
Jangan lupa vote dan komenπ.
Maaf kalo ada typo dari awal sampai akhir cerita.
Kalau ada typo tolong beritahu di komentar ya,ntar aku benerin.
Yang lagi baca cerita aku mana suaranyaa???.
Yang lagi nunggu aku update mana suaranya???.
Happy Reading!.
β
β
β
β
β
β
Semalaman Dighan berjaga-jaga, dari kemarin dia mencium bau kaum guardian, hal itu membuatnya selalu was was untuk setiap saat.
Di Pagi hari Dighan tersenyum menatap wajah polos Alena yang masih terlelap dalam mimpinya.
Sesekali ia mengusap lembut tangan Alena yang hangat dan lembut, ia sangat bersyukur memiliki gadis seperti Alena walaupun tingkah nya yang seperti anak kecil dan belum bisa menerima dirinya seutuhnya tetapi gadis itu sangat berani apalagi saat Max mengatakan kalau Alena sedang dalam bahaya karena ingin mencari Ibunya.
Tubuh Alena bergerak, laki-laki itu pun melepas sentuhannya dari tangan Alena dan beranjak meninggalkan kamar.
"Sudah bangun, Raja?" Tanya Daniel melirik ke arah Dighan.
Dighan mengangguk.
"Ayo duduk dulu." Liona yang baru datang tersenyum dan mengajak Dighan untuk duduk disebelah suami nya itu.
"Kalian kan ke bumi hanya seminggu, masih ada 3 hari lagi." Liona menjeda ucapan nya dan melirik ke arah Daniel sambil tersenyum.
"Lebih baik kamu ajak Alena jalan-jalan dulu, Ibu tahu kalau Alena masih ingin merasakan kehidupan nya dulu waktu ia belum tahu apa-apa tentang dirinya," ucap Liona sembari merapi kan meja ruang tamu.
Dighan mendengus kesal, niat nya ingin membawa Alena kembali ke Asdirst tetapi Liona juga Alena mungkin saling merindukan jadi Dighan tidak bisa berbuat apa-apa.
...****************...
"Lihat itu, semua gadis yang ada disini selalu memperhatikan kamu," ujar Alena dengan nada sedikit kesal.
"Biarkan saja," balas Dighan acuh.
Serasa ada perasaan senang hati Alena melihat respon Dighan kepada gadis-gadis yang menatap nya seperti ingin memangsa Dighan.
Setiap tempat yang di dikunjungi Alena juga Dighan tak henti-hentinya gadis itu tersenyum memperhatikan tingkah aneh yang suaminya lakukan. Memang makhluk aneh!
"Jangan menatap ku seperti itu," ucap Dighan datar.
"Baiklah, yang mulia," balas Alena dengan memutar kedua bola mata nya malas.
"Aku ingin membawa benda ini ke Asdirst," ucap nya sembari memegang sebuah handphone.
"Kamu bisa menggunakan nya?" Tanya Alena.
Dighan hanya menggelengkan kepala nya lalu ia tersenyum kepada Alena.
"Kan ada istri ku," jawab nya.
"Alena".
Deg!
Laki-laki yang kemarin membuat Dighan cemburu sekarang berada disini, Alena hanya tersenyum kikuk mendapati Edward yang menghampiri nya.
"Kita bertemu lagi." Edward tersenyum ramah kepada Alena dan gadis itu pun merasa serba salah apa yang harus ia lakukan.
"Kau!" Geram Dighan tetapi Alena memegang tangan suami nya dengan erat supaya laki-laki itu tidak mengamuk.
"Ku peringatkan kepada mu, jangan lagi kau menemui istri ku," geram Dighan.
Edward yang mendengarnya pun hanya tertawa.
"Baiklah baiklah." Sesekali Edward pun menatap sinis ke arah Dighan setelah itu ia pun pergi dari sana meninggalkan Dighan dan Alena.
"Dia tidak tahu aku siapa, dia pun belum merasakan betapa sadis nya neraka," gumam Dighan.
"Hey apa yang kau katakan? Kita sedang di bumi, manusia modern tidak akan percaya dengan dunia mu juga kekuasaan mu," ucap Alena.
...****************...
Setelah dari mall, Alena pun mengajak Dighan ke restoran untuk bertemu dengan sahabatnya itu, Aresa.
