The Sole Heir

The Sole Heir
Part 37



Tanpa Zea sadari munculah kehadiran sosok yang dirindukannya 2 bulan belakangan ini yakni sang suaminya Layzka Atteza Roberto tampil dengan pakaian yang casual dengan setelan jas bewarna biru navy membuat tingkat ketampanan parasnya semakin tampan, putra tunggal pemaris Roberto Company ini berdiri di ambang pintu dengan membawa bucket bunga mawar putih di tangannya.


Tiba-tiba saja semua mahasiswa berteriak histeris ketika melihat mantan dosen terpopuler di Robertos' Company yang berada dekat dengan mereka.


"Kenapa sih anak-anak pada heboh semua?" tanya Zea kesal kepada orang-orang yang berada didekatnya


Orang-orang yang berada di dekat Zea tidak ada satupun yang merespon pertanyaan yang Zea layangkan, mereka hanya memberikan senyuman versi terbaik masing-masing, Akhirnya Mrs Roberto membuka suaranya dengan memberikan Zea instruksi untuk berbalik arah.


"Zee coba kamu lihat kebelakang kamu nak" instruksi Mrs Roberto kepada menantunya.


Tanpa berpikir panjang Zea membalikkan tubuhnya untuk mengikuti instruksi sang mama mertua, pertanyaan yang ada dibenaknya tadi telah terjawab sudah ketika melihat orang yang spesial untuknya saat ini yang sedang berjalan menuju posisi Zea berdiri adalah suami yang dirindukannya belakangan ini yang tidak ia hubungi karena sibuk dengan rutinitasnya dan juga karena perbedaan waktu yang sangat signifikan antara Indonesia dengan California.


"Oh my God, do you kidding?" tanya Zea bengong kepada dirinya sendiri dengan perasaan yang bercampur aduk antara sedih, bahagia, rindu, & terkejut.


"Hi Zee, congratulation ya atas kelulusan kamu, I miss you so much Zee. Mau kado apa, apapun yang kamu mau akan aku usahain?" kata Lay memberikan ucapan selamat kapada istrinya sambil memberikan bucket bunga mawar putih yang dibawanya yang telah dipersiapkan secara special untuk sang istri.


"Huwaa thank you so much, aku nggak mau kado apapun. Dengan adanya kamu di hari spesial ini, itu sudah lebih dari cukup." jawab Zea menagis bahagia sambil berhamburan memeluk Lay untuk menyalurkan rasa rindunya selama 2 bulan belakangan ini.


"Kok kamu balik ke Indonesia nggak ngabarin aku? Kapan kamu sampai di Indonesia?" tanya Zea yang masih memeluk Lay dengan erat


"Aku sampai di Indonesia tadi malam Zee" jawab lay dengan hangat kepada istrinya yang ntah kenapa menjadi manja seperti sekarang


"Kok kamu nggak langsung samperin aku di mansion?" tanya Zea kesal sambil melonggarkan pelukannya dari lay dengan mengerucutkan bibirnya secara spontan ia lakukan yang akan membuat siapa saja gemas melihat ekspresi Zea sekarang tak terkecuali lay.


"Aku kan mau kasih kamu surprise, ngga surprise dong kalau aku samperin kamu di mansion" kata lay sambil mengusap-ngusap rambut Zea penuh dengan kasih sayang.


"Hmmm, serasa dunia milik berdua. Keberadaan kita semua dilupakan" sindir Ollive yang kepanasan melihat pasangan yang dimabuk asmara itu


Semua orang telah membubarkan diri masing-masing, acara kelulusan Zea telah berakhir setelah ditutupnya dengan pembacaan doa bersama. Termasuk Zea dan Lay mereka pulang bersama menuju apartemen lay yang sudah 2 bulan ini kosong menggunakan mobil lay.


Selama diperjalanan pulang zea bersikap sangat manja ke lay berbanding terbalik dengan sifat Zea yang pertama kali saat Lay bertemu dengannya.


"Lay i miss you so much, don't leave me alone again please!" mohon Zea kepada lay dengan tatapan mata memohon


"Of course, I won't leave you again. Don't look at me with those eye contact, please..." jawab lay tulus sambil mengusap-ngusap rambut Zea sembarangan karena gemas dengan tingkah anehnya yang tiba-tiba saja menjadi gadis yang sangat manja.


"Do you want to promise to me?" tanya Zea sambil menunjukkan jari kelingkingnya kepada lay sebagai tanda persetujuan Lay mau menyetujuinya.


"Yes I do, I promise to you to never leave you alone." jawab Lay yang masih fokus dengan kemudinya sambil mengaikatkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Zea sebagai simbol persetujuan atas janji yang diucapkannya.


"Mrs Atteza will you be mine forever until God separates us?" tanya lay sunguh-sunguh sambil menepikan mobilnya sejenak


"Yes I will, i want to be your mine. I really love you lay." jawab Zea dengan malu-malu yang diperparah dengan mukanya yang tiba-tiba saja memerah padam.


"Hahahha muka kamu merah banget Zee, bercanda tapi beneran deh muka kamu kalau lagi malu gitu lucu banget." gurau lay yang masih tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi muka istrinya yang sangat mengemaskan itu.


"Apaan sih....! siapa juga yang malu, biasa aja tuh, Lo nyebelin banget sih!"


"Kok baper beneran sih, aku kan hanya bercanda. Love you more Mrs Atteza" ucap lay tulus sambil mengecup kening Zea dengan halus


Lay dan Zea saling berpelukan erat antara satu sama lain setelah mengetahui perasaan mereka masing-masing. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama dengan sangat harmonis dan romantis, memanfaatkan waktu yang ada untuk dihabiskan berdua walaupun jadwal pekerjaan mereka berdua sangat padat tetapi mereka bisa meluangkan waktu masing- masing untuk quality time bersama.


€€€€