
"Mikey, kamu mencari [name]?"
"Iya, bibi. Dia ada?"
"[name] baru saja tadi pergi, katanya ingin ke tempat Keisuke untuk berkunjung. hah.. anak itu malah keluar malam-malam, padahal dia kan suka sakit kalau cuaca dingin seperti ini."
"Kalau begitu aku yang akan mencarinya."
"Tolong ya, Mikey."
"baik, Bi."
Mikey pergi meninggalkan kediaman apartemen keluarga Baji. Ia menggunakan Babu-nya untuk mencari keberadaan gadis itu.
.
Dipihak Takemichi sendiri, ia tengah bersiap menghadapi Shiba Taiju. Ia bersama dengan Chifuyu Matsuno pergi menuju ke sebuah gereja tempat dimana sang ketua Black Dragon generasi 10 kini berada, sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kokonoi Hajime pada awalnya.
Namun hal itu tak sesuai rencana, perihal Kisaki dengan liciknya merencanakan pencegahan kemenangan Hanagaki Takemichi sehingga ia sendirian harus menghadapi Taiju. Bahkan diluar dugaan, Mitsuya juga turut andil.
Takemichi sendiri sudah babak belur dibuatnya, sehingga Mitsuya kini yang harus menghadapi pria berbadan besar yang berada dihadapannya. Namun diam-diam, Mitsuya mendapatkan serangan dari seseorang yang tiba-tiba saja menyerangnya.
Orang itu adalah Kokonoi Hajime beserta dengan Inui Seishu. Hal itu membuat Takemichi semakin terdesak, tetapi siapa sangka bahwa adik perempuan dari Shiba Taiju muncul. Mereka memberontak beserta dengam Shiba Hakkai.
.
Sementara [name] ia hanya duduk didekat pelabuhan, ia hanya berharap kali ini misi Takemichi berhasil. Ia tak bisa membantu Takemichi kali ini, jika ia melakukan itu hanya akan menjadi kekacauan dan semua rencana akan berantakan. Biarlah Takemichi dengan rencananya dan [name] dengan rencananya sendiri.
Meskipun begitu, mereka satu tujuan. Menyelamatkan orang tersayang dan juga Toman dari rencana licik Kisaki.
"brr.. Dingin.." Gumam [name] dengan uap yang mengepul dari bibirnya.
.
Sedangkan Mikey sedang mencari keberadaan gadis itu. Sesuai janjinya pada ibu gadis itu, ia akan membawanya pulang. Dengan menggunakan mesin motornya yang ia beri nama Babu, sepanjang jalan Mikey mencarinya, melirik kesana kemari disekitar wilayah yang menjadi kekuasaan Toman.
Hingga pada sebuah pelabuhan, ia menemukan siluet seorang gadis yang bermantel tebal. Ia kenal dengan sosok gadis itu meskipun dari kejauhan, kemudian ia memberhentikan motornya di sisi pelabuhan tersebut.
Mikey menghampiri [name] yang tengah duduk sambil menggosok-gosok tangannya yang dingin. Tangannya menepuk pucuk kepalanya sehingga si gadis melihat siapa yang melakukan hal tersebut.
"Mikey.." Panggilnya pelan menatap sosok yang sedang berdiri dihadapannya.
"Ayo pulang, disini dingin. Kau bisa sakit."
"huh.. Mana mungkin, aku bukan anak-anak lagi Mikey."
"Aku tahu, tapi aku tahu kau tak kuat dengan udara dingin. lebih baik pulang, aku tidak mau kau demam nantinya."
Mikey segera meraih lengan gadis itu untuk berdiri. [name] sendiri mendengus sebal, padahal ia ingin menikmati suasana malam natal diluar, lebih tepatnya melihat indahnya lautan dimalam hari.
[Name] terpaksa bangun daripada membuat pria itu marah padanya. Mikey adalah orang yang tak bisa dikompromi.
"Pegangan pada pinggangku."
[Name] memegangi pinggang ketika diboncengi Mikey. Perasaan keduanya saling menghangat namun tak mereka ungkapkan. Ada perasaan canggung diantara mereka perihal adu mulut [name] dan Mikey beberapa hari yang lalu tentang keluar dirinya dari Toman.
.
Dalam perjalanan, Mikey mendapat panggilan dari Draken. [Name] yang tak terlalu jelas mendengarkan, hanya diam memperhatikan saja.
"Ada apa?" Tanya [name] ketika Mikey usai menelpon seseorang.
"Ken-chin memberitahuku. Takemichi dan Mitsuya sedang menghadapi Taiju. Dia menyuruhku untuk datang. Huh.. padahal sudah ku bilang jangan melakukan apapun."
"sudah dimulai ya, tapi kenapa jadi berbeda dari aslinya ya? seharusnya Mikey kan datang bersama Draken bukan denganku begini. Apa mungkin juga karena kemunculan ku?" batin [Name].
