
Lay kembali fokus mendengarkan pemaparan yang sedang disampaikan oleh General Manager Gilberts' Company dan melupakan sejenak masalah pribadinya dengan Zea yang sekarang statusnya telah menjadi istri sahnya. Zea masih belum menyadari keberadaan lay yang berada satu ruangan dengannya di meeting room Gilberts' Company.
Zea fokus mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh General Managers Gilberts' Company sambil sesekali mengecek data-data di dokumen yang berada di tangannya. Rapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun, satu persatu peserta rapat meninggalkan meeting room sambil bergiliran untuk berjabat tangan dengan Direktur utama sekaligus owner dari Gilberts' Company sebagai tanda persetujuan melakukan kerjasama antar perusahaan.
Sekarang giliran Lay berjabat tangan dengan Mr Gilbert yang notabennya papa mertuanya sendiri.
"Senang bisa bekerja sama dengan anda Mr Gilbert!, Semoga perusahaan kita bisa bekerja sama dengan baik." ucap lay dengan bahasa formal sambil menjabat tangan Mr Gilbert.
"Senang juga bisa bekerja sama dengan perusahaan anda Mr Atteza" balas Mr Gilbert sambil menjabat tangan lay balik dengan senyuman terbaiknya.
"Papi rasa ada hal yang perlu kalian bicarakan, papi akan memberikan ruang untuk kalian berbicara." ucap Mr Gilbert dengan tersenyum ketika melihat body language putrinya yang sedang berdiri di sampingnya yang mulai salah tingkah sendiri.
Mr Gilbert berjalan keluar meeting room dan meninggalkan Lay & Zea di dalam meeting room. "Telat lagi lo! kalau sudah jadi habit mah susah buat di hilangin." ucap lay singkat dengan wajah yang datar, sambil meninggalkan meeting room begitu saja tanpa berpamitan.
"Bukankah saya sudah meminta maaf kepada para peserta rapat dan juga owner Gilberts' Company ketika saya datang terlambat, semua peserta rapat tidak ada yang mempermasalahkan keterlambatan saya. Lalu dimana letak kesalahan saya tuan Atteza, Saya perlu mengingatkan anda tuan, jika ini di lingkungan kantor. Jika anda mempunyai masalah pribadi dengan saya mari selesaikan di luar kantor. Bukankah anda sendiri yang tidak ingin mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan, bukankah begitu tuan Atteza". Lay memutar balikkan tubuhnya menghadap Zea yang berada tidak begitu jauh darinya. Zea masih berdiri di posisinya semula.
"Anda benar sekali Mrs Atteza, saya sedang tidak mencampuradukkan antara urusan pribadi dengan pekerjaan. Saya hanya menyampaikan opini saya mengenai anda, saya rasa anda saja yang terlalu berlebihan dan terbawa perasaan dalam mentafsirkan apa yang telah saya katakan." balas lay sambil menatap Zea angkuh.
€€€
"Mampus gue, baru aja semalam gue diceramahin gara-gara nggak menghargai waktu, gue kaget banget kalau lay juga datang menghadiri rapat. Gue baru sadar kalau ada lay di meeting room ketika para peserta rapat satu persatu membubarkan diri meninggalkan meeting room. Gue nggak terlalu memperhatikan kondisi meeting room karena gue panik banget datang terlambat di rapat penting seperti ini. Tapi gue beruntung banget punya bokap yang pengertian banget sama anaknya. Sekarang di meeting room hanya tersisa bokap, gue dan lay.
Gue canggung banget berada disituasi seperti ini. Papa kenapa lagi pakai acara drama dengan sengaja meninggalkan lay & gue berdua di meeting room, untuk kali ini papa nggak pengertian sama putrinya. Gue harus segera prepare telinga gue untuk mendengarkan ceramah di pagi hari. {"Telat lagi lo! kalau sudah jadi habit mah susah buat di hilangin.!" ucap lay singkat dengan wajah yang datar, sambil meninggalkan meeting room begitu saja tanpa berpamitan.}
Gue paling nggak suka kalau lay bicara ke gue dengan nada yang dingin & wajah yang datar. Karena gue dari kecil nggak pernah diperlakukan seperti itu oleh bokap & nyokap gue. Gue itu paling sebel kalau diacuhkan sama siapa pun itu. Karena gue sedang merasa kesal dan terbawa perasaan dengan perkataan lay yang sangat menyebalkan untuk gue.
Gue nggak tahu mendapatkan keberanian darimana tiba-tib saja, terbesit dipikiran gue untuk menjawab ucapan lay yang sangat menyebalkan itu dengan membalikkan perkataan yang pernah lay lontarkan beberapa hari ini ke gue. Gue kaget banget ketika dia membalikkan tubuhnya tiba-tiba dan menangapi ucapan yang barusan gue lontarkan dengan raut muka angkuhnya.
Gue selalu kalah telak jika berdebat dengan Layzka Atteza Roberto, gue sendiri heran kenapa gue selalu kalah jika sedang berdebat dengan lay. Ada dua kemungkinan yaitu dia yang cerdas atau gue yang terlalu bodoh.
Setelah menghadiri rapat di Gilberts' Companydan sempat bertemu dengan Zea istrinya di ruang rapat yang berakhir denganperdebatan kecil diantara mereka. Lay kembali ke Attezas' Company untukmenghadiri rapat selanjutnya dengan para kolega businessnya yang telah terjadwalsebelumnya.
Begitupun juga dengan Zea, ia kembali melanjutkan pekerjaannyasebagai sekretaris direktur utama Gilberts' Company. Baik lay maupun Zeasama-sama sibuk bekerja, mereka akan bertemu hanya di malam hari. Merekasama-sama memiliki jadwal yang sangat padat dari pagi hari hingga petang.
Walaupun berasal dari keluarga kaya-raya anak daripengusaha sukses tapi tidak menjadikan mereka untuk bermalas- malasan danmenghambur- hamburkan uang orang tua mereka. Baik lay maupun zea di didik untukhidup mandiri & bekerja keras dalam mencapai sesuatu yang diinginkan sejakmereka kecil hingga saat sekarang.
€€€