The Sole Heir

The Sole Heir
Part 23



"Siapa yang tidak mengumpulkan tugas yang saya berikan?" ucap lay tegas dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Mampus gue ketahuan juga kalau gue nggak buat tugas dia. Sepintar - pintarnya seseorang menyembunyikan bangkai akan tercium juga baunya, baru percaya gue dengan tu peribahasa. Gengsi banget gue terlihat lemah & takut di depan orang apalagi orang itu lay ogah banget!, gue harus berani mempertanggungjawabkan tindakan yang gue lakukan. Zea tidak pernah lari dari masalah tapi zea lah yang selalu mencari masalah dan menyelesaikan masalahnya sendiri." ucap zea menguatkan dirinya dengan berbicara kepada dirinya sendiri.


"Saya telah mengetahui orangnya, ingin mengaku sendiri atau saya tunjuk langsung orangnya!" ucap lay kepada para mahasiswanya di kelas.


"Saya yang tidak mengumpulkan tugas yang bapak berikan." jawab Zea memberanikan dirinya sambil berdiri dan mengangkat tanggannya dengan percaya diri.


"Berani-beraninya kamu tidak mengumpulkan tugas yang saya berikan!, kamu pikir kamu siapa?" ucap lay dengan muka yang tidak bersahabat sambil mendramatisir suasana.


"Maaf pak!, nama saya Zea Laurenz Gilbert putrinya Mr Antonio Gilbert & Mrs Elizabeth Gilbert. Saya orang tidak mengumpulkan tugas yang bapak berikan karena saya tidak mengerjakannya. Pertama, saya lupa jika saya ada tugas yang bapak berikan kepada saya karena saya ketiduran di kelas. Kedua, saya tidak mengetahui jika ada tugas yang bapak berikan karena saya tidak masuk kalau-kalau bapak lupa dan penyebabab lainnya itu karena orang tua saya yang meminta saya untuk melakukan suatu hal yang bernilai bagi mereka.


"Jangan karena anda anak dari Mr & Mrs Gilbert yang seenaknya saja dalam bertindak sesuka hati. Saya akan mengingatkan anda jika anda lupa ini di lingkungan kampus untuk semua orang yang ingin belajar & mendapatkan ilmu pengetahuan bukan di perusahaan ataupun mansion keluarga. Status anda hanyalah seorang mahasiswa di sini. Saya akan memberitahukan orang tua anda jika anda telah lalai dalam mengerjakan tugas yang telah saya berikan." balas lay kepada Zea dengan nada mengancam yanh akan melaporkan Zea kepada orang tuanya. Karena Zea merasa ini bukanlah pure 100% kelalaiannya dengan percaya diri Zea menantang ucapan yang lay lontarkan.


Zea menghubungi orang tuanya untuk meminta bantuan berupa pembelaan akan tetapi Zea bukannya menelpon Mr & Mrs Gilberts melainkan Mrs Aurora yang notabennya ibu mertuanya dan juga mama kandungnya lay.


"Hallo mi, maafin Zea ya mi sudah menganggu waktu mami. Mi,.. bantuin Zea dong!. Zea dimarahin sama dosen Zee nih di kampus. Dosen Zee mukanya seram banget terus dia mengancam akan melaporkan tindakan Zee ke mama & papa, katanya tindakan Zee sudah sangat melewati batas padahal Zee kan nggak ngapa-ngapain mi. Nih mi!,Zee ceritain ya? kesalahan apa saja yang Zee pernah lakuin sama dosen Zee. Pertama, Zee nggak buat tugas yang dikasih mi karena event di hari minggu kemarin. Kedua, Zee ketiduran dikelas. Ketiga, Zee datang terlambat dua kali doang kok mi." ucap Zea mengadu kepada Mrs Aurora dengan intonasi suara yang di dramatisir.


"Yaampun kamu di ancam seperti itu Zee di depan semua orang! Mami nggak habis pikir sama lay. Berani banget dia buat menantu kesayangan mami sedih. Kamu tenang aja akan mami kasih perhitungan itu anak!. Sekarang kamu kasih telponnya ke lay mami mau bicara" ucap Mrs Aurora menginstruksikan Zea untuk memberikan smartphonenya ke Lay yang sedang berdiri dihadapannya.


Semua mahasiswa duduk dengan tertib, fokus mengerjakan soal kasus yang diberikan lay sebelumnya dengan batas waktu pengerjaan yang telah ditentukan, tak terkecuali Cassie. Semua mahasiswa yang berada di kelas sibuk dengan soal kasus mereka masing- masing.


"Nih pak! nggak usah repot-repot mau menelpon orang tua saya. Saya telah menelepon mami saya, ada suatu hal yang mau mami saya sampaikan ke bapak penting katanya" ucap Zea kepada lay sambil memberikan smartphonenya kepada lay dan balik ke tempat duduknya untuk mengerjakan soal kasus yang telah diberikan lay dengan raut muka bahagia.


"Kamu apain lay menantu kesayangan mama? Awas aja kamu ya kalau sampai Zea menelepon mama lagi dengan kasus yang sama. Siap-siap aja kamu mama hapus dari daftar pewaris Robertos' Company. Jangan buat putri kesayangan mama sedih ngerti kamu!" ucap Mrs Aurora dengan nada mengancam kepada lay.


"Mama apa-apaan sih! Ini hanya sebatas profesionalitas dalam bekerja. Nggak ada hubungannya ya dengan urusan pribadi. Lay nggak suka ya.. kalau mama mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan lay. Mama tenang aja putri kesayangan mama nggak lay apa-apain kok! Lay hanya bekerja dengan profesional kepada siapa pun itu, diluar statusnya anak siapa atau bahkan istri lay sendiri sekalipun!.


Zea baik-baik aja kok ma, ini hanyalah akal-akalan dia saja." jawab lay kepada mamanya di luar kelas sehingga tidak ada orang yang mendengarkan pembicaraan pribadi dengan mamanya.


"Baguslah kalau Putri mama baik-baik saja, besok mama pulang ke indonesia. Mama & Papa mau menginap di apartemen kalian, kosongkan jadwal kalian besok!" instruksi Mrs Aurora kepada putranya.


€€€