Toja

Toja
flashback 4



Se sampainya di pohon mangga tersebut salah satu dari mereka ada yang mencoba manjat namun baru setengah perjalanan turun dan menyerah karena terlalu banyak semut di pohon tersebut, mereka pun mulai melempari mangga tersebut ada yang menggunakan kayu ada yang memakai batu, mangga mangga mulai berjatuhan lemparan mereka begitu terarah mungkin karena waktu di sungai sudah dilatih


sangkin kuatnya salah satu batu yang mereka lempar mengenai atap dari gubuk bertingkat tadi dan tentu saja tak lama kemudian ada suara teriakan dari dalam gubuk tersebut


"woi maling" terdengar seperti suara seorang laki-laki dewasa


Toja yang terkejut sontak menoleh ke arah sumber suara dan tiba-tiba keluar bapak-bapak bersiap mengejar dia dan teman-temannya dengan parang di tangan kirinya, Toja dan teman-temannya langsung lari terbirit-birit si bapak tambah berteriak


"jangan lari kalian anak bandel" teriak bapak yang sebegitu kesal


Toja dan teman-temannya tak menghiraukan pinta sang bapak yang meminta mereka jangan lari, mereka malah memacu lari mereka lebih kencang dengan memindahkan sendal mereka di tangan benih-benih padi yang baru ditanam datar di injak-injak oleh mereka, mereka semua putar arah untuk pulang, dan membatalkan niat mereka untuk berpetualang


sepertinya teman Toja yang satu ini terlalu banyak menonton film si entong yang banyak menemukan keajaiban-keajaiban


memang dulu Toja juga pernah seperti dia waktu itu Toja melihat ada burung gereja di depan rumahnya yang di kerubungi semut api ntah kenapa burung itu tidak bisa terbang melihat kejadian tersebut Toja langsung memungut burung gereja tersebut dan membuang semua semut yang ada di tubuh burung tersebut, Toja melihat burung tersebut masih hidup ia pun memberi minum dan makanan dengan harapan semoga burung tersebut bisa sehat dan bisa membawa Toja terbang seperti yang di film-film Indosiar


Toja yang awalnya tak percaya mulai terikis rasa keraguannya karena diantara teman-temannya hanya dia yang tak yakin teman-temannya sudah berandai-andai jika nanti mereka dapat uang yang di dalam bambu tersebut ada yang ingin membeli handphone,ada yang ingin membeli PS, ada yang ingin membeli bakso


namun Toja tak ingin membeli apa-apa karena ia lebih memilih untuk menabung uang tersebut untuk pergi ke Jakarta, setelah mengikuti teman Toja tersebut dan dia berkata bahwa mereka sudah sampai parang pun dikeluarkan dari sarungnya mereka mulai bergantian menyicil menebang bambu tersebut, bambu kuning biasa yang ukurannya tidak terlalu besar, namun mereka cukup yakin didalamnya ada uang yang banyak mereka semua mulai tak sabar, dan ketika sudah berhasil di tebang bambu pun dibelah, dan apa yang terjadi ternyata mimpi temannya tersebut hanya bunga tidur belaka mereka pun pulang dengan keadaan kecewa