
*Grasak grusuk bunyi suara tempat tidur Toja ia terlihat gelisah, ia masih memikirkan bagaimana cara agar ia bisa bermain PS dengan Yos, pelan-pelan Toja mulai beranjak dari tempat tidurnya ia mencoba untuk keluar dari jendela kamarnya yang diberi terali, awalnya Toja tak menyangka kalau kepalanya lewat dari sela-sela terali besi tersebut, namun dengan sedikit dipaksakan akhirnya kepala Toja berhasil lewat dan badannya pun menyusul keluar memang terali jendela kamar Toja dirancang khusus untuk orang dewasa
Setelah mengambil sendal di teras depan Toja langsung berlari kecil ke rumah Yos,
"Yos yoos" panggil Toja dari pintu Depan
"Ya masuk aja Ja" balas Yos dari kamarnya
"eh ku kira kau gak boleh keluar sama ibu mu"
"sebenarnya aku gak boleh keluar Yos aku kabur dari jendela" jawab Toja dengan nafas ngos-ngosan
"yaudah itu ambil stik mu kita ulang dari awal" ajak Yos dengan senang hati
Tak terasa hari mulai gelap Yos dan Toja terhanyut di dalam permainan mereka tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar yang memanggil-manggil nama Toja
"Toja Tojaaaa pulang"
dengan ekspresi cemas dan takut Toja mau tidak mau harus pulang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya
"kamu ini ya gak bisa dibilangin bandel kali"
"Toja langsung mempercepat pergerakannya dan langsung masuk ke kamar mandi"
Diluar pintu kamar mandi ibu Toja masih memarahi Toja sambil memberi tahu Toja tugas-tugas yang mesti dia selesaikan
"bersihkan halaman belakang sapu bersih sama cuci piring itu"
di dalam kamar mandi Toja hanya berdiri kaku ia sengaja masuk langsung ke kamar mandi untuk menyelamatkan tubuhnya dari pukulan ataupun libasan dari ibunya, setelah suasana tenang dan dingin Toja keluar menuju halaman belakang rumahnya untuk melaksanakan tugas yang diberikan ibunya sewaktu Toja di kamar mandi
berbeda dengan teman-teman Toja yang ketika sore hari tiba, mereka semua beramai-ramai berjalan menuju lapangan bola, Toja harus disibukkan dengan pekerjaan rumah, di momen itulah Toja iri melihat hidup teman-temannya, bahkan tak jarang ia sampai memaki ibunya di dalam hati
ia merasa bahwa ibunya terlalu mengekangnya, ketika semua pekerjaan rumah sudah siap hari sudah hampir gelap Toja tak sempat menyusul teman-temannya ke lapangan bola. Di rumah, Toja hanya bisa menonton televisi dan itupun dengan waktu yang sudah ditentukan, kini hidup Toja seakan berputar 180 derajat dari yang dulunya dia bebas untuk menonton berapa lama yang tak pernah kelewatan film-film seru sekarang semenjak orang tuanya bercerai hidupnya berubah menjadi Toja yang harus rela menjadi pendengar yang Budiman di sekolahnya ketika teman-temannya asik menceritakan film yang mereka tonton.
bagaimanapun Toja harus kuat ngejalanin takdir hidupnya yang semenjak kecil ia harus pasrah dimarahi oleh ibunya yang bisa jadi disebabkan beban pikiran ibunya yang terlalu berat, Toja kecil selalu berandai-andai di setiap khayalan nya sebelum tidur ingin berjalan dan liburan bersama-sama lagi seperti dulu sebelum Ayahnya pergi
"Toja matikan TV nya belajar lagi" bentak ibunya yang seakan tak pernah senang melihat anaknya duduk santai
"iya Bu" jawab Toja dengan nada rendah
Toja pun beralih ke kamarnya untuk membuka kembali pelajaran yang tadi ia pelajari di sekolah dan mengecek apakah ada PR ata tidak