
"Iya gue ngerti, gue nggak akan mendebat apa yang akan lo bicarakan ke gue untuk kali ini. Lo buat gue penasaran aja, hal apa yang ingin lo diskusikan sama gue?." Sambil memasang muka yang terlihat sangat penasaran dengan topik pembicaraan apa yang akan lay bahas dengannya."
"Mulai lusa gue akan pindah sementara ke California, cabang perusahaan gue disana sedang mengalami sedikit masalah. Setidaknya gue harus mengevaluasi & memperbaiki apa saja yang tidak wajar & kekurangan dari kinerja pegawai - pegawai gue disana. Untuk sementara Atteza's company diambil alih dulu sama papa. Sambil melepaskan jas yang dipakainya dan menyampirkannya ke sofa yang berada di living room pesawat"
"Terus kalau lo pindah ke California, gimana dengan pekerjaan lo sebagai penganti dosen mata kuliah hukum business di kampus? tanya Zea dengan mata yang mulai berkaca-kaca berusaha menahan benih-benih air yang akan jatuh ke kelopak mata"
"Mengenai profesi gue sebagai dosen di kampus, bokap telah menemukan orang yang pantas & dapat dipercaya untuk menjalankan tanggung jawab mengajari mahasiswa pascarjana jurusan business international subject ilmu hukum business. Gue hanya diminta bokap menggantikan prof sementara bukan selamanya. Jelas lay sambil menggambil smartphone miliiknya yang sebelumnya diletakkan di meja living room pesawat."
"Oh gitu!,.. Bagus deh kalu lo nggak ngajar lagi di kampus. Btw berapa lama lo di California? dengan nada suara yang dibuat setenang mungkin"
"Kurang lebih itu waktu yang gue butuhin paling lama 2-3 bulan untuk gue mengembangkan & menstabilkan keuangan perusahaan gue di California. Btw lo gradulates dari study pascarjana kapan?"
"Waw,.. Lumayan butuh waktu yang lama ya? Gue gradulates 2 bulan lagi dari sekarang, bulan depan gue sudah akan mulai menyusun disertasi gue. Yaudah kalau lo mau pindah ke California, pindah aja. Lo mau mencari materi financial as always bukan? Materi bagi lo kan segalanya di hidup lo, sok monggo aja gue mah. Dengan begitu kan gue bisa bebas, tanpa aturan-aturan yang lo buat. Gue bisa bebas kapan aja gue mau hangout bareng sahabat-sahabat gue, pulang ke rumah sesuka hati gue. Gue balik ke kamar dulu ya, gue mau istirahat ucap Zea asal kepada lay dengan membohongi dirinya sendiri, sambil berdiri dari posisi duduknya."
"Siapa yang mengizinkan lo meninggalkan living room ini, gue belum selesai berbicara Mrs Atteza! Duduk lagi nggak lo?." ucap Lay yang sedikit emosi & kesal dengan sikap Zea yang mulai kekanak-kanakan.
"Gue belum selesai berbicara tapi lo asal potong aja pembicaraan gue!, gue sudah katakan dari awal bukan? Please jangan mendebat gue, ini waktunya untuk berdiskusi. Waktu untuk kita berdiskusi terbatas, Gue sudah membahas masalah ini sama bokap & nyokap gue maupun bokap & nyokap lo. Mereka sudah setuju dengan keputusan gue yang akan pindah ke California untuk memperbaiki kondisi keuangan cabang perusahaan gue disana, Siapa bilang lo bisa bebas gitu aja dari pengawasan gue." Jelas lay mempertahankan eye contactnya kepada istrinya.
"Oh jadi bokap & nyokap kita sudah mengetahui & juga sudah memberikan izin atas keputusan lo. Terus maksud ucapan lo yang terakhir apaan? Nggak ngerti gue. Tanya Zea sambil kembali duduk di sofa yang bersebrangan dengan posisi lay duduk setelah diminta Lay untuk duduk kembali di Living Room"
"Apaan sih lo lay,.. terlalu berlebihan tahu nggak, sama aja lo ngebatasi kegiatan yang akan gue lakukan. Nggak asik lo sebel gue!"
