
Esok harinya SMS dan Telepon Tasya tak lagi direspon oleh Toja kecewa yang begitu mendalam menjadi alasannya, Tasya yang heran dengan kelakuan Toja, memohon agar Toja memberikan alasan penyebab cueknya, Toja hanya berkata singkat
"kau bohong Tasya kau bilang cuman aku yang kau beri nomor barumu" jawab Toja dan berlalu
mendengar jawaban Toja tersebut Tasya berusaha meminta maaf kepada Toja, namun kekecewaan Toja sebegitu dalamnya ia tak lagi memperdulikan Tasya sampai di akhir waktunya di Sekolah Dasar Toja pun tak ingin memperbaiki hubungannya dengan Tasya
Toja memilih melanjutkan ke pesantren mengikuti jalur kakaknya, yang tak menutup kemungkinan salah satu Alasannya ke pesantren ingin melupakan Tasya,
padahal ibu Toja sudah memaksa Toja untuk menyambung ke SMP 1 di dekat rumahnya karena sayang nilai Ujian Nasionalnya yang tinggi, namun Toja tetap bertekad kuat dan bulat ingin ke pesantren, tanpa berpikir dua kali siapa yang akan menemani ibunya di rumah
Toja punya niat yang buruk tentang keinginannya menyambung ke pesantren yaitu agar ia tak lagi disuruh-suruh oleh ibunya, dan setiap teman-temannya menanyakan kenapa dirinya memilih menyambung ke sekolah pesantren Toja selalu menjawab
di penghujung waktunya di rumah kakak Toja pun libur dari pesantren kakaknya yang sudah hampir lima tahun lamanya di pesantren banyak menyirami Toja dengan nasehat-nasehat dan pesan-pesan dengan Tujuan Toja lebih meyakinkan dan membulatkan lagi tekadnya untuk menyambung ke pesantren sebab jika ia sudah masuk pesantren ia akan jarang sekali pulang ke rumah mengingat jarak rumahnya dengan pesantren tersebut satu provinsi
setelah berunding dan Toja pun sudah yakin 100 persen ingin masuk pesantren ibunya hanya mencoba ikhlas meskipun terlihat selalu keras dengan anak laki-laki ibunya tetap berat melepas anak yang masih kecil ke luar provinsi meskipun ia tahu anaknya disana dengan niat menuntut ilmu
namun Toja yang sedang asik mengemas pakaiannya untuk di masukkan ke tas meskipun waktunya masih ada 2 Minggu lagi Toja sangat sangat bersemangat, tak lama mata Toja terpana pada suatu buku pink lucu imut milik kakaknya ia mencoba meraih buku tersebut dan membukanya dan awal lembaran buku tersebut ia sudah mendapatkan foto-foto masa kecilnya dulu bersama kakaknya yang begitu indah Toja pun tenggelam menyelam kedalam buku yang penuh dengan memori indah tersebut
dan ketika mulai tersadar takut kakaknya mengetahui perbuatannya, ia pun membawa buku tersebut ke kamarnya dengan membawa 1 lagi buku biru yang sepertinya juga menyimpan banyak memori indah di hidupnya, Toja tak menyangka semua masa-masa kecil nan indah yang pernah ia miliki disimpan rapi oleh kakaknya tercinta, disitu Toja mulai mengetahui ternyata dibalik raut muka kakaknya yang terlihat santai saja di tengah kehancuran keluarganya ternyata diam-diam dia mencurahkan ke galauannya di dalam buku
Dan terbukti sudah dua buku dia habiskan untuk mencurahkan semua kesedihan yang ia rasakan semenjak Ayahnya memutuskan untuk meninggalkannya, Namun sebagai kakak ia harus menunjukkan ke adiknya, harus tabah harus sabar, saya pikir sikap-sikap seperti itu sudah otodidak Ada di dalam diri seorang anak pertama