Toja

Toja
Flashback



Semakin Toja mengenang masa di mana ibunya tidak pernah mempermudah setiap yang dia inginkan, Toja semakin meluapkan emosinya ketika berkumpul dengan teman-temannya, sebenarnya pergaulannya tidak bisa membuat hidupnya belok,namun niat awalnya masuk ke pergaulan tersebutlah yang membuat Toja merasa terfasilitasi untuk meluapkan emosinya karena beban yang ia dapat terlebih dari ibunya


Toja sampai sempat mencoba menghisap lem diwaktu ia menginjak awal-awal kelas 6, mencuri ke pasar beruntungnya ia tak pernah ketauan, Toja menghisap lem hanya 2 kali disitu ia merasa bodoh, karena teman-temannya yang sesama ngelem sudah mabuk sudah fly,sedangkan Toja sama sekali belum merasakan efek dari lem tersebut, dan karena segannya ia pun berpura-pura mabuk dan mencoba ngebonding dirinya dengan cara mengikuti tingkah-tingkah konyol teman-temannya, namun ia tak ingin melanjutkan perbuatan yang menurutnya bodoh itu, pertama ia tidak mendapat enaknya setelah 2 hari pemakaian


dan kedua dia harus berhenti karena disitu ia hanya mengurangi dosis kawannya saja yang diketahui bahwa Toja sama sekali tidak memiliki uang yang banyak, jadi ia memutuskan untuk sekedar melihat mereka saja dan kadang jika ada yang tidak bisa jalan ia yang menopang kawannya


mencuri mobil Tamiya berulang ia telah mencoba meminta kepada ibunya,namun ibunya selalu menjawab dengan jawaban yang sama yaitu "iya besok" atau "iya nanti" Toja yang bosan dengan jawaban ibunya tersebut mencari cara bagaimana caranya agar ia bisa dapatkan mobil Tamiya tersebut dengan tidak meminta kepada ibunya, dan cara cepat yang timbul di otaknya adalah dengan mencuri


setiap hari pasar Toja dengan teman-temannya menumpang mobil-mobil pickup atau truk untuk menuju ke pasar Toja dan teman-temannya yang berkisar 5 sampai 6 orang sudah berjanji ketika pulang sekolah, Toja yang seperti kita tau selalu di kekang ibunya, berpikir keras bagaimana caranya agar ia bisa kabur dari rumah, satu-satunya cara yang ia bisa lakukan adalah keluar dari jendela kamarnya, ketika sampai di pasar Toja bersama-sama temannya sudah menyusun trik yang mana sudah biasa ia lakukan yaitu 1 orang yang memiliki uang yang itupun terkadang uang mereka yang dikumpulkan lalu di berikan kepada 1 orang temannya yang mukanya tidak terlihat tampang-tampang pencuri lalu orang itu masuk berpura-pura ingin membeli dengan menggiring si pemilik toko lebih jauh kedalam agar si pemilik toko tidak bisa mengawasi teman-temannya yang ingin beraksi, setelah dikira sudah cukup waktunya si teman Toja yang tadinya ingin membeli keluar dari toko tanpa jadi membeli 1 barangpun dari toko tersebut dengan alasan tidak ada yang cocok, padahal karena ia sudah melihat teman-temannya sudah memberikan kode bahwa mereka sudah berhasil mencuri mobil Tamiya di toko tersebut