The Sole Heir

The Sole Heir
Part 22



Hari berlalu silih berganti, tanpa terasa weekend day telah tiba. hari yang ditunggu oleh semua orang yang bekerja untuk merefreshkan kepenatan dari rutinitas pekerjaan dengan quality time berkumpul bersama keluarga. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi lay & zea.


"Zea tumben banget lo datang ke kampus lebih awal! biasanya lo datang ngepas banget dengan jadwal. Kesambet jin apaan lo Zee, lo nggak sakit kan Zee!. Gue tahu hari ini kan mata kuliahnya dosen favorite lo, lo takut ya kena punishment lagi." ucap Cassie kepada Zea sambil memegang dahi Zea untuk memastikan jika Zea sedang tidak sakit.


"Lo apaan sih cassie, gue sehat lah!. Lo kira gue gila gitu, gue datang terlambat salah! sekarang gue datang lebih awal lo bilang gue kesambet! Terus lo bilang gue takut kena punishment sama tu dosen, ya nggak lah! Mana ada ceritanya seorang Zea takut diberi punishment apalagi sama tu dosen." jawab Zea dengan sedikit emosi kepada Cassie sahabatnya.


"Lo kenapa jadi sensi sendiri Zee, gue kan bercanda doang. Lo lagi pms ya Zee? soalnyo lo baperan banget hari ini, nggak kayak biasanya. Nggak asik lo hari ini." balas Cassie sambil menekuk mukanya ngambek dengan Zea.


"Sorry Cass, iya gue lagi datang bulan. Jadi bawaannya pengen marah aja sama semua orang yang ada disekitar gue, untuk sekarang lo nggak usah dulu deh ngajakin gue berbicara tentang tu orang kalau bukan gue duluan yang memulai pembicaraan. Mood gue sedang nggak baik, dari pada lo jadi pelampiasan mood gue." jelas Zea kepada Cassie sambil memainkan handphonenya.


€€€


Lay sedang berjalan dari parkiran Robertos' University menuju ke kelas Internasional program studi business untuk memberikan materi kepada para mahasiswa S2 Business. "Good morning everybody! Silakkan kalian kumpulkan tugas makalah yang telah saya berikan pada pertemuan sebelumnya. Tugas yang saya berikan via email minggu kemarin karena ketidakhadiran saya." Instruksi lay memerintah mahasiswa & mahasiswinya untuk mengumpulkan tugas yang telah lay berikan ketika ia absen masuk karena acara pernikahan perjodohan yang telah diatur oleh orang tuanya.


"Cassie mampus gue! lo nggak kasih tahu gue kalau hari ini ada tugas mata kuliah pak lay!." ucap Zea panik kepada Cassie sambil memijit dahinya yang sedang tidang sakit.


"Lo sahabat apaansih?. Nggak ada hubungannya kali gue pergi ke California nggak ngajakin lo sama tugas yang dikasih pak lay. Gimana nih gue nggak tahu kalau hari ini ada tugas? gue nggak buat tu tugas cassie!, cass lo ingat nggak punishment yang diberikan sama gue minggu lalu sebelum gue absen masuk di hari besoknya. Gue dikasih punishment buat makalah tentang apa yang telah pak lay jelaskan dihari itu ketika gue ketiduran di kelasnya. Gue nggak kerjain tu punishment kelupaan gue!, semoga saja tu dosen papan triplek winter lupa!" jelas Zea kepada Cassie sambil berdoa agar lay melupakan tugas yang ia berikan kepada Zea minggu lalu.


Pernikahan antara Zea & Lay disembunyikan dari konsumsi publik, hanya keluarga & beberapa kolega business yang dapat dipercaya untuk tetap tutup mulut yang menghadiri acara pernikahan mereka. Termasuk juga para sahabat Zea yang belum mengetahui statusnya sebagai istri dari Layzka Atteza Roberto sekaligus menantu dari Mr & Mrs Roberto. Alasan disembunyikan sementara dari konsumsi publik untuk melindungi Zea dari kejaran para wartawan & paparazi yang telah dipikirkan dan dipertimbangkan oleh para orang tua kedua belah pihak sebelumnya. Sehingga ditakutkan akan mengakibatkan ruang gerak Zea terbatas dan akan menganggu konsentrasi Zea dalam menyelesaikan studi S2 Businessnya.


€€€


~Layzka Atteza Roberto Pov~


Tumben banget Zea nggak pakai drama telat datang ke kampus, bagus deh kalau tu anak berubah. Sekarang jadwalnya gue mengajar di kelas international program studi business di mata kuliah ilmu hukum business. Gue memberikan instruksi kepada mahasiswa & mahasiswi di kelas gue mengajar untuk mengumpulkan tugas makalah yang telah gue berikan di atas meja gue segera. Semua berjalan dengan normal sesuai dengan instruksi yang telah gue berikan.


Ketika gue mengedarkan pandangan gue, tanpa sengaja gue melihat raut muka Zea yang terlihat sedikit panik. Gue nggak terlalu memikirkan kenapa dengan raut muka Zea yang terlihat panik, ketika gue telah selesai mengecek semua tugas yang dikumpulkan mahasiswa untuk melihat siapa saja yang tidak mengumpulkan tugas yang telah gue berikan. Finally, gue menemukan alasan dibaliknya kenapa raut muka Zea yang terlihat sedikit panik. Gue menemukan fakta jika dia tidak mengumpulkan tugas yang gue berikan minggu lalu beserta tugas punishmentnya."


€€€