The Sole Heir

The Sole Heir
Part 35



Matahari telah timbul dari tempat persembunyiannya, yang artinya hari telah menunjukkan waktu telah pagi.  Lay & Zea bersiap-siap untuk pergi kebandara dalam rangka quality times berdua bersama lay di Labuan bajo. Lay & Zea otw menuju bandara dengan diantar oleh supir pribadi keluarga Roberto.


"Lo janji kan hari ini lo nggak akan mengerjakan urusan pekerjaan, waktu lo hari ini full buat liburan kan?"


"Iya lo tenang aja schedule gue hari ini sudah gue kosongin khusus buat liburan"


"Btw, lay selama lo di California nanti, rencananya gue mau balik ke mansion aja biar gue ada temenya nggak sendirian. Gue takut juga kali sendirian di apartemen, kalau gue dimansion kan gue ada temen cerita. Ada nyokap, bokap, pak choi dll di mansion."


"Oh yaudah kalau lo maunya gitu, kalau menurut lo itu yang terbaik buat lo why not?"


"Oh my God, thank you so much lay, btw kenapa lo ngajakin gue liburan di ke Labuan bajo. Dari gue kecil nih ya, gue nggak pernah berlibur di labuan bajo, hal apasih yang buat lo tertarik dengan tempat itu?"


"Loh bawel banget zea, lo liat aja nanti pemandangan alam yang dimiliki tempat itu sangat amat luar biasa indahnya, keaslian tempat itu masih terjaga. Belum banyak orang yang mengetahui betapa indahnya tempat itu, gue yakin ketika lo liat nanti lo pasti akan terkagum-kagum. Zea lo kok diem aja tumben banget lo diem. Yaampun gue berasa seperti orang stress yang berbicara sendiri, nih anak kebo banget ya?. Belum juga sampai di airport tapi nih anak udah molor duluan, sambil membenarkan rambut yang menutupi wajah Zea. Lo terlihat manis Zee kalau lagi tidur gini, nggak seperti biasanya kalau lo lagi sadar. Kadang lo ngeselin banget sekaligus juga ngangenin dengan sifat cerewet & kekanak-kanakan lo"


Lay & Zea telah berada di dalam pesawat pribadi milik lay, menuju destinasi tempat mereka berlibur di labuan bajo. Dengan kondisi Zea yang masih terjaga dalam tidurnya yang membuat lay sedikit kerepotan membawanya masuk kedalam pesawat. Lay telah mencoba membangunkan Zea akan tetapi hasilnya NIHIL, Zea tetap terjaga dalam tidurnya sambil mendengkur.


"Zea Laurenz Gilbert, bangun dong! Lo tidurnya kebo banget ya? susah banget dibangunin. Bangun kita sudah sampai di labuan bajo, kalau lo nggak bangun-bangun gue tinggal juga nih ya lo sendirian di dalam pesawat"


"Apaan sih lay? lo ganggu tidur gue aja! gue masih ngantuk banget 10 menit lagi deh please....!"


"Yaudah lo gue kasih waktu 10 menit lagi kalau lo nggak bangun-bangun beneran deh lo gue tinggal sendiri di dalam pesawat."


"Zea bangun nggak lo! Ini udah 10 menit. Kalau lo nggak bangun jangan salahin gue kalau lo gue tinggal sendiri di dalam pesawat."


"Iya-iya gue bangun, nyebelin banget lo!. Kita dimana lay? Kok gue ada di dalam kamar pesawat, seinggat gue tadi gue ada di mobil sama lo?"


"Lo cuci muka dulu gih sono, lo ngelindur nih pasti. Kita sudah sampai di labuan bajo, lo ketiduran di mobil terus gue yang bawa lo masuk ke dalam pesawat. Lo parah banget kalau tidur mirip banget sama orang yang sudah mati, pantesan aja lo suka telat dateng ke kampus ataupun datang ke meeting perusahaan. Salut gue sama mami sabar banget menghadapi sifat kekanak-kanakan lo"


"Kok gue ya yang malah ditinggal? harusnya kan gue yang ninggalin dia. Binggung sendiri memikirkan perilaku Zea kepadanya"


"Lay lo benar banget, pemandangan alam yang luar biasa indah yang dimiliki labuan bajo ini. Resort bokap gue di bali kalau dibandingkan dengan  resort ini jauh banget, ntar gue mau ngeledekin bokap deh kalau gitu wkwk. Btw ini resort yang punya siapa?, gue kagum banget sama desain & detail dari ini Resort."


"Lo apaan sih Zee membandingkan sesuatu hal yang berbeda, setiap tempat punya ciri, gaya, & karakter serta keunggulan tersendiri. Lo seriusan kagum nih sama yang punya ni resort? Lo nggak usah binggung memikirkan siapa yang punya ni resort yang punya resort ini orangnya ada di samping lo sekarang."


"Nggak ada orang lain selain lo & gue disini sekarang, atau jangan-jangan ni resort punya..."


"Yaps tebak kan lo betul banget, nih resort punya gue salah satu hasil dari pengembangan business Attezas'Company, ini Resort baru diresmikan satu tahun yang lalu.Thanks ya lo udah kagum sama gue hahahaa"


"Are you kidding me lay?, nggak jadi deh gue kagum sama owner ni Resort. Tapi gue udah mulai suka sama anaknya Mr & Mrs Roberto"


"No, I'm not kidding. I'm seriously Zee. Tapi tunggu apa tadi yang lo bilang, lo udah mulai suka nih sama putra tunggalnya Mr & Mrs Roberto. Gue juga sama seperti yang lo rasakan, akhir-akhir ini gue baru sadar kalau gue udah mulai suka sama putri tunggalnya Mr & Mrs Gilbert"


"Lo harus janji sama gue lay, lo harus menjaga hati lo & juga kepercayaan gue. Gue bukan tipikal orang yang mudah untuk memaafkan pada saat gue dikecewakan oleh orang yang gue sayang"


"Gue janji sama lo, gue akan menjaga kepercayaan lo ke gue. Gue akan berusaha nggak akan mengecewakan lo Zee, belived me!, Kok jadinya suasana melankolis gini ya?"


"Hahaha, sorry ya gue kebawa perasaan dengan suasana. Tapi ucapan gue yang tadi serius tulus keluar dari hati gue yang paling dalam, I do not lie to you."


"Yeah, I know well! what do you mean to me. Zea gue ngajakin lo kesini untuk bersenang-senang menikmati liburan bukan untuk bersedih okay, lupakan dulu semua masalah yang terjadi. Let's we spend our times together only you and I, Let's we spend our times together only you and I in this places. I love you my wife. ucap lay sambil memeluk Zea dari belakang dan menikmati pemandangan alam yang sangat luar biasa indahnya."


"I love you too my beloved husband"


€€€