
"Zee lo baik-baik aja kan, lo nggak dihukum lagi kan sama pak lay?" tanya Cassie menginterogasi Zea.
"Hahaha cassie terharu gue, lo perduli banget sama gue. Lo tenang aja Cassie semua aman terkendali ditangan Zea. Gue nggak diapa-apain kok, gue hanya dikasih perpanjangan deadline mengumpulkan tugas gue yang belum gue buat sampai dengan nanti malam deadlinenya." jawab Zea sedikit berbohong kepada Cassie dengan berbicara meyakinkan agar cassie tidak curiga.
"Baguslah kalau begitu, gue khawatir kalau lo diapa-apain sama pak lay." ucap Cassie sambil bernapas lega
"Iya gue baik-baik aja kok. Btw, lo udah selesai dengan soal kasus lo cass? Lo gercep banget kalau buat tugas, salut gue sama lo."balas Zea sambil melihat kertas kerja Cassie yang telah selesai.
"Zea,.. Lo akhir-akhir ini sibuk banget ya? Lo sekarang jarang banget bisa kumpul sama kita. Gimana kalau lusa kita kosongin jadwal dan ambil cuti buat liburan domestik aja di Bali. Lonya bisa nggak?, gue, belinda & olive udah pada oke semua tinggal nunggu konfirmasi lo aja kita." ujar Cassie mewakili Olive & Belinda untuk menyampaikan keluh kesah mereka kepada Zea.
"Iya gue sibuk banget akhir-akhir ini maafin gue ya gengs, ttar gue lihat schedule dulu, gue usahain buat ikut. Nanti malam gue kabarin keputusan gue ke lo semua di grub" jawab Zea memberikan respon kepada Cassie sambil memberikan senyuman terbaiknya.
"Btw ponsel gue dimana ya?, astaga baru inget ponsel gue kan ada di lay. Ntar ajalah gue ambil ponsel gue, tapi gimana gue bisa pulang. Bisa-bisanya gue kasih ponsel gue ke dia. Itukan privasi gue, semoga aja dia nggak kepo." kata Zea setelah mengingat jika terakhir kali ia memegang smartphonenya pada saat ia menelpon mama mertuanya.
Setelah keluar sebentar dari kelas untuk mencari udara segar di sekitar taman Robertos' University untuk memperbaiki suasana hatinya yang sempat tidak baik akibat ulah Zea yang diluar nalarnya. Lay kembali masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan tanggungjawabnya sebagai dosen.
"Apakah tugas yang saya berikan telah selesai?, Jika tugas yang saya berikan kepada kalian telah selesai tolong di kumpulkan dan berikan kepada Zea. Kamu Zea tolong letakan tugas itu diruangan saya. Saya rasa cukup sampai disini pertemuan kita untuk hari ini. Apa ada yang ingin ditanyakan kepada saya mengenai topik pembelajaran kali ini?" tanya lay kepada semua mahasiswa di kelas & menginstruksikan untuk mengumpulkan tugas kepada Zea.
Lay sengaja meminta Zea meletakan tugas yang diberikannya di ruang pribadinya. Ada sesuatu hal yang ingin disampaikan lay secara pribadi kepada Zea.
"Kenapa harus saya pak yang harus mengumpulkan tugasnya diruangan bapak?" Tanya Zea sambil mengangkat tanggannya kepada lay.
"Kamu lupa dengan hukuman yang saya berikan nona Zea." ucap lay dengan tampang coolnya.
"Cassie.., setelah dari ruangan pak lay nganterin nih berkas, gue langsung balik ke mansion. Gue ada janji sama nyokap gue. Lo duluan aja baliknya, gue dijemput sama pak choi, ntar malam gue kabarin secepatnya tentang keputusan gue ikut atau nggaknya liburan di Bali sama kalian." ucap Zea kepada Cassie dengan sangat meyakinkan agar Cassie tidak curiga.
€€€
"Permisi pak, ini tugas yang bapak minta saya antarkan ke ruang bapak" ucap Zea dengan bahasa formal.
"Letakan saja di atas meja saya." balas lay yang sedang duduk disofa ruang pribadinya sambil memijit dahinya yang sedang pusing.
"Tugas saya sudah selesai pak, saya permisi keluar pamit pulang." pamit Zea masih dengan gaya bicara yang formal.
"Lo tunggu gue dimobil, kita pulang bareng. Ada hal yang penting yang perlu gue bicarakan sama lo. Nih ponsel lo sama kunci mobil gue. Lo yang nyetir kepala gue pusing, duluan aja ke mobil ntar gue nyusul biar nggak ada yang curiga kalau gue balik bareng lo." ucap lay kepada Zea dengan raut muka yang terlihat lelah.
Zea tahu betul jika lay telah berbicara lo-gue itu artinya dia sedang tidak membahas mengenai pekerjaan melainkan sedang membahas mengenai urusan pribadinya.
€€€