
Happy Reading!!!
___________________________
Sebelum Dighan mengambil keputusan nya tentang masalah Aybar dan Qelsa, Saviona pun lebih dahulu pergi dari aula dengan amarah yang memuncak. Bukan apa, tapi ia tidak ingin suatu saat dirinya tidak bisa menjadi Ratu karena sudah terlihat wanita licik itu sudah mempermainkan rencana nya untuk merebut kekuasaan Dighan karena wanita itu telah menjebak suami nya dan meminta Aybar untuk menikahi wanita sialan itu.
Saviona mengangkat tangan kiri nya dan menyatukannya menjadi sebuah kepalan, rahang nya mengeras kuku-kuku nya pun memutih.
"Baiklah, permainan akan segera dimulai," ucap nya sembari menyeringai.
"Kenapa putri pergi dari aula begitu saja?" Tanya Rasy yang sudah berada disamping Saviona.
"Ish kau ini mengejutkan ku saja," ucap Saviona.
"Maaf, Tuan putri," ujar Rasy sambil menunduk.
"Kembali saja kau ke aula, Rasy. Dan beritahu Ratu Alena, temui aku di taman dekat danau bahwa aku ingin membicarakan sesuatu dengan nya," Titah Saviona dan Rasy pun mengangguk patuh lalu kembali ke aula.
...****************...
Alena melangkahkan kaki nya menuju danau, ia sangat penasaran setelah Rasy memberitahu nya jika Saviona ingin membicara kan sesuatu dengan nya. Dengan terpaksa Alena pun meninggalkan aula dan menemui Saviona.
Sesampainya di danau, Alena melihat Saviona yang sedang duduk di tepi danau sembari memainkan air.
Saviona tersenyum saat melihat Alena datang dan menghampirinya.
"Maaf kan aku saat di aula tadi, Ratu," ucap Saviona menunduk.
"Formal sekali, panggil saja Alena seperti biasa," ujar Alena.
"Dan perkataan mu yang di aula itu aku tidak mempersalahkannya, aku tahu kamu sebagai istri tidak ingin suami mu menikah lagi, bukan?" Lanjut Alena.
"Dan apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Alena.
"Aku ingin membicarakan tentang wanita yang bernama Qelsa itu," balas Saviona.
"Ya, kenapa kita harus membicarakan wanita itu?" Tanya Alena lagi.
"Apa kau tidak curiga maksud wanita itu? Dia menjebak suami ku dan ia ingin sekali dinikahi oleh suami ku," ujar Saviona serius.
"Tidak ada hal yang perlu dicurigai namanya juga laki-laki normal jika tergoda mungkin Dighan juga akan tergoda, wanita itu sangat cantik..tapi yang aneh nya aku tidak pernah melihat wanita itu di istana," ujar Alena.
Saviona menatap Alena lekat-lekat lalu ia tersenyum dan menepuk pundak Alena pelan.
"Tentu suami mu akan tergoda dengan wanita itu, karena wanita itu kan orang yang pernah dicintai suami mu."
"A..apa maksud mu?" Tanya Alena bingung.
"Seperti nya kau tidak tahu, apa suami mu tidak memberitahu mu? Aku tidak ingin menceritakan nya kepada mu aku tidak ingin ikut campur dengan rumah tangga kalian," ujar Saviona samar-samar tersenyum miring.
Alena menggenggam tangan Saviona erat, ia ingin tahu, ia ingin penjelasan dan ia ingin semua tentang Dighan dan wanita bernama Qelsa itu.
"Ku mohon ceritakan semua nya kepada ku." Pinta Alena. Saviona tersenyum dan mengelus tangan Alena yang kini menggenggam nya.
Saviona kini mulai menceritakan hubungan Dighan dengan Qelsa hingga hubungan mereka berdua berakhir.
"Suami mu jatuh cinta dengan putri dari klan penyihir, mereka menjalani hubungan dan akan menikah. Tetapi wanita yang bernama Qelsa itu berselingkuh dengan adik Dighan, Aybar." Alena terkejut setelah mendengar cerita dari Saviona. Cinta segitiga dari dua bersaudara dan satu wanita.
"Mengapa seperti itu?" Tanya Alena heran.
"Karena kekuasaan!" Seru Saviona.
"Qelsa mempengaruhi Aybar untuk menjatuhkan Kakak nya tetapi Aybar tidak mau, ia kecewa ternyata wanita yang Aybar cintai adalah wanita yang licik, Aybar mengira Dighan tidak memperlakukan Qelsa dengan baik sehingga wanita itu berpaling kepada nya. Semua nya sudah terbongkar, Dighan sangat membenci wanita itu dan mengasingkan adik nya selama seratus tahun." Saviona mengelus pelan pundak Alena dan tersenyum penuh arti kepada wanita itu.
"Pasti kau mengerti apa tujuan wanita itu untuk menikahi suami ku, karena tidak ada harapan lagi ia memiliki Dighan," lanjut Saviona.
"Kenapa kau mengetahui semua cerita itu?" Tanya Alena tiba-tiba.
Saviona tersenyum.
"Semua makhluk immortal mengetahui itu semua, termasuk aku," balas Saviona.
"Apa kau ingin suami mu berpaling kepada wanita itu?" Tanya Saviona kemudian.
"Kau seorang Ratu dan kau mempunyai hak untuk membuat keputusan," ucap Saviona sembari memainkan air.
"Apa kau yakin wanita itu berbahaya?" Tanya Alena.