"pegangan yang erat, aku akan mempercepat laju motorku."
"heeee..." Gadis itu kaget karena Mikey mempercepat laju motornya, ia memeluk erat pinggang Mikey.
"Aku paling benci seperti ini, Mikey benar-benar seperti mengajakku ke akhirat." Batin [name].
......................
Mikey, Draken dan [name] sampai pada tujuan, yaitu di sebuah gereja dimana tempat Takemichi dan Divisi 2 bertarung.
"Kamu tunggu disini. Aku dan Ken-chin akan menghadapi orang-orang didepan kita."
[Name] mengangguk dan mundur untuk tak menghadapi orang-orang didepannya.
.
Hampir tengah malam perkelahian Black Dragon vs Toman masih berlanjut, Mikey dan Draken berhasil mengalahkan orang-orang didepan gereja yang berjaga.
Lonceng gereja terdengar, menandakan Natal telah tiba. Mikey lebih dulu melangkah menuju arah pintu gereja, sedangkan Draken tetap berada didepan gereja. Dia duduk setelahnya untuk menunggu ketuanya menyelesaikan konfliknya dengan Black Dragon.
.
"Merry Christmas.." ucap Mikey ketika membuka pintu gereja. Mikey pun masuk dan segera menutup pintu. Sedangkan Draken dan [name] menunggunya diluar. Draken bertugas menjaga [name] atas permintaan Mikey yang akan menghadapi ketua Black Dragon, Shiba Taiju.
......................
"Kenapa kau memutuskan untuk keluar dari Toman?" Tanya Draken ketika dia menunggu Mikey yang tengah menyelesaikan konflik divisinya.
"Aku tak bisa mengatakannya padamu.. Yang jelas aku ingin menyelesaikan sesuatu Draken."
"Jangan bertindak sendirian. Kau masih punya kami. Sebisa mungkin kami akan membantumu, [name]."
[Name] menggeleng "Tidak bisa, aku tidak bisa melibatkan kalian Draken."
"Apa kau tak percaya kami?"
"Aku bukan tak mempercayai kalian, tapi aku tak bisa melibatkan kalian dalam masalahku. "
Draken menghela nafas, gadis dihadapannya sungguh keras kepala. Dia sangat mirip mendiang sahabatnya, Baji Keisuke.
"Baiklah, apapun keputusanmu aku menghormatimu tapi satu permintaanku.. "
[name] menatap Draken yang tengah menunduk sambil menautkan kedua jari-jari tangannya.
"Jangan mati, Jangan tinggalkan Mikey. Dia yang paling membutuhkanmu."
[Name] terdiam, Draken sungguh mengatakan ini padanya. Gadis itu mengalihkan pandangannya, ia tak tahu harus mengatakan apa pada Draken dan Mikey nanti, apalagi dirinya telah bergabung dengan Tenjiku.
"Aku tidak tahu, Draken." Ucap gadis itu pelan.
.
Pintu gereja terbuka, Mikey keluar bersamaan dengan Takemichi, Mitsuya dan lainnya. Mereka mendapatkan kemenangan mutlak berkat ketua Toman, Mikey.
Kokonoi Hajime dan Inui Seishu masih tak ingin percaya akan kekalahan Black Dragon. Namun fakta yang mereka berdua lihat adalah nyata. Pasukan mereka tengah tumbang oleh petinggi Toman.
"Black Dragon sekarang dibawah naunganku." Ucap Mikey yang meninggalkan ruangan mereka berdua dan menghampiri [name] dan Draken yang masih duduk di atas tangga. Kedua remaja berbeda gender itu kini menatap kedatangan Mikey. Mikey menunjukkan senyum lebarnya pada [name] sambil menunjukkan tanda peace pada [name]. Ia melakukan itu agar gadis dihadapannya tidak mengetahui sisi gelap Mikey.
[Name] membalas senyumannya dan mengangguk, sedangkan Draken mengomelinya.
"Hachuh.."
"Kau kedinginan ya [name]-chan. ini pakai syalku." Ujar Mikey yang melepas syalnya dan membelitkan pada [Name].
"Tidak usah, Mikey lagipula aku kan sudah punya."
"Tidak, itu tak cukup... Dan aku sudah selesai dengan urusanku. Aku sudah janji pada bibi juga akan mengantarmu pulang."
Mikey segera menarik lengan sang gadis kemudian mengalihkan urusannya pada Draken yang masih dilokasi gereja dimana divisi mereka baru saja menyelesaikan pertikaian.
"Ken-chin aku serahkan semuanya padamu.. dan setelah mengantar [nama]-chan, kita motoran." Ucap Mikey bernada keras sambil menuju motornya bersama [name].
"Ya.. " Ucapnya.
......................
[30-12-2022]