"Nggak ada bantahan Mrs Atteza!, Lo gradulates 2 bulan lagi bukan? Gue rasa itu bukan waktu yang lama. Setelah lo gradulates lo harus ikut ke California, semua kebutuhan & proses kepergian lo ntar ada sekretaris gue yang akan mengatur proses kepergian lo ke California. Tugas lo simple, lo hanya harus fokus sama study lo di Robertos' University & jangan pernah berpikir kalau lo pasti akan lulus yang hanya karena lo menantu dari pemilik Robertos' Univerisity ataupun putri dari Papi Gilbert, status sosial lo nggak akan berlaku selama lo study di Robertos' University. Perlakuan lo dengan mahasiswa lainnya masih tetap sama, yaitu sama-sama berstatus mahasiswa dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa."
"Iya gue ngerti tanpa lo harus ingatkan gue tentang status gue siapa di kampus, gue nggak akan memanfaatkan status gue untuk kepentingan pribadi gue. Gue akan lulus dengan nilai yang baik tanpa campur tangan dari pihak manapun, gue akan membuktikan ke lo kalau gue bisa lulus tanpa bantuan status sosial gue. Tapi lo harus kasih tahu alasan lo ke gue, kenapa gue harus susul lo ke California?"
"Gue tunggu pembuktian dari kata-kata lo barusan. Lo kenapa selalu buat gue kesel Zea Laurenz Gilbert!, Alasan kenapa lo harus susul gue karena lo istri gue! Walaupun kita menikah dengan dijodohin oleh bokap & nyokap kita & juga kita belum memiliki perasaan apapun antar satu sama lain. Lo & gue harus belajar menerima our destiny, tanpa harus gue jelasin secara detail ke lo tentang tanggung jawab seorang istri terhadap suaminya. Lo pasti tahu dengan pasti, kewajiban dan tanggung jawab apa yang harus dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya."
"Mampus gue, kenapa lagi gue menanyakan pertanyaan terkonyol itu sama lay. Gue kesannya bego banget ya. Setelah mendengarkan jawaban Lay atas pertanyaan gue, respons yang lay berikan membuat gue tersadar apa yang gue lakukan belakangan ini ke suami gue banyak banget kesalahan yang gue lakukan, gue juga nggak melakukan kewajiban gue sebagai seorang istri yang baik. Ucap Zea berbicara kepada dirinya sendiri"
"Iya gue tahu tanggung jawab gue!, Btw gue mau minta maaf sama lo atas perilaku kekanakan gue selama ini, gue sering banget ngedumel kalau lo lagi ngomelin gue habisnya first meeting lo sama gue nggak ngenakin banget. Gue selalu sebel sama lo apalagi kalau lo sering banget kasih gue punishment dikampus. Gue tahu kalau gue kekanak-kanakan, mencampuradukkan urusan pribadi gue dengan urusan profesional pekerjaan". Sambil mengeluarkan airmata yang membasahi wajahnya yang telah ditahan-tahan sebelumnya
"Lo kesambet apaan kok tiba-tiba lo nanggis, gue salah ngomong ya? Sorry kalau dalam perkataan gue ada yang salah ataupun menyinggung perasaan lo. ucap lay iba melihat Zea menanggis sambil berdiri & mendekat menuju ke posisi duduk Zea."
Tangis Zea semakin pecah ketika Lay mendekat ke tempat duduknya, Entahlah dapat dorongan darimana Zea dengan tiba-tiba berdiri dari posisi duduknya dan langsung memeluk lay dengan sangat erat sambil meminta maaf dengan tulus kepada lay tanpa memikirkan harga dirinya lagi di hadapan lay. Zea masih menangis tersedu-sedu di pundak lay, lay yang kaget melihat respon yang diberikan Zea yang tiba-tiba saja memeluknya & menangis tersedu-sedu dipundaknya merasa iba dan berusaha untuk menenangkannya dengan mengusap-usap rambut Zea dengan lembut & membalas pelukan Zea.
€€€