"Tentu, berbahaya seperti ular," ujar Saviona.
Pikiran Alena berkecamuk, mungkin saja yang dikatakan Saviona benar wanita itu berbahaya. Ia tidak akan tinggal diam, ia harus melakukan sesuatu agar suami nya tidak mengambil keputusan dan menerima wanita itu menjadi anggota keluarga nya.
"Tunggu apa lagi, sekarang kau pergi ke aula dan buat keputusan mu sendiri," ujar Saviona tersenyum kepada Alena.
"Aku tidak ingin wanita berbahaya itu masuk kedalam istana," ucap Alena kemudian.
"Ayo, sekarang kita ke aula bersama." Ajak Saviona, Alena pun mengangguk dan menyetujui nya.
Baguslah! Alena akan menjadi alat untuk kehancuran Dighan dan Qelsa? Wanita itu tidak akan pernah menghalangi rencana ku. Batin Saviona.
...****************...
"Pernikahan nya akan dilakukan tiga hari lagi dan ku harap putri mu akan bersiap-siap, Jack," ucap Dighan setelah ia mengambil keputusan untuk Aybar dan Qelsa.
"Tidak akan pernah terjadi pernikahan antara Aybar dan wanita itu," ujar Alena tiba-tiba dan menunjuk Qelsa.
"Alena?" Ujar Dighan bingung.
"Aku seorang Ratu, aku juga berhak membuat keputusan. Bukan begitu, yang mulia?" Ujar Alena sembari menatap kearah Dighan.
"Aku seorang wanita, aku tahu apa yang dirasakan Saviona jika suami nya menikah dengan seorang ****** dan aku tidak akan membiarkan ****** itu masuk kedalam istana dan menikah dengan adik ipar ku," lanjut Alena. Wajah Qelsa sekarang merah padam, ingin rasanya ia menyihir wanita itu jika tidak ada Dighan.
Berani nya wanita itu mengatai ku seorang ******, dia kira dia siapa? Hanya karena dia istri Dighan dan ia menjadi Ratu mudah sekali ia berbicara seperti itu. Pikir Qelsa.
"Apa yang kau katakan Alena? Aku sudah mengambil keputusan, Aybar akan menikah dengan Qelsa tiga hari lagi," ujar Dighan. Laki-laki itu tidak menyangka jika istrinya akan berkata seperti itu. Sebenarnya ia juga tidak ingin menikahkan Aybar dengan Qelsa tetapi ia tidak ingin nantinya bangsa klan penyihir akan menjadi penghianat Arsha.
"Aku berhak memutuskan, Dighan," ucap Alena sengit.
"Aku seorang Raja, aku lebih berhak! Dan sekarang kau tidak perlu ikut campur, Alena!" Teriak Dighan. Alena terkejut dengan perkataan suami nya. Ia menatap nyalang Dighan. Ia sungguh tidak menduga jika Dighan akan berkata seperti itu.
Qelsa yang melihat itu pun tersenyum sinis kearah Alena dan Alena pun melihat itu, sekarang ia benar-benar yakin jika Qelsa sangat lah berbahaya. Qelsa sangat senang karena permainan nya menang kali ini dan ia akan menjatuhkan Dighan.
Perlakuan Dighan kepada nya membuat hati Alena sangat sakit, laki-laki itu mempermalukannya didepan para pengawal, maid dan keluarga Qelsa. Tidak ada sepatah kata pun dan Alena langsung meninggalkan tempat itu.
Saviona yang melihat itu tidak akan membuang kesempatan untuk mempengaruhi Alena, ia pun segera menyusul Alena dan meninggalkan aula.
...****************...
"Kau lihat sendiri kan? Raja telah menentukan keputusannya, ia menolak apa yang kau ucapkan. Kau bisa melihat jika Raja masih menyimpan perasaan dengan wanita itu," ucap Saviona. Wanita itu berdiri didepan pintu kamar Alena dengan melipat kedua tangan nya didepan dada.
"Aku ingin sendiri, Saviona!" Ucap Alena sedikit berteriak. Saviona mengangkat bahu nya acuh dan setelah itu menutup pintu kamar Alena.
Pertama kali yang akan ku singkirkan adalah Qelsa setelah itu Dighan, tidak terlalu sulit karena aku akan menggunakan Alena bodoh itu, setelah nya baru aku akan menyingkirkan Alena. Pikir Saviona dan wanita itu pun meninggalkan kamar Alena.
Dighan menatap curiga kepergian Saviona dari kamar istri nya.
Apa yang dilakukan wanita itu? Pikir Dighan. Setelah nya ia mengacuhkan pikirannya terhadap Saviona dan kembali memikirkan Alena yang mungkin sudah marah kepadanya.
"Alena." Panggil Dighan dari luar kamar.
Alena mendengarnya tetapi ia mengabaikan suara itu. Mengapa malam itu ia memberitahu Dighan jika ia diam saja mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Seperti nya Alena benar-benar marah dan tidak seperti biasa Alena membantah keputusan ku. Sepertinya ada yang tidak beres. Mungkin ku biarkan saja Alena sendiri didalam kamar nya biar aku ke kamar ku saja. Pikir Dighan.
"Baiklah, aku tidak akan mengganggu mu dulu," ujar Dighan lalu meninggalkan kamar Alena.
...----------------...
Bersambung....
_____________________
Alena kenapa mudah sekali dihasut Saviona sih?.
Alena nih antara bego, polos sama naif. Maklum lah dia masih newbie jadi ratu jadi gitu, agak labil.