
Waktu terus berputar ujian kenaikan kelas pun tiba Toja yang memang sehari-harinya diisi dengan belajar dan belajar terlihat sudah siap menghadapi ujian kenaikan kelas, namun walaupun begitu ia juga tetap disuruh untuk menghapal setiap malam oleh sang ibu
Toja yang sudah semakin dewasa tak lagi terlalu menghiraukan perintah ibunya ia terlihat sudah bosan dengan rutinitas malamnya yang begitu-begitu saja ia memilih masuk kamar dan mengunci pintunya lalu tidur
tanpa menyentuh sedikitpun pelajaran yang akan di uji esok hari.
Dan terbukti di hari penerimaan raport nilainya menurut drastis semester kali ini ia tak mendapat hasil yang diinginkan oleh ibunya ia turut ke peringkat 4 di kelas yang membuat dirinya dipindahkan ke lokal B, ia pun harus mulai beradaptasi lagi dengan teman-teman selokalnya yang baru
Di hari pertama ia duduk di bangku kelas 5 ia memilih bangku paling belakang, dengan niat agar ia bisa masuk ke lingkaran orang-orang yang "bandel" di lokalnya karena di lokal barunya ia tak bisa lagi mengandalkan kepintarannya untuk membuat orang segan kepadanya
"hai aku Toja aku duduk disini ya"
"oh iya iya santai, aku Yudi kita sebangku bertiga ya soalnya kawanku dari kelas 4 dulu mesan katanya dia mau sebangku samaku" jawab Yudi ramah
"oh gitu kalau sempit aku cari bangku yang lain aja nggak" ucap Toja ragu
"oh gak disini aja masih muat kok" jawab Yudi yang terlihat santai
"ha itu dia" ucap Yudi menunjuk ke arah seseorang yang baru saja masuk
"Luh ini kawan baru kita dari lokal A dia mau sebangku sama kita katanya" ucap Yudi
"iya aku Toja" balas Toja
"iya aku udah kenal kau kan salah satu siswa yang pintar di sekolah ini masak aku gak kenal" ucap Galuh
"ah nggak lah itu dulu" jawab Toja yang tak ingin dipuji
hari-hari pun mereka lalui bersama di lokal, berbeda dengan pertemanannya dengan Yos, Galuh dan Yudi lebih mengarah ke arah pergaulan yang kurang sehat namun demi pergaulan Toja tak terlalu mementingkan hal itu, keakraban Toja dan Yos mulai renggang yang biasanya setiap keluar main mereka selalu berkumpul kali ini Toja lebih memilih berteman dengan Galuh dan Yudi.
Selain karena Toja dan Yos beda kelas, Toja pun sudah melihat Yos sibuk dengan les sorenya karena hanya hitungan bulan ia akan mengikuti Ujian Nasional, Yos yang sekarang sudah kelas 6, ia sudah tak punya banyak waktu lagi untuk bermain
kini Toja mulai diseganin di lokal karena ia sudah bergaul dengan orang yang paling ditakuti di lokal bahkan disekolah, bukan apa-apa Galuh dan Yudi adalah orang yang sudah tinggal dua tahun di sekolah selain umur yang sudah tua mereka pun memiliki badan yang tegap dan kekar
disitulah Toja mendapatkan banyak perhatian dari teman-temannya terutama dari kalangan kaum hawa,
Toja yang dikenal sebagai siswa yang pintar dan ditambah lagi pergaulannya yang luas membuat nilainya bertambah Dimata cewek-cewek disekitarnya
Toja yang tak siap mendapat perhatian tersebut, malah membuat dia berubah menjadi orang yang sombong ia semakin cuek dan acuh tak acuh dengan teman-teman lamanya