The Sole Heir

The Sole Heir
Part 31



"Zee lo hutang penjelasan sama kita semua" ujar Ollive meminta penjelasan kepada Zea.


"Kalian semua kok masih stay disini sama gue, lo semua nggak marah sama gue terus tinggalin gue sendiri seperti di cerita-cerita romance yang pernah gue baca di wattpad kalau seseorang yang menyembunyikan sesuatu hal yang penting dari para sahabatnya pasti akan dikucilkan & dimusuhin. Gue serius nih guys, Lo semua nggak kecewa sama gue?." tanya Zea kepada para sahabatnya dengan raut muka bersalahnya.


"Kletak,..Cassie menjitak kepala Zea pelan, Lo apaansih Zea. Kita semua sudah kenal lo dari orok kali, pasti lo punya alasan tersendiri lah kenapa sampai lo sembunyiin hal itu dari kita semua" ujar Cassie menghibur sahabatnya.


"Sekarang lo cerita sama kita Zee kronologi dari kejadian yang barusan terjadi, kita nggak akan potong cerita lo. Kita semua akan menjadi pendengar yang baik sampai lo selesai cerita." ucap Belinda meminta penjelasan dari Zea sambil meminum Lemon teanya sesekali.


"Gue akan cerita semuanya sama kalian, mulai dari alasan kenapa bodyguardnya lay menyapa gue dengan embel-embel nyonya Zea karena sebenarnya gue & lay sudah married kurang lebih 2 minggu yang lalu di mansion keluarga Gilbert. Kita dijodohin oleh bokap & nyokap kita masing-masing. Acaranya digelar tertutup & disembunyikan dari publik, dengan alibi untuk melindungi gue dari kejaran para media & paparazi. Bokap & nyokap gue takut jika hal ini akan menganggu Studi S2 gue kalau pernikahan gue menjadi konsumsi publik, gue akan menjadi sorotan media baik media domestik maupun media mancanegara. Lo semua ingatkan pada saat gue absen dari kampus dengan alasan gue pergi berlibur ke California sendirian. Itu hanya alibi gue menutupi hari pernikahan gue sama Lay dari kalian, gue juga awalnya nggak tahu gue dijodohin sama siapa yang gue tahu bokap & nyokap ngejodohin gue dengan anak rekan businessnya, mereka nggak kasih tahu gue detail dengan siapa gue dijodohin. Gue aja kaget banget ketika acara ijab kabul selesai gue diarahin turun menuju ke lantai dasar mansion dari dalam kamar gue untuk menemui suami gue sekaligus proses penyelesaian tahap administrasi berkas. Alasannya kenapa gue sembunyiin dari kalian karena gue takut ntar kalian sungkan berteman sama gue. Ntar kalian nggak enakan sama gue karena status gue sabagai istrinya dosen favorite lo semua di kampus tapi nggak untuk gue." Jelas Zea menceritakan kronologis pernikahannya dengan Lay kepada sahabat-sahabatnya.


"Pantes aja Zee, pada saat gue, Cassie, & Ollive berkunjung ke mansion lo. Lo nya selalu nggak ada di mansion. Pak choi bilang lo lagi di kantor om Gilbert, kita semua mah percaya aja dengan apa yang dikatakan pak choi." balas Belinda menanggapi penjelasan yang disampaikan Zea sambil memakan camilannya.


"Lo sekarang tinggal dimana Zee?" tanya Ollive kepada Zea dengan antusias.


"Gue tinggal di apartemennya Lay liv" jawab Zea dengan mood yang telah membaik. "Gue, Belinda & Ollive sudah pada kenyang nih Zee, kita balik ke Resort ya Zee. Lo selesaikan dulu urusan rumah tangga lo sama pak lay, ntar kalau lo udah kelar dengan urusan lo. Lo boleh deh balik ke Resort kumpul bareng sama kita-kita. Inggat Zea Laurenz Gilbert dengan catatan telah menyelesaikan urusan lo!, Lo tenang aja kita semua memaklumi kenapa lo sembunyiin dari kita semua, lain kali jangan ada rahasia-rahasia diantara kita, okay." pamit Cassie meninggalkan Zea sendiri di Thamrin Restaurant yang diikuti oleh Belinda & Ollive.


"Thanks ya guys, lo semua udah ngertiin posisi gue. Gue janji nggak akan merahasiakan sesuatu hal lagi sama kalian" balas Zea meminta maaf dengan tulus kepada sahabatnya sambil menghantarkan Belinda, Olive, & Cassie sampai kedepan pintu keluar Thamrind Restaurant.


Setelah menghantarkan sahabatnya sampai dengan kedepan pintu keluar Thamrind Restaurant, Zea balik lagi masuk kedalam Restaurant untuk menemui Lay yang belum selesai memakan makan siangnya.


"Lay, ada sesuatu hal yang ingin gue tanyaiin sama lo?" ucap Zea sambil menarik bangku yang berada dihadapan Lay.


