
"Btw, pekerjaan kamu sudah selesai nih. Bukannya kamu masih beberapa hari lagi disana?" tanya Zea binggung
"Lusa nanti aku harus balik lagi kesana, kerjaan aku belum sepenuhnya selesai tinggal sisa 20% lagi."
"Ih nyebelin banget sih kamu, baru aja kita ketemu sudah mau balik kerja lagi. Sebel banget gua sama lo.... kerjaan mulu dipikirannya." racau zea kesal
"Kok kamu jadi sensi gini sih?, Kamu kok aneh Zee kan kamu sudah izinin aku pergi kerja jauh." jawab Lay tak mau kalah.
"Aku kan kangen tahu.... nggak peka banget sih. Puaskan lo kalau gua frontal." ujar Zea sambil berlari masuk ke mansion dengan muka yg ditekuk.
"Kalian kenapa berantem? kamu apakan menantu kesayangan mama, kok mukanya masem banget?? cecar Mrs Robertos kepada Lay.
"Nggak ada apa-apa kok ma, hanya kesalapahaman kecil aja antara Lay dan Zea" jelas Lay kepada Mrs Robertos
"Oh, yaudah sana susulin anak perempuan mama" perintah Mrs Robertos
"Okay ma siap, lay keatas dulu ya nyusulin Zee"
"Zee kamu kenapa sih akhir-akhir ini sensitif banget, ayolah semua bisa dibicarakan baik-baik. Waktu kita hanya sedikit loh, sayang banget kalau digunain buat berantem doang."
"Nggak biasa aja kok, btw gue lagi dateng bulan nih. Maaf aja kalau sedikit drama."
"Masih marah nih ceritanya, kok kamu pake lo- gua komunikasinya?"
"Nggak biasa aja kok lagi nggak mood"
"Yaudah dari pada kamu bad mood gitu, gimana kalau kita ke mall aja?"
"Mau banget, lay cepetan sekarang kita langsung otw aja..."
"Dasar cewe kalau sudah menyangkut dengan shopping semua dilupakan."
Lay dan Zea berpamitan kepada Mrs Robertos untuk pergi ke salah satu mall yang ada di kota metropolitan.
"Ara,... lo ara kan? Zea Laurenz Gilbert" teriak seseorang dari kejauhan.
"Iya gue Zea, btw kok lo tahu nama gue?. Kita pernah deket ya?, soalnya aneh aja ada orang yang manggil gue Ara kecuali...." ucap zea menggantungkan perkataannya sambil mengingat memori yang sudah lama tersimpan dibenaknya
"Oh my God gue inget, lo nathan bukan?," tanya Zea yang sedikit ragu dengan tebakannya
"Iya, gua nathan."
"Apa kabar lo? long time no see. Sorry gua sempet nggak ngenali lo, kemana aja lo lama ngilang."tanya zea antusias
"Yang seperti yang lo liat gua baik, gua pindah ke Nevada Ra, sorry nggak sempet bilang ke lo. Ada urusan mendesak yang buat gua harus pindah."
"Hmm, sepertinya kalian sangat dekat sekali ya?" ujar lay bersuara untuk menyindir Zea yg sedang asik sendiri berinteraksi dengan orang asing sampai-sampai melupakan keberadaan lay yang sejak awal berdiri disamping Zea dan sedang memperhatikan alur pembicaraan istrinya dengan orang asing yang tidak dikenalnya
"Iya, kita itu deket banget dulu. Ara ini cinta pertama gua, begitupun juga sebaliknya. Tapi karena kesalahan gua yang ngilang begitu aja membuat kita lost kontak dan kurang lebih sudah 15 tahun. Iya nggak ra?" ucap Nathan antusias masih menganggap Zea sebagai first lovenya.
"Hmmm, iya tapi kan itu sudah lama banget nathan. lo mah gitu masih nggak bisa move on nih sama gua" respon Zea atas ucapan Nathan dengan bergurau untuk menutupi rasa kekhawatirannya dari amarah Lay yang akan meledak pastinya.
"Oh begitu ceritanya, pantesan aja kalian terlihat sangat akrab sekali yah?. Tapi sayangnya itu dulu, sekarang Zea sudah menjadi ISTRI Sahnya Tuan Layzka Atteza Roberto
"Mampus nih gua, baru aja berbaikan sama lay. Sudah ada konflik baru lagi nih!, ngapain lagi nathan membahas masa lalu yang udah lama banget. Sial banget sih gua hari ini tahu gini ceritanya, mending gua di mansion aja nggak pergi kemana-mana" ujar Zea terkejut berbicara dalam pikirannya setelah mendengar ucapan nathan yang begitu saja mengalir dari mulutnya tanpa rem sedikit pun, yang membuat Zea sedikit kelabakan untuk menanggapi ucapan Nathan
"Lo serius Ra kalau lo sudah marriage nih sekarang?, kok lo nggak ngundang gue sih." tanya Nathan kecewa
"Panjang banget Natan kalau mau gua ceritain sekarang, next time nanti gua ceritaian. Oh iya btw kenalin nih Tan, Suami gua namanya Lay" ujar Zea berusaha menghangatkan suasana yang sempat menegang beberapa saat yang lalu.
"Kenalin gua Lay suaminya Zea" sambil menjulurakan tangannya kepada Nathan dengan percaya diri
"Gua Nathan, senang bisa kenal lo. Btw, selamat ya atas pernikahan kalian. Titip Ara ya tolong dijagain dengan baik jangan buat dia tersakiti untuk yang kedua kalinya."
"Iya terimakasih atas ucapannya, tapi tanpa lo suruh juga gua akan menjaga dia dengan sangat baik karena itu sudah menjadi tanggung jawab gua" jawab Lay dengan muka yang tidak bershabat
Zea yang menyadari jika kondisi yang tercipta saat
itu sangat menegangkan baginya dan memutuskan untuk mengajak Lay pergi ke butik langgannya untuk menghindari perselisihan tatapan mata yang sama-sama dingin antara Nathan dan Lay
"Kita duluan ya Tan, see you on top" pamit Zea kepada nathan sambil menarik tangan lay meninggalkan Nathan.
€€€€€