
Mengenal Tasya semakin dekat menjadi salah satu motivasi Toja bersemangat pergi ke sekolah, dan kini ia sudah bisa menambah kedekatannya dengan Tasya lewat telpon, meskipun masih sembunyi-sembunyi dan masih terbatas sebab jika ibu Toja tau ia sedang dekat dengan perempuan Ibunya pasti melarangnya.
sesekali Toja mencuri-curi waktu untuk mengirim pesan ke Tasya lewat telpon genggam milik ibunya, semakin lama kedekatan mereka mulai terdengar oleh penghuni lokal dan ternyata responnya biasa-biasa saja bahkan mereka di anggap sebagai pasangan yang serasi oleh teman-temannya
terlebih ketika Hari Sabtu, Toja dan Tasya lebih punya banyak waktu bersama, sebab di hari Sabtu di sekolah mereka selalu mengadakan kegiatan kebersihan di jam kedua, disitulah mereka saling bertukar cerita dan bercanda,meskipun mereka di temani oleh teman-teman mereka masing-masing, namun itu tak mengobrak-abrik yang sedang mereka jalin,
sangat terlihat benih cinta yang tumbuh dari mata Toja, dari cara dia melihat tawa Tasya, cara Toja memperhatikan Tasya dalam diam, dan cara Toja yang selalu memenangkan Tasya di setiap harinya, dan tak jarang demi menjaga komunikasinya lancar dengan Tasya, Toja sampai rela menyelesaikan Tugas rumahnya lebih cepat agar ia bisa berkesempatan keluar rumah di sore hari hanya untuk menelpon Tasya.
memang agak aneh melihat anak seusia Toja sudah menjalin cinta dengan cara yang sebegitunya namun ia itulah Toja mungkin faktor kurangnya perhatian yang ia dapat dari ibunya, dan Tasyalah yang memberi Toja perhatian yang selama ini hilang dan kosong
suatu hari Toja tak bisa lagi menghubungi Tasya, nomor Tasya yang sudah fasih dihapalnya tak mungkin salah, namun dengan cepat keesokan harinya Tasya memberikan Toja nomornya yang baru, sambil berkata
"Ja ini nomor baruku, nomorku yang lama udah terlalu banyak orang yang tau aku risih, kamu jangan kasih tau siapa-siapa ya nomor ku, cuman kamu orang yang ku kasih nomor baruku ini" ucap Tasya sambil memberi secarik kertas yang sudah di lipat
Meskipun tak dapat melihat Tasya, melihat rumahnya saja Toja sudah senang dan ketika lagi asik beristirahat di tepi jalan, tak sengaja mata Toja memergoki salah satu teman akrabnya sedang SMS an dengan Tasya, Toja yang kurang yakin dengan penglihatannya langsung bertanya lurus ke temannya tersebut
"sad itu kamu lagi SMS an sama Tasya ya" to the point Toja
"iya Ja, dia sakit demam katanya" jawab Irsad yang tak memikirkan perasaan Toja
setelah itu hati Toja mulai panas dan ia langsung pamit pulang duluan, teman-teman Toja yang sedikit heran melihat sikap Toja terpaksa ikut pulang dengannya sebab disitu Toja sangat di kagumi oleh teman-temannya,
sampai nya dirumah Toja menjadi tambah pendiam ketika ditanya ibunya yang mulanya ia menjawab dengan kata iya atau tidak kini berubah menjadi anggukan atau gelengan hatinya merasa kecewa dengan kata-kata yang dilontarkan Tasya ketika memberi nomor baru kepadanya