The Sole Heir

The Sole Heir
Part 34



"Lo kenapa nanggis? Lo tenang aja gue udah maafin lo kok, tapi jangan sering-sering diulangin lagi kesalahan lo yang barusan aja secara langsung lo akuin. Gue juga minta maaf kalau suka ngomelin lo & kasih lo punishment di kampus, gue harus inggetin lo lagi Zea. Please gue mohon sama lo, Lo harus bisa membedakan antara urusan pribadi lo dengan urusan profesionalitas dalam bekerja. Didalam urusan pekerjaan tidak ada yang namanya keluarga ataupun status sosial dalam keluarga, semuanya sama walaupun lo yang notabennya istri gue. Pada saat di kampus ataupun di kantor status lo tetaplah mahasiswa & rekan kerja gue & gue akan memperlakukan lo sama seperti yang lainnya.” Ucap Lay memberikan nasihat kepada Zea sambil mengelus-ngelus pundak Zea


"Iya gue tahu, gue janji nggak akan mengulangi kesalahan gue lagi. Mulai sekarang gue mau belajar menerima destiny gue yang telah Tuhan kasih ke gue, termasuk belajar menjadi istri yang baik buat lo.” Dengan sesegukkan menjawab ucapan lay yang masih memeluk lay dengan erat.


"Yaudah jangan nangis lagi dong, sedih gue liat lo nangis kayak gini. Gue binggung deh sama perubahan sikap lo, beberapa menit yang lalu lo ngomel-ngomel sama gue tapi kenapa sekarang lo jadi tokoh melankolis gini?" tanya Lay kepada Zea sambil menghapus airmata Zea menggunakan telapak tangannya.


"Honestly, ucapan gue yang pertama tadi pada saat gue ngomel-ngomel ke lo kalau gue bisa keluyuran kemana aja kalau lo nggak ada itu semuanya omong kosong yang gue buat untuk menutupi rasa keterkejutan & menjaga harga diri gue di depan lo. Itu semua nggak benar, kebohongan yang gue buat untuk mempertahankan gengsi gue. Gue dari tadi sudah menahan airmata gue agar tidak menetes but you can see now, gue nggak bisa menyembunyikan apa yang gue rasakan di hadapan lo!” Jelas Zea menyampaikan apa yang ia rasakan sekarang yang masih berada di dekapan lay dengan airmata yang masih bercucuran menetes.


"Gue sudah tahu! keliatan banget dari mata lo yang udah mulai berkaca-kaca pada saat gue kasih tahu lo kalau gue akan pindah sementara untuk 2-3 bulan ke California, gue pura-pura nggak tahu aja sampai menunggu momen dimana keluar dari mulut lo sendiri kalau lo sedih gue tinggalin ke California. Gue curiga nih, kalau lo sudah mulai menaruh hati ke gue? Ucap lay menggoda Zea"


"Apaan sih lo percaya diri banget! Gue suka sama lo, ya enggaklah!,” ucap Zea sambil melepas pelukannya pada lay dan menghapus airmatanya dengan hidung yang masih memerah karena habis menangis sesegukkan di pundak lay 


"Serius nih lo nggak suka sama gue?, yaudah kalau lo nggak suka sama gue. Masih banyak cewek-cewek diluar sana yang mengantri menjadi kekasih gue & juga mengagumi ketampanan gue. Gue mau cari cewek-cewek cantik  aja kalau gitu di California.” goda lay kepada Zea dengan nada suara yang sengaja dibuat-buat serius.


"Yaudah silakkan aja lo coba!, gue mau telepon mami & mama aja. Gue mau kasih tahu para nyokap kalau lo punya niatan mau cari cewek yang punya body goals di California & yang lebih parahnya lagi lo secara terang-terangan menyampaikan langsung ke gue. Gue mau balik ke kamar aja deh, gue mau ambil smartphone gue!" ucap Zea kepada lay sambil memutar balikkan tubuhnya menuju kamar yang berada di dalam pesawat pribadi milik lay.Belum sempat Zea melangkahkan kakinya, tiba-tiba lay menarik tangan  Zea & memeluk Zea dari belakang.


"Lo apa-apan sih kok lo baper banget! Gue hanya bercanda doang Mrs Atteza. Mana berani gue cari cewek lain di luar sana yang ada habis gue disiksa nyokap & bokap. Lo nggak asik ambekkan plus tukang ngadu sama para nyokap, yang ada ntar tambah ribet kalau lo beneran kasih tahu para nyokap."


"Lo sih nyebelin banget, kesel gue sama lo, lo kenapa peluk-peluk gue. Modus ya lo! mengambil kesempatan pada kesempitan, sambil menyungingkan senyuman dibibirnya dengan pipi yang merona"


"It's not problem,.. you're my wife now. So, kalaupun gue menggambil kesempatan dari lo nggak ada salahnya bukan karena lo istri gue. Gue mau jujur sama lo, kalau gue sudah mulai mau untuk membuka hati gue buat lo. Lo maukan melakukan hal yang sama dengan yang gue lakukan?. Sambil menikmati suasana yang ada sekarang di living room."


"Gue nggak salah dengarkan kalau lo barusan aja mengungkapkan perasaan lo?"


