The King Demon Mate

The King Demon Mate
Chapter 15. Jasadnya Menghilang



Taburkan bintang nya ya!.


Happy Reading!!!


_______________________


"Aku menyukai mu," ucap seorang gadis yang kini tengah memegang tangan seorang laki-laki.


"Aku tidak," balas laki-laki itu dengan nada datar nya.


"Belajarlah untuk mencintai ku."


"Tidak bisa."


"Kenapa?" Tanya gadis itu.


"Aku sudah menikah, kau jangan menganggu ku. Besok aku akan pulang ketempat ku."


Gadis itu menjatuhkan tatapannya, ia menunduk dan melepaskan tangannya dari tangan laki-laki itu.


Hati nya begitu hancur atas penolakan yang diberikan oleh laki-laki yang di cintai nya. Diri nya memang salah karena telah menaruh harapan kepada seseorang yang sudah beristri tetapi ia tidak mau menyalahkan perasaan nya.


Gadis itu menghela nafas pelan lalu memberanikan diri untuk menatap sepasang mata tajam yang tengah menatap nya juga.


Ia memang bodoh, hanya karena sekali pertemuan dan karena kebaikan laki-laki itu ia menjadi seorang benalu di hubungan orang lain.


Sakit sekali untuk melepaskan cinta pertama nya tapi ia sadar kalau cinta tak harus di miliki apalagi orang itu bukan jodoh nya.


Ia terkekeh dan laki-laki itu menautkan alisnya karena bingung.


"Baiklah, aku akan berhenti mengganggu mu tapi aku tidak bisa menjamin untuk berhenti mencintai mu, Dighan."


"Perasaan mu hanya sebatas rasa kagum biasa, tidak seharusnya kau mengatakan bahwa diri mu mencintai ku. Itu keliru, hanya karena aku bersikap baik kepada mu kau mencintai ku? Sayang nya aku hanya kasihan dan kau membalas rasa kasihan ku dengan perasaan lebih, miris."


Dighan berlalu meninggalkan gadis itu setelah mengatakan hal yang mungkin saja menjatuhkan mental si gadis.


Sudah lumayan lama ia meninggalkan Arsha, bukan tempat itu yang membuat nya tidak tenang untuk berlama-lama di bumi tetapi ia merindukan istri nya, Alena.


Ia merasa bersalah karena meninggalkan Alena tanpa berkata-kata sebelum pergi mungkin saja wanita itu sekarang tengah cemas karena dirinya.


...****************...


Seisi Arsha masih berduka karena kematian Alena yang tidak terduga, Wanita cantik itu masih berada di dalam peti kaca untuk menanti sang Raja sebelum ia benar-benar pergi.


Alena yang berada di peti kaca sekarang sedang di amankan di sebuah ruangan khusus karena itu sebuah permintaan dari Arabella dan Max.


Laquel masih menjadi tahanan di penjara bawah tanah, gadis itu akan dihukum ketika Raja kembali.


Azura menangis sejadi-jadinya karena kematian Alena dan perbuatan dari saudari nya. Ia sekarang sedang berada di luar ruangan dimana tempat Alena berada, ia tidak bisa masuk ke dalam karena penjagaan di luar sangat ketat.


"Aku ingin melihat Kakak ipar ku untuk terakhir kali nya," ucap Aybar dengan para penjaga.


"Maaf, yang mulia. Tapi ini perintah dari Raja Max supaya tidak ada yang menggangu putri nya," balas salah satu penjaga itu.


"Aku juga Raja kalian, turuti saja. Apa kalian mau ku bunuh?"


Para penjaga itu diam dan menunduk, ia tidak ada keberanian untuk melawan Aybar bagaimana pun Aybar masih jadi Raja pengganti di Arsha selama Dighan belum kembali.


Aybar melangkahkan kaki nya dan membuka pintu besar dihadapan nya dengan sekali dorongan. Ia mendekati dimana Alena berada, laki-laki itu membungkuk lalu memandang ke arah peti mati itu.


Kening Aybar berkerut setelah melihat ke dalam nya, seperti ada yang aneh Aybar pun semakin mendekat dan tangan nya perlahan bergerak untuk membuka peti kaca itu.


"Pengawal!" Teriak Aybar, beberapa pengawal pun berbondong-bondong untuk masuk kedalam ruangan tersebut.


"Dimana Ratu Alena?" Tanya Aybar, semua pengawal termasuk Orion dan Samier dibuat terkejut setelah mereka melihat ke dalam peti mati itu, Alena tidak ada di sana, wanita itu menghilang.


"Tidak ada yang masuk keruangan ini sebelumnya, yang mulia," ucap Orion.


"Lalu bagaimana bisa Kakak ipar ku menghilang begitu saja?"


"Kami tidak tahu, yang mulia," ujar salah satu pengawal.