Alena memesan banyak sekali makanan dan itu membuat Dighan bingung dengan makanan apa saja yang dipesan istri nya itu, makanan di bumi sangat beda sekali dengan yang ada di Asdirst.
"Dengar ya, yang mulia. Ditempat mu aku hanya bisa memakan sup juga roti dan disini aku akan menghabiskan semua makanan yang ada dimeja makan ini," ucap Alena dengan santai sembari menaruh kain diatas paha nya.
"Alena!" Sang pemilik nama pun menoleh ke sumber suara, orang yang mereka tunggu sudah datang dan berjalan dengan laju menghampiri mereka berdua.
"Kemana saja kamu? Aku merindukan mu." Aresa pun memeluk Alena dengan erat.
"Ehem." Dighan yang merasa terabaikan pun berdehem dan membuat sepasang sahabat itu melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah nya.
"Dia siapa?" Tanya Aresa berbisik kepada Alena.
"Ayo duduk," pinta Alena meminta sahabatnya itu duduk.
"Ah dia putra dari saudara Ibu ku," ujar Alena, Dighan yang mendengar itu pun tak terima.
"Bohong, aku..aw." Pekik Dighan setelah Alena berhasil menginjak kaki kiri suami nya.
"Sudahlah, aku tidak menyangka sepupu mu ini sangat tampan, Alena," ucap Aresa sembari menatap Dighan kagum.
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Liona pun menelpon Alena untuk menemaninya ke Rumah Sakit. Kebetulan Aresa juga ingin ditemani oleh Alena ke toko bunga karena Alena sudah ada janji dengan Liona, gadis itu pun merasa tidak enak dengan Aresa dengan itu Alena memutuskan Dighan lah yang menemani Aresa ke toko bunga.
Sebenarnya berat hati Alena untuk menyuruh Dighan yang menemani sahabat nya itu. Tapi harus bagaimana lagi, diwaktu yang sama Ibu juga sahabatnya itu membutuhkannya dan tidak mungkin juga Alena mengiyakan kedua nya.
"Aku saja yang menemani Liona ke Rumah Sakit," ucap Dighan setelah mendengar perkataan dari Alena.
"Tidak perlu, kamu temani Aresa saja sekalian kamu beradaptasi dengan bumi." Alena mengecil kan kalimat terakhirnya takut kalau Aresa mendengar, Alena pun sekilas melirik Aresa yang ternyata sibuk dengan ponselnya.
"Tidak, kamu saja yang temani wanita itu," ucap Dighan dengan nada yang sedikit membentak membuat Aresa mengalihkan pandangan nya ke arah Dighan dan Alena.
"Dighan, tidak enak sama Aresa." Bisik Alena, Dighan pun hanya mengangkat bahunya acuh.
"Kamu mau kan temani aku ke toko bunga?" Tanya Aresa kepada Dighan.
Dighan hanya diam beda dengan Aresa yang sudah tersenyum dan mengedipkan matanya ke arah Alena.
...****************...
"Kenapa hanya dilihat?" Tanya Dighan acuh, sedari tadi sudah 2 jam ia berada di toko bunga bersama sahabat istrinya itu tetapi gadis itu tidak juga membeli bahkan hanya melihat-lihat saja. Jika saja dia tidak berada di bumi sudah ia pastikan akan ia kutuk gadis yang sedang bersama nya sekarang ini.
Perasaan Dighan tidak enak, sekekali ia mengendus-endus dan disaat Aresa melihatnya Dighan pun pura-pura tidak ada apa-apa.
"Sepertinya aku tidak tertarik sama sekali dengan semua bunga yang ada disini," ucap Aresa acuh.
"Perut ku lapar, kita cari makanan dulu ya," lanjutnya.
Sudah berapa banyak sumpah serapah yang telah Dighan umpatkan kepada gadis yang dia temani selama 2 jam itu. Sepertinya Aresa sudah mempermainkan Dighan dengan sengaja memintanya untuk menemani ke toko bunga tapi tidak satu bunga pun yang ia beli.
Terpaksa Dighan pun harus menggunakan kekuatannya untuk menghindari Aresa, tidak perduli kalau nantinya kaum guardian atau pun kaum yang diasingkan lain nya mengetahui keberadaannya di bumi.
"Dighan, kita mau mak...." Aresa terkejut ketika ia membalikkan badannya ia tak lagi menemukan Dighan didekatnya.