"Menurut lo? mulai deh nyebelinnya, merusak suasana aja lo kesel gue."


"Apaansih ambekkan banget lo? Yang beberapa menit tadi bilang kalau gue ambekkan siapa ya?, mendadak lupa gue?"


"Dari dulu kali gue ambekkan lo nya aja yang baru tahu, tanya aja sama nyokap kalau lo nggak percaya. Back to the topic again!, jawab pertanyaan gue."


"Iya,.. gue mau belajar membuka hati gue buat lo. Tapi sebelumnya lo harus janji sama gue kalau lo nggak akan membuat gue kecewa suatu saat nanti."


"Iya gue janji, lo bisa pegang ucapan gue saat ini. Lagian juga mana berani gue buat lo kecewa, you know para nyokap & bokap kita kan."


"Gue nggak bisa janji, tapi akan gue usahaiin dateng ke acara gradulates lo, besok gue akan kosongin schedule gue di kantor, khusus buat quality time sama lo. Lo siapin aja perlengkapan yang akan lo bawa ke labuan bajo, kita akan berlibur satu hari penuh ke labuan bajo menggunakan pesawat pribadi Attezas' group. Lusa pagi gue sudah harus pergi ke California. Lo ntar kalau sudah sampai di apartemen jangan lupa kabarin gue & sekalian langsung dikunci aja pintu apartemennya. Gue nggak balik malem hari ini ada suatu hal penting di kantor yang harus gue handle langsung." 


"Okay, Pak Choi sudah lo kabarin belum buat jemput gue di airport? Smartphone gue low battery kelupaan gue menchargernya."


"Sudah gue hubungi pak choinya buat jemput lo di airport, dia sudah sampai di loby airport. Nih pakai kacamata ini, ntar difoto paparazi lagi lo. Bisa-bisa ntar malam langsung keluar berita yang merugikan lo, mata lo sembep banget ntar dikira orang lo habis putus asmara dengan kekasihnya lagi wkwkw"


"Apaan sih lo? ngeledekin gue nih ceritanya lo garing banget. But, thanks ya kacamatanya. Lay gue baliknya ke mansion gilbert ya?, ntar shubuh gue baru balik ke apartemen. Gue kangen sama nyokap & bokap sekalian ada yang mau gue ambil di mansion, gue janji sebelum jam 7 sudah stay di apartemen."


"Lo apaan sih zee, lo kan masih punya banyak waktu sama nyokap & bokap lo. Lusa gue udah harus pergi, lo kalau mau ke mansion silakkan aja tapi nggak dengan planning lo yang mau nginep di mansion. Yaudah hati-hati lo di jalan! Gue langsung on the way ke kantor.” Ucap lay menyampaikan ketidaksetujuannya dengan ide cemerlang Zea yang entah darimana ia dapatkan itu.


"Pak coi, kita langsung ke apartemen aja. Zee nggak jadi deh ke mansion, Zee lelah banget dari pagi sampai dengan sekarang kelayapan mulu belom istirahat. Zee mau minta tolong sama bapak ntar shubuh tolong bapak anterin koper Zee yang ada di kamar Zee di mansion, ntar kalau bapak binggung yang mana. Bapak tanya aja ke mama, Zee sudah kasih tau mama minta tolong packingin barang-barang Zee."


"Non Zea mau kemana? baru aja non pulang dari Bali. Mohon maaf nih ya non bukannya bapak mau mencampuri urusan non, tapi bapak binggung aja tiba-tiba tuan Lay minta tolong bapak untuk jemput non di bandara. Padaha kan seingget bapak non harusnya pulang ke jakarta kan lusa."


"Zee mau pergi lagi pak besok sama Lay, kita pergi sehari doang kok pulang pergi nggak nginep. Iya  Zee pulangnya lebih awal ada urusan pekerjaan soalnya. Jawab Zea sedikit berbohong kepada pak Choi supir pribadinya."


"Oh walah, bapak kira ada apaan? ntar besok shubuh bapak anter koper non ke apartemen" 


"Thanks ya pak, bapak mau masuk dulu nggak ke dalem?"


"Nggak non, bapak langsung pulang aja. Non juga pasti lelah, ntar besok pagi bapak sudah harus kesini nganterin koper non. Takutnya nanti bapak kesiangan non besok."


"Oh yaudah kalau gitu, Zee masuk dulu ya pak,makasih pak choi"


"Lay gue nggak jadi ke mansion, gue langsung balik ke apartemen. Nggak kuat gue, lelah banget dari pagi sampai sekarang pukul 9 malam masih kelayapan diluar. Gue baru aja sampai di apartemen, ntar kalau lo udah kelar sama kerjaan lo & otw mau balik ke apartemen lo langsung masuk aja. Gue sudah dalam posisi nyaman di pulau kasur kamar gue, mata gue sudah 15 watt. Good night!, gue udah kasih kabar ke lo kan, jangan ganggu tidur gue. Gue sudah selesai packing, mama yang packing barang gue, ntar subuh pak choi yang anter barang-barang gue."


"Okay, Lo istirahat aja ntar besok pagi lo harus bangun pagi nggak ada reason telat. 4 jam lagi gue usahaiin balik ke apartemen"


€€€