
"Lay lo masih tidur ya, gue pinjam mobil lo bentar. Gue mau balik ke mansion papa, nggak enak gue kalau mau minta tolong pak choi buat jemput gue sepagi ini. Diamnya lo, gue artikan boleh. Bodoh amat deh boleh atau nggaknya, ntar sore gue balikin mobil lo." tanya Zea kepada lay yang masih terjaga dalam tidurnya, sambil mengambil kunci mobil lay di nakas.
"Akhirnya bisa packing perlengkapan liburan buat besok, sebagian besar barang-barang gue ada di mansion semua. Gue hanya membawa beberapa barang-barang di apartemen lay." ucap Zea berbicara kepada dirinya sendiri.
Zea keluar dari parkiran apartemen lay, dengan menggunakan hodie bewarna putihnya, sederhana tapi tetap terlihat casual.
"Ma-pa,.. Zee pulang, papa- mama dimana?" teriak Zea dari balik pintu utama mansion.
"Kamu sama siapa ke sini Zee?" tanya Mrs Elizabeth kepada putrinya.
"Zee sendiri ma, lay masih tidur di apartemen. Zea mau packing perlengkapan Zee liburan besok, sebagian besar barang-barang Zee kan masih ada di mansion ma." Jawab Zea antusias kepada mamanya.
"Kebiasaan deh kamu, kalau pergi-pergi asal aja. Kamu nggak izin dulu sama lay pergi ke mansion?" Omel Mrs Elizabeth kepada putrinya.
"Zea sudah izin kok ma sama lay, tapi laynya masih tidur. Terus Zee ambil kesimpulan sendiri kalau Zee diizinin pergi sama lay, Zee ambil aja kunci mobilnya lay dan langsung pergi ke mansion ma." Jelas Zea kepada Mrs Elizabeth.
"Yaudah keatas gih, sana packing perlengkapan untuk liburan kamu besok. Lain kali dipastiin dulu sampai laynya bangun, jangan diulangi lagi, kamu dengar apa yang mama bicarakan, Zea." ucap Mrs Elizabeth memberi nasihat kepada putrinya.
Zea menuju kamar pribadinya di lantai dua mansion keluarga gilbert menggunakan eskalator dan tidak sengaja sepapasan dengan Pak Choi supir pribadinya di persimpangan kamar Zea.
"Eh ,..ada non Zea dimansion, non Zea kok sudah di mansion aja. Non bilang nanti sore mau ke mansion, kalau saya tahukan nanti saya bisa jemput non di apartemen." ucap Pak Choi merasa bersalah kepada Zea.
"Maafin Zea ya pak choi,dateng kesini juga dadakan kok. Besok jangan lupa ya pak anterin Zea ke bandara." jawab Zea sambil memberikan senyum terbaiknya.
"Gue kangen banget sama kamar pribadi gue di mansion, baru juga seminggu ditinggalin kamar ini berasa sudah 1 tahun lebih" ujar Zea berbicara sendiri dengan dirinya, sambil packing perlengkapan yang akan dibawanya pergi berlibur besok.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Zea untuk mengemasi perlengkapan liburannya ke dalam koper warna soft pinknya.
"Iya,.. ada apa lo telpon gue? tumben banget lo telpon gue." tanya Zea kepada lay dengan raut muka binggungnya.
"Lo dimana pagi-pagi sudah ngilang aja?" ujar Lay kepada Zea to the point.
"Gue di mansion papa, lagi packing buat keperluan gue besok, ntar sore gue balik ke apartemen." Jawab Zea melalui ponselnya kepada lay sambil tiduran di kasur king size miliknya yang hampir 1 minggu ini tidak ia tempati.
"Lo lupa ya?, kalau hari ini mama & papa mau berkunjung ke apartemen kita." tanya lay mengingatkan Zea sambil memakan sarapan paginya yang telah dibuat oleh Zea sebelum ia pergi ke mansion.
"Nggak gue ingat kok, mami tadi pagi chat gue kalau mereka nggak jadi berkunjung ke apartemen karena ada pertemuan penting sama kolega businessnya dari California, mami bilang akan mengunjungi kita di apartemen di lain waktu." Jelas Zea dengan detail kepada lay.
"Lo kok nggak kasih tahu gue kalau mami nggak jadi berkunjung ke apartemen?, tahu gitu kan gue bisa pergi mengajar di kampus." Tanya lay dengan nada suara yang sedikit meninggi.
"Lo apaan sih lay, pagi-pagi sudah ngajakin gue ribut aja lo. Lagian juga gue kan sudah bilang ke lo tadi pagi sebelum gue pergi ke mansion, lo nya aja tidur kayak kebo. Susah banget dibangunin. Terus nih ya gue pergi aja ke mansion Gilbert pakai mobil lo gue pinjam" jawab Zea sedikit tersulut emosinya.
"Apa mobil gue lo bawa, sejak kapan gue bilang iya kalau gue izinin lo bawa mobil gue. Pulang sekarang atau nggak sama sekali liburan lo besok." ujar lay kepada Zea dengan raut muka yang dalam kondisi bad mood, dengan kata-kata ancaman di akhir kalimatnya.
"Apaan sih lo lay main batalin liburan gue aja, iya gue otw balik ke apartemen." jawab Zea dengan malas kepada lay via telepon sambil mengambil kopernya & membawanya ke parkiran mansion.
"Ma-Pa, Zee pulang ke apartemen dulu ya, ntar Zea main lagi ke mansion." teriak Zea dari lantai dua mansion gilbert. Pak choi yang mendengar majikannya berteriak spontan menghampiri majikannya dengan tergesa-gesa.
"Mohon maaf non Zea, tuan & nyonya sedang keluar barusan saja non. Mau bapak bantu non membawa kopernya?" ujar Pak choi kepada Zea dengan ramah.
"Oh pantesan aja sepi banget mansion, tolong sampaikan ke papa & mama ya pak kalau Zee sudah pulang ke apartemen. Nggak usah pak choi, Zee bisa sendiri kok. Btw makasih pak tawarannya, see you tomorrow pak.
€€€