
Zea, Cassie, Belinda, & Olive larut dalam suasana bahagia yang sedang mereka rasakan. Moment berkumpul & menghabiskan waktu liburan bersama seperti ini merupakan suatu hal yang jarang sekali mereka lakukan akhir-akhir ini, mengingat kesibukkan mereka dalam menjalankan usaha keluarga mereka masing-masing.
Ketika Cassie, Zea, & Ollive sedang beradu argumen menentukkan dimana mereka akan makan siang. Belinda secara tidak sengaja melihat explor beranda instagram di ponselnya muncul foto Lay yang sedang makan siang di Tamarind Restaurant sekitar 10 menit yang lalu, dengan dikawal oleh beberapa bodyguard. Belinda mengambil inisiatif dimana mereka semua akan makan siang.
"Lo pada ribut mulu, cacing di perut gue sudah pada berontak nih, kalau lo pada masih kekeh sama pendirian masing-masing keburu makan sore ntar kita. Kuylah ikuti gue, gue punya tempat yang recomended. Kalian pasti bakalan suka." perintah Belinda kepada teman-temannya sambil berjalan mendahului Ollive, Zea, & Cassie.
"Belinda,.. Lo mau bawa kita makan siang dimana? Emangnya lo tahu dimana tempat makan terenak disini?" cecar Olive dengan rentetan pertanyaan yang diberikan kepada Belinda.
"Lo yakin bel kalau makanannya enak & viewnya bagus?" tanya Cassie kepada Belinda memastikan.
"Lo mau membawa kita kemana sih sebenarnya, paling tidak kita semua tahu lo mau ngajakin kita makan siang dimana" tanya Zea kesal kepada Belinda yang mengambil keputusan sepihak.
"Lo pada nggak percaya banget sama gue, tenang aja lo semua gue pastikan bakalan suka sama tempat & makanan di Tamarind Restaurant." ujar Belinda menjawab pertanyaan Ollive, Cassie, & Zea.
~Tamarind Restaurant Bali~
"Guys coba lo pada liat deh di meja 2 AZ!" ucap Ollive antusias kepada sahabatnya.
"Oh gue tahu sekarang jadi ini alasan lo bel, ngajakin kita makan siang disini karena ini. Lo tahu darimana bel kalau Pak Lay sedang lunch disini?, Jangan-jangan lo secret admirernya pak lay yah?" timbrung Cassie kepada sahabatnya.
"Iya gue suka stalking informasi tentang aktivitas yang Pak lay lakukan, gue tahu pak lay sedang makan siang disini dari instagram gue. Ketika gue ngecek akun sosmed, banyak banget timbul notifikasi di explor gue tentang pak lay. Ya terus gue ajakin lo pada deh, untuk memastikan keberadaan pak lay, benar atau nggaknya dia sedang makan siang disini. Yang seperti kita lihat pak lay memang sedang makan siang disini" jelas Belinda mengklarifikasi pertanyaan yang dilayangkan sahabat-sahabatnya.
"Samperin pak lay kuy, berbasa-basi aja!" ajak Ollive antusias.
"Lo kenapa Zee kok lo tiba-tiba jadi pendiam gini, lo baik-baik aja kan, nggak sedang sakit kan Zea?" tanya Cassie kepada Zea dengan raut muka yang terlihat khawatir ketika melihat sikap Zea yang tidak banyak berbicara seperti sebelumnya.
"Gue baik-baik aja kok guys, jangan khawatirin gue, cacing diperut gue udah pada berontak nih, mangkanya gue diam aja dari tadi dengerin lo pada ngebacot. Kuylah kita order makanan." jawab Zea kepada sahabat-sahabatnya dengan tenang menutupi keterkejutannya ketika melihat lay yang sedang berada di Bali juga.
~Zea Laurenz Gilbert Pov~
"Astaga, dalam rangka apa lay di Bali?. Kok dia nggak kasih tahu gue kalau dia sedang berada di Bali juga. Gimana coba mau ngabarin, lah ponsel gue aja ketinggalan di apartemen. Atau dia kesini cuma buat menjemput gue paksa, gue kan masih mau liburan & quality times bareng sahabat-sahabat gue. Apaan sih kenapa juga gue jadi berhalusinasi gini."
"****** gue bisa terbongkar rahasia gue dihadapan sahabat gue, kok bisa-bisanya gue baru sadar kalau lay sedang tidak sendirian tapi dikawal oleh beberapa bodyguardnya. Bisa terbongkar nih rahasia gue kalau mereka semua menyapa."
"Gue harus terlihat tenang & bersikap seperti biasa aja dihadapan sahabat gue, sekarang posisi gue sudah berada di depan meja lay yang sedang makan siang. Ollive & Belinda antusias banget ingin menyapa lay, sedangkan gue & Cassie hanya mengekori mereka dari belakang, tanpa minat sedikitpun ."
Lay fokus menikmati jamuan makan siangnya dengan tenang sambil menikmati pemandangan alam di hadapannya, aktivitas makan siang lay terhenti sejenak ketika melihat para bodyguardnya tiba-tiba saja bangkit dari duduk mereka lalu berdiri menyapa seseorang dengan ramah & sopan.
"****** gue, prediksi gue sebelumnya benar terjadi, status gue akan terbongkar saat ini juga. Gue harus siap dengan apa yang akan terjadi beberapa menit kedepan." Zea berbicara kepada dirinya menguatkan kondisi sikologisnya.
Belum sempat Belinda & Ollive mengeluarkan suaranya untuk menyapa Lay, mereka dibuat binggung dengan sapaan yang diberikan oleh para bodyguard lay kepada Zea.
"Lo kenal sama para bodyguardnya pak Lay, Zee?, kok mereka nyapa lo pakai embel-embel Nyonya Zea?" tanya Cassie membuka suaranya mewakilin pertanyaan yang ada dibenaknya Ollive & Belinda kepada Zea dengan muka mereka yang cengo mentafsirkan perkataan yang dilontarkan oleh para bodyguard lay kepada Zea.
"Lay,... bantuin gue dong, Lo jelasin ke mereka please." Zea memberikan kode kepada Lay dengan menatap lekat mata lay sambil mengeluarkan keringat yang bercucuran di dahinya karena gugup.
"Kenapa lo natap gue gitu?, Lo berharap gue yang mengklarifikasinya? yaudahlah kasih tahu aja, apa yang sebenarnya terjadi antara lo dan gue toh udah ketahuan juga kan. Nggak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi" jawab lay membuka suaranya sambil melanjutkan makan siangnya yang sempat terhenti dengan muka yang datar seolah sedang tidak terjadi apa-apa.
"Lo semua nyebelin banget, susah banget diajak kerjasama. Sudah gue kodein juga dari tadi, tapi nggak ngerti juga" ucap Zea dengan raut muka juteknya kepada Lay & para bodyguard yang berada disekitar lay, sambil pergi meninggalkan meja makan Lay & kembali ke meja makan sebelumnya yang telah ia tempati bersama sahabat-sahabatnya diikuti oleh Belinda, Ollive, & Cassie yang masih syok sekaligus binggung apa yang sebenarnya terjadi antara Lay & Zea mengekor dari belakang.
€€€