Tokyo Revengers: Change the Future

Tokyo Revengers: Change the Future
Bagian 1



Reader x Mikey x All Character


Karakter milik Ken Wakui


......................


Sebulan pasca pemulihan, [name] sudah bisa menjalani aktivitas seperti biasa. [name] terlihat berbeda dari biasanya, dia terlihat antusias dan selalu menebar aura positif bagi orang sekitarnya. Bahkan Baji Keisuke selaku kakaknya bisa merasa tenang ketika melihat adiknya kembali pulih dan bersemangat menjalani aktivitas seperti biasa.


Baji berangkat ke sekolah bersama [name] dan rekannya yang merangkap sebagai wakil ketua toman, Matsuno Chifuyu.


[Name] sendiri sangat senang bisa diantar sampai sekolah oleh kakaknya Keisuke, namun bukan berarti ia memperlakukan [name] layaknya anak SD sampai harus diantar kedalam kelas. Jelas saja dia menolak, sampai mendorong sang kakak keluar dari gerbang sekolahnya.


"Chifuyu, bawa aniki ku sampai sekolah. "


Chifuyu hanya mengangguk, kemudian menyeret kerah ketua divisi satu Toman itu.


"Kalau ada apa-apa hubungi aku. " Teriak Keisuke dari jauh.


.


[Name] sudah sampai dikelasnya, tak ada seorang yang menanyakan keadaannya pasca kecelakaan disekolah. Mereka benar-benar menganggap [name] tak ada.


Pada saat ditempat duduknya, meja [name] penuh dengan coretan tak manusiawi. mereka banyak menuliskan kata kasar seperti '******', 'Enyah saja kau' bahkan kata 'mati'.


[name] hanya bisa menghela nafas, berusaha bersabar dan mencoba mengabaikan semuanya. Mengabaikan bukan berarti dirinya diam, dia akan mencoba speak up untuk kasus ini. Ia akan mencari penyebab serta dalang yang mengawali dari pembully-an ini.


...****************...


Jam istirahat tiba, [name] memilih makan siang sendirian di rooftop. Disana lebih nyaman daripada harus ke kantin mendengarkan orang-orang yang membicarakannya dirinya. Memang kesal, tapi mau gimana lagi. Image [name] sudah dianggap buruk oleh mereka, padahal mereka hanya tahu [name] sekedar dari 'katanya' tanpa mengenal dirinya bahkan mereka terlalu takut mendekati anak yang terkena bully-an. Satu kata untuk mereka semua yang ada dipikiran [name] adalah 'pengecut'.


.


Tiba-tiba saja sekumpulan anak remaja menganggu [name], tiga orang remaja laki-laki beserta dua orang remaja perempuan mencoba mengganggu makan siang [name]. Anak-anak remaja itu sengaja menumpahkan makan siang [name] yang baru saja dimakan dua sumpitan saja.


[Name] mencoba bersabar, dia akan mendengarkan sampai mana kelima remaja berbeda gender ini membully-nya.


"huft.. tumpah deh! " ucap salah satu remaja perempuan menumpahkan makan siangnya. sebenarnya [name] sedih, makan siang buatan ibunya harus berserakan oleh kelima remaja yang berbeda gender ini.


"Ternyata kau masih berani ke sekolah ya setelah sok-sok-an membela si cupu anak kelas satu. "


"Terserah ku lah, ini bukan sekolahmu juga. "


"Hahaha... Jadi kau tak tahu, ayahku ini pemberi dana besar disini. "


"Itu kan ayah mu, bukan kamu. Ngaca bego! "


Tunjuk [name] pada salah satu orang yang merasa sombong bahwa ayahnya adalah pemberi dana ke sekolah ini.


"Kau beraninya mengataiku bego? Teman-teman hajar dia. "


"Cih! kalian berani keroyokan, sini satu satu aku lawan kalian. "


Ketika salah satu remaja laki-laki akan menahannya, [name] memelintir tangannya dengan cepat bahkan menendang kedua remaja laki-laki lain yang mencoba menghampirinya hingga tersungkur.


"Kenapa? Masih mau keroyokan? Sini aku lawan. "


Si perempuan tak bisa berkutik apa-apa, mereka berdua hanya mundur.


Ketiga remaja laki-laki mencoba mengeroyok [name] tapi sayang mereka tak bisa mengenai [name] yang sekarang. [Name] yang sekarang memiliki kemampuan beladiri, sebab dia merupakan mantan anggota kepolisian semasa hidupnya dulu.


"Ternyata kalian cuma omong kosong! Berani keroyokan! Ketika kalah berkoar-koar seperti korban. Cih! "


Mereka berlima takut ketika [name] mendekatinya.


