
Di sekolah Toja merupakan siswa yang cukup pintar kepintarannya dimulai sejak ia masih Sekolah TK ia mendapat gelar murid teladan di Sekolah TK nya dulu dan terbukti di SD ia sempat menjadi orang yang mendapat juara umum karena nilai rata-rata raportnya paling tinggi di antara seluruh siswa di sekolah tersebut, namun sayangnya ia tak mendapat hadiah apa-apa dari ibunya.
berbeda ketika keluarganya masih harmonis, Toja pasti selalu di bawa Ayahnya liburan jika ia mendapat juara di setiap penerimaan raport, itulah yang ia rindukan dari sosok Ayahnya yang begitu peduli dengan kebahagiaan dirinya
"Toja akhir-akhir ini kamu ibu lihat sering tidur di kelas kamu keseringan begadang ya" tanya ibu emi di sela-sela pelajaran
"nggak kok bu" jawab Toja singkat tanpa menyertakan Alasan
"baiklah anak-anak di umur kalian yang segini sebaiknya kalian jangan tidur lewat dari jam 10 malam bahkan kalau bisa jam 9 sudah bersiap-siap tidur" Petuah ibu emi kepada murid-muridnya
"baik bu" jawab anak-anak serentak
"baik hari ini kita sudahi dulu pelajaran kita semoga ilmu yang kita pelajari tadi bermanfaat bagi kita semua, silahkan beristirahat duluan"
"baik bu" jawab anak-anak serempak
"Toja ayok ke kantin" ajak teman-teman Toja yang sudah tak sabar menyantap bakwan di campur kuah lontong
jam istirahat kali ini Toja tidak ke kantin karena uangnya sudah habis ia belikan sarapan tadi pagi, karena berbeda dengan pagi-pagi biasanya ntah kenapa pagi itu perutnya sangat lapar
pinginnya sih Toja bisa membawa bekal dari rumah seperti layaknya kebanyakan teman-temannya tapi ia tahu dia pasti tidak akan sempat memasak telur mata sapi setiap pagi
"eh ja kok tadi gak ke kantin" ucap Mamat sambil mengelap bibirnya yang berminyak
"pasti uang mu habis kan" tebak Mamat sambil tertawa bercanda
"he he iya mat tadi uang ku cuman 2 ribu" kemaren ibu ku ngasih uang jajan ku 10 ribu ku kira untuk satu hari ku habisi semua kemaren, eh tadi pagi pas aku minta uang jajan dia marahi aku, uang yang semalam kemana? usah habis?" cerita Toja ke Mamat
"untung tadi aku dapat uang 2 ribu di saku celana"
"hahahaha" balas Mamat dengan tertawa terbahak-bahak
tubuh gempulnya menggoyang meja yang dia duduki
"yaudah aku traktir kau ke kantin mumpung masih ada waktu 10 menit lagi" ucap Mamat memberi tawaran
"makasih banyak ya mat kebetulan aku haus kali es lilin belum habis kan" balas Mamat dengan raut muka sumringah.
Di sekolah Toja memiliki banyak teman yang baik dan peduli kepadanya mungkin itu buah dari kebaikannya juga, orang tua teman-temannya pun sering sekali membandingkan anaknya kepada dirinya, dan menyuruh untuk berteman dengan Toja dengan harapan semoga kepintaran Toja menular ke anaknya
setiap kali di tanya temannya kenapa otaknya begitu encer ia selalu teringat kalau dulu ibunya rutin memberinya minyak ikan Curcuma plus kalau gak salah nama brandnya
disitulah ia bersyukur dilahirkan di keluarga yang peduli akan pertumbuhan otak anaknya.
dan tak heran namanya begitu terkenal di sekolah berkat otaknya yang cerdas