The Sole Heir

The Sole Heir
Part 25



Lay & Zea telah berada di dalam mobil untuk pulang ke apartement mereka. Zea yang mengemudikan mobil & Lay duduk dikursi depan sebelah Zea.


"Lay lo bilang ada hal penting yang mau lo bicarakan sama gue?" Tanya Zea antusias penasaran. Tidak biasanya lay ingin berbicara intens seperti ini.


"Lo pasti masih ingat dengan sikap kekanak-kanakan lo yang baru saja lo lakuin di kampus." Jawab Lay kepada Zea dengan sangat dingin, sangat terlihat jelas dari raut muka lay yang menunjukkan kekesalannya dengan tingkah Zea di kampus.


"Maksud lo lay? gue nggak ngerti, sifat kekanak-kanakan gue kan banyak banget, yang lebih spesifik dong." Tanya Zea tidak mengerti dengan apa yang Lay katakan kepadanya.


"Lo ingatkan ketika gue ngomelin lo sebagai dosen dikelas karena lo nggak ngumpulin tugas yang gue kasih. Dan lo tanpa pikir panjangnya telepon nyokap gue, Lo tau nggak pikiran nyokap tentang kita? nyokap kira kita bertengkar dan ada masalah besar yang sedang terjadi. Nyokap & bokap besok mau nginep di apartemen kita dan minta kita buat kosongin schedule besok buat quality times sama mereka." jelas lay dengan detail kepada Zea.


"Oh My God, Lo serius lay mami sama papi mau nginep di apartemen?" Tanya Zea ulang untuk memastikan apakah yang didengarnya benar atau tidak.


"Berarti gue harus beres-beres barang gue ke kamar lo dong! Gue ngungsi ke kamar lo gitu!. Ogah banget gue harus sekamar sama lo" ucap Zea dengan malas kepada Lay.


"Lo pikir gue mau berbagi kamar gue sama lo, gue juga ogah kali. Salah siapa coba asal telepon nyokap gue. Gue sudah pernah bilang sebelumnya sama lo kalau urusan profesional pekerjaan jangan dicampuradukkan dengan urusan pribadi. Sekarang lo nikmatin aja atas sikap kekanak-kanakan lo." omel lay kepada Zea panjang lebar.


"Iyaa.. Sorry, gue ngaku salah. Gue janji nggak akan mengulanginya lagi." balas Zea dengan tulus kepada lay, sambil curi-curi pandang ke lay yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Bagus deh kalau lo sadar, gue harap ini yang terakhir kalinya lo libatin nyokap atau bokap. Malas banget gue harus ngurusin hal-hal yang nggak penting seperti ini. Btw karena ini kecerobohan yang lo buat & lo yang harus mengungsi ke kamar gue itu artinya lo yang tidur di sofa dan gue tidur dikasur. Ogah gue kalau harus berbagi kasur gue sama lo." omel lay ke Zea dengan nada bicara yang sedikit melunak tapi tetap dengan raut muka songongnya.


Tanpa terasa Lay & Zea telah sampai di parkiran apartemen mereka. Lay berjalan duluan masuk ke dalam apartemen kemudian disusul Zea mengekor dari belakang. Lay & Zea masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk membersihkan tubuhnya dari rutinitas mereka seharian ini. Setelah membersihkan tubuhnya, Zea segera mengemasi barang-barangnya kedalam koper untuk dipindahkan ke kamar lay, hanya untuk sementara sampai dengan papi & maminya pulang dari apartemen mereka. Setelah mengemasi & menyusun barang-barangnya di kamar lay. Zea pergi menuju dapur untuk membuat makan malam ala kadar untuknya dan juga lay.


"Lay, untuk menebus kesalahan gue, nih gue buatin lo makan malam ala kadarnya." ucap Zea menawarkan lay makan malam bersamanya dimeja makan.


"Kok lo tahu kalau gue ada maunya?" tanya Zea heran kenapa bisa lay mengetahui apa yang direncanakannya.


"Iyalah gue tahu, udah keliatan dari gelagat lo yang sok baik sama gue." jawab lay singkat sambil menarik kursi untuk duduk dan mencoba mencicipi makanan yang telah dibuat oleh Zea.


"Gimana,... enak nggak masakan gue?" tanya Zea antusias ke lay.


"Not bad, lumayanlah buat pemula yang baru belajar masak." jawab lay jujur.


"Gitu yahh,.. Lay gue sebenarnya ada hal yang mau dibicaraiin penting nih ke lo." ucap Zea dengan ragu-ragu.


"Apaan sih lo, biasanya juga sesuka hati lo aja kalau mau bicara tanpa persetujuan lawan bicara lo." balas lay yang sedikit menyindir Zea sambil mengunyah makanannya.


"Apaan sih lo, suka banget ngajakain gue ribut mulu. Lusa nanti untuk 3 hari kedepan gue mengajukan untuk ambil cuti kerja, gue mau pergi liburan sama sahabat-sahabat gue. Soalnya kita sudah lama banget nggak pergi liburan bareng, gue juga sudah izin ke bokap untuk ambil cuti 3 hari kedepan. Bokap ngizinin gue pergi tapi dengan satu syarat kalau lo ngizinin gue pergi gue boleh pergi gitu kata bokap ke gue." jelas Zea ke lay dengan jujur tanpa ada yang disembunyikan.


"Lo mau pergi liburan kemana sama sahabat-sahabat lo?" tanya lay kepada Zea sambil mengernyitkan dahinya.


"Gue sama cassie, belinda, olive mau pergi liburan domestik aja di Bali selama 3 hari 2 malam di Gilberts' Resort.


€€€