Toja

Toja
flashback 2



Tak jarang Toja dan teman-temannya sering kali mendapatkan barang yang tidak sesuai keinginan mereka ya namanya juga mencuri ya gak bisa milih dong, mobil Tamiya yang baterainya tidak ada, tali pinggang hitam malah yang dapat pink, dan ketika mereka mengecek apa yang mereka curi terlalu banyak yang tidak sesuai mereka pun sepakat untuk balik lagi ke pasar karena mereka tak ingin hari itu sia-sia bagi mereka dan jika tidak balik lagi mereka harus bersabar untuk menunggu Minggu depan, terakhir kali Toja mencuri di pasar ketika mereka ingin sekali topi, seperti biasa mereka sudah berjanji pulang sekolah lalu Toja kabur dari jendela kamarnya dan menumpang mobil bak terbuka ke pasar, sampai di pasar mereka tak sadar ternyata gerak gerik mereka sudah di awasi oleh seorang penjual emas, dan betul saja ketika mereka sedang asik menjalankan rencana tiba-tiba dari arah belakang ada yang teriak "maling maling anak-anak itu maling" Toja yang menoleh ke arah suara tersebut melihat seorang penjual emas mengejar mereka ia pun langsung memberi tahu temannya untuk kabur mereka berlari sekencang mungkin berusaha agar sebisa mungkin tak tertangkap sambil berlari Toja memikirkan apa perasaan ibunya kalau ia nanti ketangkap mereka masuk gang-gang kecil dan ketika mereka sudah jauh berlari dan merasa aman mereka pun berhenti mengambil nafas dan tiba-tiba salah satu teman Toja berkata


"eh lihat kita berhenti diamana?, kita berhenti di kantor polisi"


sontak mereka semua tertawa terbahak-bahak kisah itu tak pernah lepas dari ingatan Toja dan untungnya 1 orang temannya pun yang saat itu bersama-sama berangkat ke pasar tak ada yang tertangkap


namun karena barang curian, mainan itu pun tak ada yang bertahan lama, setelah seharian mereka pakai besoknya pasti sudah rusak, seperti tembak-tembakan yang pernah Toja curi bersama kawan-kawannya setelah mereka dapatkan mereka langsung bermain perang-perangan sampai sore hari dan malamnya tembak-tembakan Toja sudah tidak mau di kokang lagi karena ada alat yang patah, dan ketika Toja menceritakan kejadian tentang tembak-tembakan yang rusak di sekolah, ternyata teman-temannya juga mendapatkan kejadian yang serupa ada yang pelurunya nyangkut didalam, ada yang di rusakin adiknya dan lain sebagainya, pasti tak ada yang pernah bertahan lama sampai akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mencuri mainan lagi mereka memutuskan untuk mencuri buah-buahan saja ataupun jajan-jajan di warung yang berskala kecil dan yang mengejutkannya mereka mencuri di warung sekitar rumah Meraka yang tak jarang itu milik teman mereka di sekolah ya seperti itulah masa kecil Toja setiap kali ia hendak tidur, ia selalu membayangkan masa-masa dulu ketika masih bersama teman-temannya disekolah