"Kenapa? Bukankah tadi kalian yang mau merundungku? hah.. Sekarang aku paham ternyata dari kalian berlima lah aku jadi seperti sekarang. aku apakan ya kalian? "


"Maaf, maafkan kami. Sungguh kami minta maaf, kami tak akan mengulangi lagi. Kami janji. " Ucap salah satu anak perempuan yang memohon ampun pada [name].


"Baik, aku akan memaafkan kalian semua. Tapi dengan syarat tentunya. " Senyum [name] sudah seperti orang jahat.


.


.


[Name] membawa mereka ketempat guru BK untuk membuat surat perjanjian diatas materai. Awalnya guru BK itu tak mengerti dengan apa yang terjadi, sebab [name] tiba-tiba saja berkunjung dengan kelima anak remaja berbeda gender yang sudah babak belur.


Setelah dijelaskan, barulah para guru paham dengan penjelasan [name] serta pengakuan kelima anak remaja tersebut. Hal itu membuat banyak perhatian seluruh anak di sekolahnya sampai korban yang pernah terkena bully oleh mereka merasa bersyurkur atas tindakan Baji [name].


Akhirnya masalah pembully-an [name] terselesaikan berkat dirinya. Mereka para pembully-an diberikan sanksi serta mereka harus memenuhi perjanjian mereka diatas materai itu. Jika tidak, mereka harus terima konsekuensinya yaitu keluar sekolah bahkan penjara.


...****************...


Hari sungguh melelahkan, tetapi dia senang bisa menyelesaikan satu masalah [name] didunia ini.


Dalam perjalanan pulang sekolah, dirinya mulai merasa lapar. Ketika merogoh kantung seragamnya, ternyata uangnya tak cukup. [Name] hanya menghela nafas, dia harus menahan lapar sampai rumahnya. Tapi dia berharap Keisuke lewat dan [name] akan memalak kakaknya untuk sekedar dibelikan peyoung yakisoba.


.


"aku beneran lapar." keluh [name] disepanjang perjalanan.


Saat melewati area taman, terdengar riuh orang-orang. Arah matanya melihat ke kerumunan berpakaian seragam sekolah yang saling meneriaki satu sama lain. [Name] sungguh penasaran, ada peristiwa apa disana. Kemudian ia mencoba melihat sebentar pada kerumunan anak-anak sekolah.


Matanya membola, itu adalah si tokoh utama Hanagaki Takemichi.


"Jadi ceritanya sudah dimulai? " Batin [name] sambil menonton acara judi sabung anak sekolah ini.


[Name] melihat Takemichi dihajar habis-habisan oleh Kiyomizu Masataka atau Kiyomasa. Itu adalah tontonan mengerikan bagi [name], mereka sungguh tak memiliki empati sama sekali. [Name] ngilu melihatnya.


[Name] tak mungkin membantu si tokoh utama saat ini, sebab [name] tahu Sano Manjirou atau Mikey dan Ryuuguji Ken atau Draken akan datang membubarkan judi sabung ini. benar saja, tak lama setelah itu mereka berdua datang berkunjung ke judi sabung yang dibuat Kiyomasa.


.


Mikey dan Draken mendapatkan sambutan dari Kiyomasa beserta anak buahnya. mereka membungkukkan badan layaknya datang orang besar kecuali [name], Takemichi dan kawan-kawannya.


[name] yang sejak tadi menonton hanya memperhatikan interaksi mereka saja. Ia sudah tahu, Mikey dan Draken akan membubarkan judi sabung ini dan dia akan tertarik pada si Tokoh utama Hanagaki Takemichi.


.


"RIP Kiyomasa" imaginer ala Budha pun tercipta dari [name].


.


Mikey menyadari siluet seorang gadis yang sedang tadi menonton dibelakang. Mikey mengenalinya, kemudian ia berlari kecil menuju arah [name] dan langsung merangkul bahunya dengan begitu sok akrab.


"[name]-chi, kau disini?"


Arah mata [name] hanya melirik Mikey yang sok akrab dengannya.


"Anda siapa ya? "


"huft.. "


Draken menahan tawa ketika [name] pura-pura tak kenal Mikey. image Mikey sudah menangis bombay ketika dia dicueki [name].


"huh.. Kalian jahat, Kenchin, [name]cchi." Mikey mengembungkan pipinya seperti anak kecil.


.


"Krucuukkk... " Bunyi perut [name] berbunyi hingga Mikey tak bisa menahan tawanya.


"[name]chi jadi kau lapar. " Mikey mengusap airmatanya karena menertawakan gadis kelaparan didepannya. [Name] sungguh malu, mukanya sudah merah. Tidak hanya Mikey yang menertawakannya, tapi juga Draken.