"Yaudah Zea Laurenz Gilbert tanya aja apa yang ingin lo tanyakan ke gue, to the point aja?" jawab Lay sambil meminta para bodyguardnya meningalkannya berdua dengan Zea karena Lay tidak suka jika masalah pribadinya diketahui oleh orang lain.


"Lo dalam rangka apa di Bali?" tanya Zea penasaran sambil meminum Lemon Juice milik Lay.


" Lo asal comot aja, itu minuman gue yang lo minum. Pesen lagi aja sana, gue masih mampu bayar juice doang!" balas Lay dengan sombong sambil mengambil alih juicenya yang telah diminum Zea.


"Yaelah lo pelit banget gue kan haus bagi dikit doang kali minuman lo. Back to topic, lo belum menjawab pertanyaan gue." ucap Zea menunggu jawaban Lay dengan penasaran.


"Gue ke Bali dalam rangka perjalanan business untuk mentandatangani kontrak kerja sama dengan CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Sekaligus menghadiri wedding anniversarynya Mr & Mrs Rawlinson, partner business Robertos' Company & juga sahabat lama papa & mama." jawab lay atas pertanyaan yang Zea berikan kepadanya.


"Percaya diri banget lo, ngarepin gue jemput nih ceritanya. Bukan gue yang panik nyariin lo tapi bokap & nyokap gue panik gegara lo di telpon berulang kali tapi nggak di jawab. Nih smartphone lo ketinggalan di apartemen, kurang baik apa gue sama lo." balas Lay mengomel pada Zea sambil memberikan smartphone Zea yang berada di saku jasnya.


"Iya gue tahu kalau gue yang salah dengan kecerobohan yang telah gue lakukan, ntar gue telpon balik mami & papi untuk mengkonfirmasi kalau gue baik-baik aja." ucap Zea meminta maaf dengan tulus kepada Lay.


"Lo ntar kalau telpon bokap & nyokap jangan bilang kalau lo sedang pergi berlibur ke Bali dengan para sahabat lo tanpa gue. Kalau nyokap tanya bilang aja lo sama gue lagi pergi ke Bali dalam rangka perjalanan Business." lay memberikan instruksi kepada Zea untuk melakukan apa yang dikatakannya.


"Emangnya kenapa kalau gue bilang gue sedang berlibur di Bali bersama para sahabat gue tanpa lo?" tanya Zea penasaran dengan perkataan lay sebelumnya.


"Yaudah lo tinggal bilang yang sebenarnya aja kalau lo sendiri yang mau ribet dengan apa yang akan dilakukan nyokap ke kita! Ntar nyokap mikirnya yang aneh-aneh antara gue sama lo, dikiranya nanti kita sedang dalam masalah. Lo tahu benar dengan apa yang gue katakan!" jelas lay berbicara kepada Zea dengan nada suara yang terdengar serius.


"Btw Lay, gue mau balik ke Resort udah sore banget nih. Lo gimana langsung balik ke Jakarta atau masih ada urusan kerjaan di Bali?" tanya Zea pada Lay sambil bersiap untuk balik ke Resort.


"Zea Laurenz Gilbert yang kasih lo izin balik ke Resort siapa?, duduk lagi nggak lo!" ujar lay dengan tenang sambil menyenderkan tubuhnya di sofa Thamrin's Restaurant.


"Maksud perkataan lo lay?" tanya Zea binggung dengan apa maksud dari perkataan lay sebelumnya sambil kembali duduk dari berdiri.


"Gue kan sudah bilang diawal tadi kalau tujuan gue ke Bali selain Perjalanan Business mentandatangani kontrak kerjasama tapi sekaligus juga menghadiri wedding anniversarynya Mr & Mrs Rawlinson atas perintah bokap. Lo & Gue diminta bokap menghadiri wedding anniversarynya Mr & Mrs Rawlinson, kalau lo mau protes silakkan saja ke bokap bukan ke gue!" jelas lay dengan sabar menjelaskan kepada Zea.


"Kok lo kasih tahu ke gue dadakan? gue kan nggak bawa baju pesta, kapan acara anniversarynya Mr & Mrs Rawlinson?." tanya Zea kepada lay dengan memasang raut muka cemberutnya yang membuat siapa saja melihatnya gemas sendiri.


"Ntar malam jam 9 wib, lo tenang aja ntar orang-orang gue yang akan mempersiapkan kebutuhan lo pergi ke Pesta. Setelah dari pesta kita harus segera kembali ke Jakarta, ada sesuatu hal penting yang ingin gue bahas ke lo secara pribadi!" jawab Lay atas pertanyaan yang ada dipikiran Zea sambil menelpon orang kepercayaannya untuk menyiapkan kebutuhan Zea dan dirinya pergi ke pesta nanti malam.


"Terus barang-barang gue & sahabat gue di Resort gimana dong ntar mereka khawatirin gue?" Ucap Zea mengajukan pertanyaan kepada lay.


"Lo dari tadi nanya mulu, udah gue bilang lo tenang aja semuanya sudah gue atur dengan baik. Everything will be alright Zea Laurenz Gilbert believe me!" Jawab Lay sambil menarik napasnya kasar.


€€€