Kesal juga marah menjadi satu bagi Aresa, laki-laki itu terlalu jual mahal baginya, dimana-dimana banyak laki-laki diluar sana yang memimpikannya walau pun wajah nya tidak secantik Alena.
...****************...
"Kita pulang saja ya Bu, nanti kita coba ke Rumah Sakit yang lain," ujar Alena setelah keluar dari ruangan khusus pemeriksaan.
"Tidak ada resep dari dokter atau pun obat mana pun yang bisa menyembuhkan Ibu, tapi Ayah mu selalu saja menyuruh ku untuk pergi ke dokter," ucap Liona menunduk.
Liona bingung harus bagaimana lagi ia sekarang. Liona sama dengan Arabella juga Dighan, ia berasal dari Asdirst sama seperti yang lainnya ia adalah seorang makhluk immortal. Tetapi, karena Liona telah jatuh cinta dengan mate nya seorang bayi laki-laki sebatang kara yang baru saja dilahirkan, para makhluk immortal pun menentang keras hubungan mereka dan mengancam ingin membunuh Daniel kalau Liona tidak ingin diusir dari Asdirst.
Karena Liona tidak ingin menjadi sekutu dari makhluk Asdirst yang diasingkan lainnya nya untuk menghancurkan Raja iblis, Liona pun meminta untuk menghapuskan semua kekuatannya dan hidup seperti manusia seutuhnya dengan cara melahirkan dirinya kembali. Tetapi semua itu tidak menguntungkan bagi Liona, dengan hilang nya semua kekuatan yang Liona miliki ia pun harus menerima keadaan dengan memiliki wajah tua sesuai umurnya, mati jika sudah waktunya, dan satu lagi Liona akan terus merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Tapi, Dighan tetap memberikan keuntungan kepada Liona.
Liona yang sudah berusia ribuan tahun dan kini Dighan membuat suatu reinkarnasi tetapi pikiran juga ingatan Liona masih utuh hanya wajah, usia juga nasib nya lah yang berbeda setelah ia dilahirkan kembali.
Rumit, aneh, tidak masuk akal! Tapi itulah yang terjadi dimasa itu. Jika cerita tidak masuk akal seperti itu hanya ada di zaman dulu tapi tidak dengan zaman modern. Bahkan gadis modern seperti Alena pun menjadi peran utama pada masa yang tidak masuk akal itu.
"Kamu ikut saja ke Asdirst, Liona," ucap seorang pria yang membuat Alena menoleh ke sumber suara.
"Tidak, mereka pasti membenci ku." Lekas lah Liona menggelengkan kepala nya dengan cepat.
"Aku Raja nya, siapa mereka yang seenaknya menentukan berhak atau tidak nya rakyat ku untuk tinggal di Asdirst," ujar Dighan dengan menatap serius Liona.
"Suami ku?" Lirih Liona.
Dighan terdiam.
"Sejak kapan kamu disini? Dan bagaimana dengan Aresa?" Alena menyambar Dighan dengan pertanyaam ketusnya untuk mencairkan suasana.
"Gadis itu aku tinggal." Acuh nya.
"Ya tuhan"
"Apa?"
"Bodoh!"
"Besok kita kembali ke Asdirst, disini tidak aman lagi," ujar Dighan.
"Memangnya kenapa?" Tanya Alena dengan serius.
"Aku sudah menggunakan kekuatan ku dan pasti para guardian mengetahui nya," balas Dighan.
"Ya tuhan, kenapa tidak malam ini saja kalian kembali apalagi mereka akan mengincar Ratu baru mereka dan kalau mereka tahu Ratu nya lemah seperti Alena yang tidak tahu apa-apa walau pun ia adalah bagian dari immortal."
Dighan melirik Alena, Alena panik ia takut ia bahkan tidak tahu apa-apa dengan situasi seperti ini.
...----------------...
Bersambung....
Cerita ini hanyalah fantasi semata dari penulis. Terdapat cerita vulgar dalam part tertentu,yang belum cukup umur gaosah baca,okey!.
Jika ada typo tolong di komen.
Jika dibagian part atau seluruh cerita hampir sama atau bahkan 100% sama dengan cerita sebelah itu aku bukan niru ya guys, mungkin ketidaksengajaan atau ada yang sengaja nyontek punya aku.
Bikin cerita yang menarik itu tidak mudah bahkan membuatnya berhari2,berminggu2,bahkan juga berbulan2. Jadi harus kreatif jangan plagiat.
NO PLAGIAT.