Toja

Toja
H -13 merantau



Halaman pertama dari buku pink kakaknya


hai namaku Sinar Yasa biasa dipanggil Sina tapi teman-teman ku di pesantren biasa memanggil ku lawak, karena menurut mereka aku orangnya lucu, padahal menurutku aku biasa saja, tapi aku bersyukur punya teman seperti mereka dari awal aku masuk pesantren kami saling kenalan dan tak terasa sudah hampir 6 tahun kami bersama-sama


Toja yang tak memperdulikan diary kakaknya selama di sekolah langsung membalik ke halaman selanjutnya ia fokus mencari curhatan kakaknya tentang perubahan hidupnya semenjak Ayahnya pergi dari rumah


Tangan Toja berhenti membalik lembaran ketika matanya melihat ada kata Ayah di pojok Atas dari halaman tersebut


ternyata ia memulainya dari sini


*Ayah


lelaki yang pertama menyentuh kulit ku adalah kau


kau adalah cinta pertama ku tapi semua hancur ketika


yang terjadi di antara kalian berdua, ada apa aku tak tau, karena di hadapan ku kalian selalu terlihat harmonis,


ibu yang selalu memperbaiki kerah baju ayah setiap kali ayah hendak berangkat kerja, ibu yang selalu siap sedia menyambut ayah dengan segelas kopi setiap kali ayah pulang dari kerja, aku tak tau apa yang terjadi dibelakang


apa yang kalian sembunyikan, aku hanya bisa menerka,


jujur aku rindu masa-masa kita lengkap ayah yang mengajak kami makan di luar meskipun sederhana hanya bakso tapi momen itu sangat mahal dan mewah, aku dan Toja berlomba-lomba siapa yang paling banyak makan, ayah dan ibu yang suap-suapan aku rindu masa-masa itu


setiap aku dan Toja juara kelas ayah selalu membawa kami liburan ke pantai dekat rumah meskipun hanya dengan motor butut tapi bagi kami anakmu itu sudah membuat kami bahagia memori itu amatlah sangat berharga di hidup ku ayah, aku masih ingat ketika betis Toja terkena knalpot motor Ayah, disitu ayah langsung menyogok Toja dengan membelikannya es krim dan mainan agar Toja tidak menangis lagi, sebegitu tak inginnya kau melihat air mata anakmu jatuh terlalu banyak, kini penyebab Toja dan aku sering menangis adalah kau Ayah sudah hampir 2 tahun kesedihan ini hampir tak ada hentinya datang setiap hari dan tak ada yang mempedulikan seberapa banyak air mata kami terjatuh, tak ada lagi yang menyogok kami dengan membelikan es krim agar berhenti menangis, tak ada lagi yang menyogok kami dengan membelikan mainan agar berhenti menangis, kini ibu sudah kurus yah, setiap kali ia bercermin di depan kaca ia selalu menanyakan "ibu udah gendut lagi kan Sina" aku hanya bisa menjawab "iya Bu" demi membahagiakannya padahal berat badan ibu kini sudah jauh menurun akibat terlalu memikirkan bagaimana nasib kami kedepan, karena mau tak mau kini ia harus berjuang sendirian, ditambah kebun yang satu-satunya penghasilan sampingan keluarga kita sudah ayah jual demi melamar pacar baru ayah itu.


Toja adikku percayalah suatu saat kita pasti akan kumpul bersama lagi, kita akan liburan, ibu akan bahagia lagi tidak akan sering marah-marah lagi ke kita, setiap ayah ada uang kita akan makan bakso bersama lagi, percayalah Toja, kamu jangan bersedih terus doakan keluarga kita, doakan ayah semoga hatinya berubah seperti dulu*.