The Sole Heir

The Sole Heir
Part 15



Hari ini adalah hari bahagianya keluarga Gilbert & Keluarga Roberto atas penaytuan dua keluarga crazy rich di Indonesia. Tapi hal ini berbanding terbalik dengan Lay dan Zea, mereka berdua sama-sama belum ingin menikah dalam waktu dekat, masih ingin membangun perusahaan dan bersenang-senang.


Pernikahan tertutup anak tunggal dari pewaris perusahaan terkemuka ini akan digelar sore hari sekitar pukul 16.00 Wib s/d selesai di kediaman mansion keluarga Gilbert. Hanya keluarga inti beserta beberapa rekan kerja yang bisa dipercaya untuk tutup mulut yang diundang menghadiri pesta.


"Ma tolong pertimbangkan lagi keputusan mama dan papa atas penikahan yang tidak Zea inginkan ini." ucap Zea memohon kepada Mrs Elizabeth dengan muka yang berkaca-kaca.


"Maaf, dengan besar hati kamu harus melakukannya, keputusan mama dan papa tidak akan berubah. Ayolah jangan terlihat sangat menyedihkan ini hari bahagia kamu, nikmatin saja prosesnya. Suatu saat kamu pasti akan berterimakasih pada papa dan mama karena telah memilihkan jodoh terbaik untuk kamu." Jawab Mrs Elizabeth dengan santai.


"Gimana ya kalau gue kabur aja, sepertinya memohon ke mama percuma. Hmm tapi kalau gue kabur percuma juga, mama dan papa  pasti nggak akan tinggal diam. Mereka pasti akan menemukan gue dengan mudah, relasi papa mama kan cukup luas juga. Papa pasti akan kasih hukuman yang sangat menyeramkan ke gue karena sudah mempermalukan mereka. Gue nggak punya pilihan lain lagi selain mengikuti keinginan mereka, akan percuma juga kalau memberontak." ucap Zea frustrasi kepada dirinya sendiri sambil memperhatikan penampilannya di depan cermin kamar.


"Ma, Zea berhak tahu dengan siapa Zea menikah hari ini?" tanya Zea penasaran kepada mamanya.


"Kamu sudah mengenalnya dan kamu pasti tahu dengan keluarga Gilbert?" jawab Mrs Elizabeth dengan tersenyum bahagia.


"Ma, ayolah kasih tahu Zea lebih detail dong, klue mama masih terlalu umum.Keluarga yang benama Gilbert mah banyak kali ma, temen Zea aja ada kok memakai nama Gilbert." tanya Zea yang sudah mulai kesal karena pertanyaan yang diberikan kepada sang mama dijawab secara garis besarnya saja tidak spesifik.


"Kamu akan mengetahuinya sebentar lagi Zee, ketika calon suami kamu mengucapkan ijab kabul nanti. Kamu akan mengetahuinya sendiri saat kamu turun ke bawah untuk melihat & menemuinya langsung Zea." balas Mrs Elizabeth kepada putrinya.


$$$$$


"Lay, are you ready for your wedding my son?" tanya Mrs Aurora kepada putra tunggalnya itu dengan wajah yang berseri bahagia.


"I always ready for everything mom" jawab Lay kepada mamanya dengan raut wajah yang datar.


"Lay ayo kemari ikut papa, acaranya akan segera dimulai. Kamu tahu pasti harus bersikap bagaimana?, bersikaplah dengan baik seolah kamu benar-benar menginginkan pernikahan ini dihadapan semua orang. Papa ingatkan sekali lagi jangan lakukan kesalahan sekecil apapun." Ancam Mr Mahendra Roberto kepada putranya, sambil merangkul bahu sang putra agar para tamu undangan tidak menaruh rasa curiga.


~Lay Pov~


Gue perhatikan yang paling excited dengan pernikahan ini nyokap & bokap, gue saja sampai sekarang belum tahu dengan siapa gue menikah, informasi yang hanya gue tahu itu sebatas kalau gue bakalan dijodohkan dengan anak perempuannya Om Gilbert.


Tapi gue sampai sekarang belum mengetahui dengan pasti siapa anak Om Gilbert, gue juga belum sempat mencari informasi apapun mengenai putrinya Om Gilbert, belakangan ini gue terlalu sibuk banget sama pekerjaan yang lagi menumpuk di kantor ditambah tugas tambahan papa ngajar dikampus.


Sebenarnya setelah gue menyelesaikan studi gue di luar negeri, gue sudah berencana untuk mencoba menetap di luar dan membangun perusahaan disana. Tapi semua impian gue harus segera dipendam, papa dan mama selalu saja meneror setiap harinya meminta gue segera pulang ke Indonesia setelah lulus kuliah. Kalau aja gue tahu dengan kepulangan gue di Indonesia untuk dipaksa menikah dengan orang yang bahkan belum gua kenal sama sekali. Maka sudah dipastikan kalau gue nggak akan pernah mau pulang ke Indonesia dan melanjutkan studi S3 di Luar Negeri.


Gue sudah merasa sedikit curiga sama nyokap dan bokap sejak mama meminta gue pulang ke Indonesia lebih awal dari jadwal. Sepertinya mereka telah merencanakan dengan matang pernikahan ini tanpa gue tahu dan sekarang bodohnya gue malah terperangkap di dalamnya, sulit untuk keluar dari perangkap yang telah dibuat oleh mereka." Lay sibuk memikirkan pernikahan kilatnya dengan orang yang tidak dikenal sambil sesekali meneguk minuman kaleng yang berada di genggamannya.


€€€


"Saya nikahkan engkau, Layzka Atteza Roberto bin Mahendra Roberto, dengan anak kandung saya Zea Laurenz Gilbert binti Antonio Gilbert, dengan mas kawin perhiasan diamond 78 karat seberat 120 gram & saham Attezas' Company sebesar 15% dibayar tunai." ucap Mrs Antonio Gilbert sebagai wali nikah putri tunggalnya.


"Saya terima nikahnya Zea Laurenz Gilbert binti Antonio Gilbert dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap lay dengan satu tarikan napas.


"Bagaimana para saksi?" tanya bapak penghulu kepada para saksi. "sah-sah" jawab para saksi satu suara sambil mengangguk-agukkan kepala.


"Alhamdulillah, selamat ya nak Lay. Papa titip putri kesayangan papa ya, sama kamu. Tolong dijagain" ucap Mr Gilbert dengan tulus.


" Ii..i..ya Om eh pa-pa maksudnya" jawab Lay dengan binggung sendiri menentukan nama panggilan yang cocok untuk Mr Gilbert yang sekarang telah menjadi ayah mertuanya itu, akhirnya lay memutuskan memanggil mertuanya dengan embel-embel papa.


"Good Job my son, terus bersikaplah dengan baik paling tidak sampai dengan acara ini selesai." ucap Mr Roberto kepada putra tunggalnya.


"Tentu pa, Lay akan bersikap dengan baik seperti yang papa dan mama inginkan. Oh ya pa, kenapa papa dan mama menjadikan saham Attezas' Company sebagai mahar pernikahan tanpa berdiskusi dulu bersama Lay. Papa & Mama tahu kalau lay paling tidak suka urusan pribadi dicampur adukkan dengan urusan pekerjaan, Lay tunggu penjelasan papa & mama besok malam di mansion kita" jawab lay kepada Mr Roberto sambil berbisik ditelinga papanya yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua saja.


€€€