"Apa lagi? Cepat kalian cari dimana keberadaan Ratu Alena, kalau sampai Kakak ipar ku tidak ditemukan saat Raja kembali maka kalian semua tahu apa yang akan aku lakukan ke kalian."


Dengan perasaan takut para pengawal itu pun mencari Alena di setiap penjuru Asdirst.


...****************...


Setelah mendengar pujian, wanita itu tertawa dengan nyaring, tidak ada yang bisa memenangkan permainan itu selain diri nya sendiri.


"Pasti orang-orang di istana tengah sibuk mencari Ratu nya yang tiba-tiba menghilang," ujar wanita itu.


"Sampai kapan kau akan mengakhiri permainan ini?"


"Sampai penghianat itu mati," balas wanita itu dengan seringai nya.


Tidak ada yang bisa membunuh nya bahkan Raja sekali pun, ia akan hidup abadi menandingi Dighan.


"Aku mempunyai tugas untuk mu," ujarnya.


"Apa itu, yang mulia? Aku akan melakukan tugas yang anda berikan dengan baik."


"Mendekatlah!" Suruhnya dan gadis itu menuruti untuk mendekat lalu wanita itu mulai membisikan sesuatu ke telinga gadis itu.


"Yang mulia!" Setelah membisikan sesuatu wanita itu menyeringai dan ia juga dikagetkan oleh seseorang yang baru saja masuk ke ruangan nya.


"Ada apa?" Tanya nya dingin.


"Drama besar akan dimulai di istana setelah Raja kembali, Raja sedang dalam perjalanan menuju Arsha."


"Wah, Samuel. Kau pantau terus apa yang terjadi di Asdirst kalau ada sesuatu yang menarik kau bilang saja kepada ku."


"Dan kau," wanita itu menggantung kan kalimatnya seraya menunjuk gadis di depan nya.


"Ikut Samuel ke Asdirst, lakukan tugas yang ku suruh dan selalu berhati-hati lah banyak orang licik di dalam istana." Gadis itu mengangguk kemudian ia dan laki-laki bernama Samuel itu pun pergi dari tempat itu untuk melaksanakan tugas mereka.


...****************...


"Dimana Ratu?" Tanya Dighan yang sudah memasuki kamar nya. Ia melihat kesana kemari dan bertanya juga kepada para maid, tumben sekali istrinya itu tidak ada bahkan menyambut diri nya pun tidak.


Para maid itu serempak menggeleng kan kepala nya pertanda mereka tidak tahu dimana keberadaan sang Ratu. Padahal mereka tahu kalau Alena sudah tiada dan jasad nya hilang tetapi Aybar memerintahkan mereka untuk diam.


Kemana dia? Batin Dighan.


"Yang mulia." Orion masuk ke dalam kamar sang Raja lalu memberikan hormat.


"Dimana istri ku?" Tanya nya.


Orion benar-benar bingung sekarang, apa yang harus ia katakan kepada Raja nya kalau Alena sudah tidak ada padahal diri nya di percaya untuk menjaga Ratu selama Dighan ke bumi.


"Kakak ipar berada di kerajaan vampire, Kak." Aybar masuk ke dalam kamar itu dengan sebuah senyuman di wajah nya.


"Kenapa tidak ada yang memberitahu ku?"


Aybar melihat sekeliling, ia menyuruh semua maid dan Orion untuk meninggalkan dirinya juga Dighan di dalam sana.


"Bagaimana di bumi, Kak? Apakah para gadis bumi cantik-cantik?" Aybar menaik turunkan alis nya untuk menggoda Dighan ya walau pun Dighan bukan diri nya yang mudah tergoda oleh wanita-wanita cantik.


"Hanya istri ku yang cantik," balas Dighan dengan pandangan ke arah jendela kaca besar.


"Itu memang, tidak ada yang mengalahkan kecantikan sang Ratu bahkan aku sendiri pun sempat terpana oleh nya." Kekeh Aybar.


Dighan melemparkan tatapan tajam nya, walau pun Aybar hanya bercanda tetapi kan itu memang benar ia harus hati-hati dengan adik nya ini.


"Kapan istri ku pulang ke Asdirst?" Tanya Dighan membuka suara lagi.


"Itu..aku tidak tahu, mungkin saja dia sangat merindukan kedua orang tua nya. Biar kan Kakak ipar tinggal di sana dulu."


Dighan memperhatikan adiknya itu, memang tidak ada yang salah, Aybar seperti biasanya saat mereka berbicara berdua tetapi seperti ada yang di sembunyikan oleh laki-laki bermata zamrud itu.


"Kau istirahat saja dulu, aku mau menemui istri-istri ku," ujar Aybar seraya melemparkan senyuman nya kepada Dighan. Dighan hanya berdehem untuk memberikan jawaban.


...----------------...


Tbc. hayoo siapa yang culik jasad nya ratu?


kayanya Alena suka bikin kerajaan nya Dighan heboh deh