"Ayo kerumah ku, Emma pasti memasak makanan yang enak." Ajak Mikey yang menarik lengan [name] untuk mengikuti nya.


Draken hanya mengikuti dua sejoli itu saja sampai menuju rumah keluarga Sano.


...****************...


Ketika [name] dirumah keluarga Sano, dia disambut baik oleh Emma dan kakek Sano. [Name] yang sekarang, baru pertama kali menginjakkan kaki dikeluarga Sano Manjiro. Rumah dengan gaya tradisional ini sungguh luas, [name] dapat melihat ruangan ini, namun dia tak berani mengitari karena itu tak sopan jika sang tuan rumah tak mengizinkan nya.


Mikey mengajak gadis itu untuk makan malam bersama. [name] sungguh malu dan canggung ketika makan bersama kakek Sano dan juga Emma. ini sungguh pengalaman tak terduga bisa makan bersama keluarga Sano Manjiro.


"Terima kasih atas makanannya. "


[name] mencoba membantu Emma membereskan alat makan, namun Emma menyuruh [name] menunggu diruang tengah saja sambil menunggu Mikey selesai membersihkan diri.


.


Mikey terlihat sudah selesai membersihkan diri, kemudian Emma menyuruh Mikey mengantarnya pulang.


"Mikey, kau antar [name] ya." Ujar Emma yang terlihat seperti mengkode sesuatu pada Mikey kakaknya.


Mikey sendiri setuju-setuju saja, dia memang dengan senang hati mengantarkan adik dari teman kecilnya itu.


"Ayo [name]."


[Name] mengikuti Mikey dari belakang menuju motornya yang terparkir digarasi rumahnya. kemudian Mikey menyalakan mesin motornya.


"Naiklah! "


[Name] menaiki motor Mikey yang dia beri nama Babu. Motor itu adalah motor kesayangan Mikey dari mendiang sang kakak, Sano Shinichiro.


[Name] merasa canggung, pasalnya dia bukan [name] dari dunia ini. Ini terasa aneh baginya, sebab dia jarang diboncengi oleh pria apalagi oleh Mikey yang notabene adalah karakter 2D didunianya yang dulu. ini sungguh seperti mimpi saja baginya. Tapi ini bukanlah mimpi, ini adalah hal yang nyata sekarang.


Mikey yang melihat [name] dari kaca spionnya, kemudian dia memegang tangan [name] untuk berpegangan pada pinggangnya.


Mikey melajukan babu nya dengan cepat sehingga [name] mengeratkan bahkan sampai menempel pada punggungnya.


"Dia bawa motor gak kira-kira njirr... " batin [name] menangis dengan imaginer yang mengeluarkan airmata.


.


Sampailah di apartemen keluarga Baji, disana sudah ada Baji Keisuke dan juga Chifuyu Matsuno yang sedang nongkrong sambil memakan peyoung yakisoba yang dibagi dua.


[name] yang turun dari motornya Mikey, sudah seperti turun dari permainan rollercoaster.


"Mikey bawa motor jangan kek mau ke akhirat!! "


Mikey tertawa dengan omelan gadis itu, pasalnya dia memang sengaja melakukannya agar gadis yang bersamanya memeluknya.


"sorry.. sorry.. hilaf... "


Muka [name] sudah kusut karena ulah Mikey. Kemudian Mikey dan [name] menghampiri Keisuke dan Chifuyu yang memakan peyoung yakisoba ditangga apartemen.


"Kau baru pulang, [name]?" tanya Keisuke yang mulutnya penuh dengan mie.


"habiskan dulu, baru bicara. " Tegur [name].


"selamat malam ketua." sapa Chifuyu.


Mikey membalas sapaan chifuyu dengan mengangkat tangannya saja sambil tersenyum nyengir.


"iya, aku baru pulang. Tadi aku ke rumah Mikey dulu. biasa ngobrol sama Emma sambil numpang makan." jawab [name].


"Ya, tadi adikmu ke rumahku Baji. Dia sudah seperti anak pungut gak dikasih makan soalnya. Jadi kuajak saja kerumah. " cengir Mikey.


[Name] memukul bahu Mikey, Mikey sendiri hanya pura-pura mengaduh saja.


"mulutmu ya mikey." ucap [name] sebal.


"Eh? Emang bener kan? Kamu kek orang kelaparan pas kita ketemu tadi." kata Mikey.


"Tapi gak gitu juga kali, Mikey." sebal [name]


"Sudah-sudah, kau masuk saja [name] temani ibu." kata Keisuke yang baru saja menghabiskan peyoung nya. [Name] mengangguk, menuruti perintah sang kakak.


"Terima kasih sudah mengantarku, Mikey. " [Name] melambaikan tangan pada Mikey ketika akan masuk keapartemennya.


......................


[08-03-2022]